Konten dari Pengguna

Penyintas Bencana Harapkan Bantuan Modal Usaha dan Pembekalan Keterampilan

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potrer Relawan DT Peduli saat mendistribusikan bantuan logistik untuk penyintas bencana di Sumatera (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Potrer Relawan DT Peduli saat mendistribusikan bantuan logistik untuk penyintas bencana di Sumatera (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | TAPANULI SELATAN - Luka mendalam masih membekas di hati para penyintas banjir bandang Tapanuli Selatan. Tiga desa, yakni Desa Huta Godang, Garoga, dan Ngadol, mengalami kerusakan parah setelah terjangan banjir bandang disertai material kayu menghancurkan permukiman warga hingga nyaris rata dengan tanah.

Merespons kondisi tersebut, DT Peduli bergerak cepat menyalurkan amanah donatur bagi warga Desa Huta Godang yang kini mengungsi di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Sebanyak 210 paket bantuan pangan diserahkan langsung untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi, pada Sabtu (24/1/2026).

Aktivitas ekonomi warga lumpuh total. Sebagian besar warga masih fokus membersihkan puing-puing rumah mereka. Di sisi lain, ladang, kebun, dan sawah yang menjadi tumpuan hidup utama warga juga rusak berat dan tertimbun material sisa banjir.

Mela Erlina Napitulu, Penyintas Bencana Banjir Bandang di Tapanuli Selatan (Sumber : DT Peduli)

Salah seorang warga Desa Huta Godang, Mela Erlina Napitupulu, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kekhawatirannya akan masa depan setelah kehilangan mata pencaharian sebagai petani.

"Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Namun, kami sangat berharap adanya pembekalan keterampilan untuk keberlangsungan hidup kami ke depan, karena sawah dan ladang kami sudah rata dengan tanah," ujar Mela penuh harap.

Menanggapi aspirasi tersebut, DT Peduli berkomitmen tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga akan mengkaji program pemberdayaan ekonomi pascabencana. Pembekalan keterampilan baru dinilai mendesak bagi warga yang kehilangan lahan pertanian agar mereka mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri.

(Agus ID)