Konten dari Pengguna

Perkuat Wisata Religi, BPKH dan DT Peduli Resmikan Masjid Pantai Bali

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Pantai Bali dan Sarana Manasik Haji di Jembrana Diresmikan oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, dan sejumlah tokoh lainnya (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Pantai Bali dan Sarana Manasik Haji di Jembrana Diresmikan oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, dan sejumlah tokoh lainnya (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | JEMBRANA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meresmikan Program Finishing Pembangunan Masjid Pantai Bali dan Sarana Manasik Haji di Kabupaten Jembrana, Sabtu (7/2/2026). Kehadiran masjid di pesisir ini menandai babak baru pengembangan wisata religi nasional dengan konsep miniatur Tanah Suci yang terintegrasi dengan pemberdayaan umat dan kearifan lokal.

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, didampingi Ketua Yayasan DT Peduli, Bascharul Asana, serta sejumlah tokoh dari kementerian dan Dewan Masjid Indonesia. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat Muslim Bali dalam mewujudkan ikon wisata religi pesisir yang representatif.

Dihadiri oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, Ketua Yayasan DT Peduli, Dewan Masjid Indonesia dan Tokoh lainnya (Sumber : DT Peduli)

Melalui Program Kemaslahatan, BPKH mendukung penyelesaian 35 persen pembangunan fisik Masjid Raudlatul Jannah, meliputi fasad, plafon, mihrab, mimbar, hingga sistem suara. Selain masjid, BPKH juga membangun sarana manasik terlengkap yang mencakup miniatur Ka'bah, jalur Sa'i (Shafa-Marwa), Maqam Ibrahim, hingga miniatur Masjidil Haram.

"Di Kabupaten Jembrana, kami membantu penyelesaian Masjid Pantai Bali beserta sarana latihan manasik haji. Seluruh pendanaan program ini murni berasal dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari pokok dana haji milik jemaah," tegas Fadlul Imansyah.

Ketua Yayasan DT Peduli, Bascharul Asana, sebagai Mitra Kemaslahatan BPKH, mengapresiasi kelengkapan fasilitas yang dibangun. Menurutnya, sarana manasik di lokasi ini merupakan salah satu yang paling komprehensif dibandingkan program serupa di wilayah lain.

"Mudah-mudahan ini menjadi peningkatan luar biasa bagi masyarakat. Kami sudah membantu di beberapa tempat, namun fasilitas di sini kelihatannya yang paling lengkap karena mencakup seluruh rukun manasik," ujar Bascharul.

Ketua Yayasan DT Peduli, Bascharul Asana, hadir mewakili sebagai Mitra Kemaslahatan BPKH untuk peresmian Masjid Pantai Bali (Sumber : DT Peduli)

Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), I Nyoman Pugeg Aryantha, menjelaskan bahwa masjid ini akan mengusung konsep Smart Masjid berbasis 5E: Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Konsep ini memfungsikan masjid tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan yang selaras dengan budaya lokal Bali.

Dengan rampungnya pembangunan ini, Masjid Pantai Bali siap menjadi destinasi edukasi haji dan umrah sekaligus penggerak ekonomi ramah Muslim di Pulau Dewata. (Agus ID)