Konten dari Pengguna

Syahidnya Relawan Guru dan Orang Tua Santri Penghafal Al-Quran Masjid DT Gaza

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengajar dan Orang Tua Santri Baitul Quran DT Peduli Gaza menjadi Korban Serangan Bom Isr**l di dekat Masjid DT Indonesia di Gaza (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Pengajar dan Orang Tua Santri Baitul Quran DT Peduli Gaza menjadi Korban Serangan Bom Isr**l di dekat Masjid DT Indonesia di Gaza (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | GAZA - Ahad dini hari (2/8/2026), di saat sunyi menyelimuti Gaza, dentuman keras bom mendadak merobek keheningan. Serangan udara menghantam sebuah rumah yang berdiri tepat di dekat Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gaza. Di dalam rumah tersebut, para penghuni yang sedang tertidur lelap, tak menyangka bahwa malam itu menjadi peristirahatan terakhir mereka di dunia.

Duka mendalam seketika menyelimuti keluarga besar DT Peduli dan warga setempat. Serangan bom tersebut merenggut nyawa Huda Khaled Arar Abu Maeliq dan Reem Kamal Nabhan Abu Maeliq. Keduanya berpulang menjemput syahid.

Kondisi kerusakan rumah warga gaza yang terkena serangan bombardir Zi*nis Isr**l (Sumber: DT Peduli)

Jejak Pengabdian Huda

Huda bukan sekadar relawan bagi DT Peduli. Ia adalah sosok pengajar yang dengan telaten dan penuh keikhlasan membimbing para santri di Baitul Qur'an DT Gaza. Sementara itu, Reem Kamal Nabhan Abu Maeliq merupakan orang tua dari salah satu santri yang menimba ilmu di tempat yang sama. Kepergian keduanya menyisakan kesedihan mendalam bagi mereka yang mengenal dedikasi dan kebaikan mereka.

Kepedihan terpancar jelas dari sahabat dan pengurus Masjid DT Gaza. Ustadzah Wafa, salah satu pengurus Masjid DT Gaza, mengaku masih sulit sepenuhnya percaya kenyataan pahit tersebut terjadi.

"Jujur, kami sampai saat masih belum percaya pada berita tersebut," ungkap Ustadzah Wafa saat dihubungi oleh Kevin Akbar Pramadiva, Staf Overseas DT Peduli, sesaat setelah kejadian.

Di tengah suasana penuh haru, doa terus dipanjatkan. Syaikh Yasin, Imam Masjid DT Gaza, memohonkan rahmat Allah SWT bagi kedua syuhada.

Huda Khaled Arar Abu Maeliq, Pengajar di Baitul Quran DT Peduli Gaza, menjadi salah satu korban terbaru dari serangan Zi*nis Isr**l (Sumber: DT Peduli)

"Semoga Allah melimpahkan kasih sayang kepada keduanya. Tiada penolong selain Allah," ucap Syaikh Yasin dengan penuh keteguhan.

Doa dan Kepedulian

Lokasi rumah yang dihantam bom dengan Masjid DT Gaza yang lumayan dekat menjadikan situasi di sekitar area tersebut kian rawan. Kevin menjelaskan bahwa tim terus memantau perkembangan situasi. Ia memohon doa agar kondisi segera kondusif sehingga bantuan kemanusiaan dapat disalurkan tanpa hambatan.

"Masjid DT Gaza relatif aman. Semoga situasi di sana bisa memungkinkan kita untuk menyalurkan bantuan," ujar Kevin.

Kehilangan ini turut dirasakan secara mendalam oleh pimpinan DT Peduli di tanah air. Direktur DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyampaikan ungkapan duka cita atas gugurnya relawan dan orang tua santri Baitul Qur'an Masjid DT Gaza.

"Innalillahi Wa innali ilaihi rajiun, kami turut berduka cita atas syahidnya relawan kami di Masjid DT Gaza, Huda Khaled Arar Abu Maeliq. Beliau adalah salah satu yang berjuang mengajarkan ilmunya untuk para santri Baitul Quran Masjid DT Gaza. Kami, terutama para santri dan masyarakat sekitar Masjid DT Gaza sangat kehilangan," tutur Jajang.

Jajang juga menyampaikan belasungkawa atas syahidnya Reem Kamal Nabhan Abu Maeliq. Wafatnya Reem juga menjadi kehilangan besar bagi keluarga Baitul Qur'an sebagai orang tua salah seorang santri.

Jajang turut mengajak masyarakat untuk mendoakan kedua syuhada agar Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya dan mempertemukan mereka kembali bersama keluarga di surga. Ia juga memohon doa bagi seluruh rakyat Palestina, khususnya di Gaza, agar senantiasa diberikan kekuatan dan kemenangan.

Reem Kamal Nabhan Abu Maeliq, Orang Tua Santri Baitul Quran DT Peduli Gaza, menjadi salah satu korban terbaru dari serangan Zi*nis Isr**l (Sumber: DT Peduli)

"Semoga keduanya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan kita semua di surga kelak. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat. Semoga Allah terus memberikan kekuatan dan kemenangan kepada Palestina, khususnya di Gaza," ucap Jajang.

Di tengah duka yang kembali menyelimuti Gaza, Jajang menegaskan komitmen DT Peduli untuk terus mendukung dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.

"Insya Allah DT Peduli terus berkomitmen untuk terus mendukung dan menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita semua di Palestina. Mohon doakan kami, DT Peduli, agar amanah dan istiqamah," pungkasnya. (Agus ID)