Keberhasilan Saya dalam Mengontrol Media Sosial

Mahasiswa universitas pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Marlia Sri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial adalah jaringan yang dirancang untuk menyalurkan pertemanan dan informasi secara online lebih cepat. Di dunia modern saat ini, jaringan sosial terutama mengontrol kontinum ruang sosial manusia. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial telah disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Berselancar di media sosial seperti bermain di dunia fantasi. Semua tayangan yang dikandungnya dapat digunakan sebagai referensi.
Namun, media sosial tidak dapat memisahkan sisi negatifnya. Tidak hanya kesehatan mental, dampak yang bisa ditimbulkan ketika membaca media sosial secara rutin adalah kekacauan dalam berpikir. Saya adalah contoh utama yang telah menyaksikan bagaimana kewarasan dan semangat saya terguncang oleh media sosial. Ketenaran menjadi tolak ukur kepribadian, kehilangan jati diri dan menjadi malas.
Saya tahu bahwa kewarasan dan semangat saya mulai menurun karena terlalu banyak bermain di media sosial. Saya mencoba membatasi bacaan saya di media sosial dengan mematikan notifikasi dan menetapkan batas waktu. Sangat penting untuk menyadari kemungkinan pengendalian diri sebelum menggunakan media sosial, karena dapat membantu kesehatan mental dan emosional untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih realistis. Mengatur waktu bermain di media sosial bisa menjadikannya sebagai solusi untuk membatasi diri agar tidak kecanduan.
Keberhasilan saya dalam mengontrol media sosial dipengaruhi oleh kewaspadaan dan kesadaran pikiran. Saat ini, kesehatan dan semangat saya berangsur-angsur membaik. Saya mampu menerima diri saya apa adanya, tidak lagi membandingkan diri saya dengan orang lain, dan menikmati hidup yang lebih harmonis dengan orang-orang di sekitar saya.
Dengan menggunakan media sosial secara bijak, kita dapat terhindar dari gangguan mental dan berpikir yang dapat menghambat kelangsungan hidup. Orang yang bisa mengendalikan diri dengan bermain di media sosial tentu akan memiliki kehidupan yang lebih bahagia daripada mereka yang terlalu sering bermain di media sosial. Media sosial bisa berdampak positif jika kita bisa mengendalikannya dengan baik atau sebaliknya berdampak negatif jika kita rutin memainkannya.
