Konten dari Pengguna

Pemantauan Peternak Bebek di Kampung Zakat Malewang

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panen Telur Bebek dari Peternak Bebek Binaan DT Peduli di Kampung Zakat Malewang, Kec. Biringkanayya (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Panen Telur Bebek dari Peternak Bebek Binaan DT Peduli di Kampung Zakat Malewang, Kec. Biringkanayya (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | MAKASSAR - Upaya penguatan ekonomi produktif di tengah tantangan cuaca ekstrem terus digencarkan. Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kelompok ternak bebek di Kampung Zakat Malewang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, pada Jumat (17/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan 200 ekor bebek yang telah disalurkan kepada kelompok ternak binaan. Fokus utama evaluasi meliputi kesehatan unggas, sanitasi kandang, hingga produktivitas bertelur di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

Hadir dalam peninjauan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulsel, Hasmirah, didampingi oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, Junaedi. Kehadiran pihak Kemenag mempertegas sinergi dalam mengawal Program Kampung Zakat agar tetap berjalan sesuai target pemberdayaan.

Ketua Kelompok Ternak, Syarief, mengungkapkan bahwa perjalanan kelompok ternak belakangan ini mengalami tantangan berat akibat faktor alam. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Makassar selama musim hujan berdampak pada kondisi fisik hewan ternak.

"Kami melaporkan ada beberapa ekor bebek yang mati akibat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan belakangan ini. Namun, berkat koordinasi yang cepat, kami segera melakukan penanganan pada sisa bebek yang ada agar tetap bertahan dan produktivitas telurnya kembali stabil," ungkap Syarief.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulsel, Hasmirah, menekankan bahwa monitoring ini justru dilakukan untuk memetakan solusi atas kendala yang dihadapi peternak, termasuk risiko kematian ternak akibat faktor eksternal.

"Kami hadir untuk mengevaluasi dampak cuaca ini terhadap perkembangan kelompok. Meski ada beberapa kendala seperti kematian ternak akibat musim hujan, kami ingin memastikan para peternak tetap semangat dan memiliki strategi mitigasi yang lebih baik ke depannya agar kemandirian ekonomi di Kampung Zakat Malewang tetap terjaga," tutur Hasmirah.

Program pemberdayaan ini diharapkan terus berlanjut dengan pendampingan teknis yang lebih intensif, guna meminimalisir risiko kerugian peternak dan memastikan keberlanjutan ekonomi berbasis umat di Sulawesi Selatan. (Indar/Cristi A.Sarif)