Konten dari Pengguna

Penuhi Kebutuhan Gizi, DT Peduli Salurkan Hotmeal untuk Warga Gaza

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senyuman Adik Kecil Pengungsi Gaza saat dapati Paket Bantuan Hotmeal DT Peduli (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Senyuman Adik Kecil Pengungsi Gaza saat dapati Paket Bantuan Hotmeal DT Peduli (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | GAZA - DT Peduli kembali menghadirkan hotmeal untuk warga Gaza yang masih mengalami krisis pangan dan kelaparan berat. Program yang berlangsung pada Selasa (14/4/2026) ini memastikan jaminan kehidupan bagi para pengungsi di tengah kesulitan yang berkepanjangan.

Hotmeal dibagikan langsung ke setiap camp para pengungsi di sekitar Masjid DT Gaza (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Hotmeal dibagikan langsung ke setiap camp para pengungsi di sekitar Masjid DT Gaza (Sumber : DT Peduli)

Kehadiran sajian hotmeal disambut antusias oleh masyarakat setempat yang sangat membutuhkan asupan gizi hangat setelah berbulan-bulan sulit mendapatkan makanan layak.

DT Peduli menyalurkan sebanyak 450 paket hotmeal yang diperuntukkan bagi sekitar 900 jiwa. Pembagian dilakukan di area tenda pengungsian yang berlokasi kurang lebih 200 meter dari Masjid DT Gaza. Lokasi ini dipilih karena merupakan area dengan konsentrasi pengungsi tinggi yang sebagian besar terdiri dari ibu, anak-anak, dan lansia. Setiap paket hotmeal dirancang untuk porsi dua orang sehingga dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Adapun menu yang disajikan dalam program hotmeal kali ini adalah nasi hangat lengkap dengan potongan daging sapi segar. Pemilihan daging sapi segar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang sangat minim dikonsumsi warga pengungsi selama ini. Menu hangat ini diharapkan dapat mengembalikan energi dan memberikan sedikit kenyamanan di tengah situasi yang begitu sulit di pengungsian.

Salah satu keluarga pengungsi gaza di sekitar Masjid DT Gaza saat sedang menikmati Hotmeal bersama anak-anaknya (Sumber : DT Peduli)

Program hotmeal ini dapat berjalan berkat kerja sama DT Peduli dengan Dapur Umum Istanbuli (Abukhsewan), sebuah usaha restoran yang cukup berpengalaman dalam memasak dengan skala besar untuk kebutuhan kemanusiaan. Dapur Umum Istanbuli telah lama bergerak di Gaza dan memiliki kapasitas produksi hingga ribuan porsi per hari.

Kolaborasi ini memungkinkan proses memasak, pengepakan, hingga peyaluran berlangsung cepat dan efisien. Pengalaman mereka dalam menangani logistik pangan darurat menjadi faktor kunci suksesnya penyaluran hotmeal tepat waktu.

Proses Pembuatan Hotmeal yang nantinya dibagikan langsung kepada para pengungsi yang tinggal di sekitar Masjid DT Gaza (Sumber : DT Peduli)

Ustadz Indra, PIC Masjid DT Gaza menjelaskan, program hotmeal merupakan program reguler dari DT Peduli karena kondisi kelaparan dan kesulitan pangan di Gaza masih sangat akut.

Menurutnya, blokade berkepanjangan dan konflik yang terus berulang menyebabkan rantai pasok makanan terganggu, sementara harga bahan pokok melambung tidak terjangkau. Mayoritas warga Gaza, khususnya yang tinggal di tenda-tenda pengungsian, hanya mampu makan sekali dalam sehari atau bahkan dua hari sekali.

"Oleh karena itu, program hotmeal hadir untuk mengisi kekosongan asupan gizi harian sekaligus menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan," tegasnya.

Proses Pembuatan Hotmeal yang nantinya dibagikan langsung kepada para pengungsi yang tinggal di sekitar Masjid DT Gaza (Sumber : DT Peduli)

DT Peduli berharap program hotmeal dapat terus berlangsung secara rutin meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan akses dan sumber daya. Lembaga ini juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam mendukung keberlangsungan program tersebut melalui donasi dan kepedulian bersama.

"Dengan adanya makanan hangat bergizi, setidaknya warga Gaza dapat merasakan sedikit harapan dan kekuatan untuk bertahan. DT Peduli menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan saudara-saudara di Gaza selama penderitaan masih berlangsung," pungkas Ustadz Indra. (Agus ID)