Selayang Pandang Sanggar si Jampang

Mahasiswa universitas pamulang
Tulisan dari Marlia Sri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semenjak berdiri pada tahun 2010 lalu, Sanggar si Jampang Semanan masih tetap eksis dan kokoh berdiri di tengah ibukota Jakarta, tepatnya di daerah Semanan, Jakarta Barat. Nama “Si Jampang” ini terinspirasi dari tokoh Betawi yang sangat terkenal pada zamannya.
Tujuan awal didirikannya sanggar ini bermula dari resahnya Amirudin, pemimpin sanggar si Jampang terhadap perkembangan zaman. Amirudin takut akan runtuhnya kebudayaan Betawi di Jakarta ini. Dengan ilmu yang didapat secara turun temurun, dan juga dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat sekitar, membuat beliau bertekad untuk melestarikan budaya Betawi, salah satunya dengan mendirikan Sanggar si Jampang.
Dalam Sanggar si Jampang, banyak sekali hal menarik, seperti banyaknya aliran dalam pencak silat; Beksi, Pukul Kera, Siklun Betawi, dan Macan Terbang. Tak hanya pencak silat, di sanggar ini pun terdapat banyak kesenian betawi seperti Marawis, Lenong Betawi, Ondel-ondel, dan Palang Pintu.
“Alhamdulillah untuk saat ini, selama 12 tahun sanggar si Jampang ini berdiri sudah banyak mengalami kemajuan. Jika dilihat dari perkembangannya pun, budaya Betawi sudah mulai banyak yang melestarikan, jadi tidak akan tertinggal dari budaya-budaya lain khususnya di daerah Jakarta dan Tangerang,” ujar Amirudin, pimpinan Sanggar si Jampang Semanan, pada 31 Maret 2022.
Kegiatan yang dilakukan oleh Sanggar si Jampang sangat positif dan dapat memjadi daya tarik terhadap masyarakat luar. Hal itulah yang membuat Sanggar si Jampang dapat diterima dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari warga sekitar.
Syarifudin, salah satu warga sekitar yang tinggal di daerah tersebut menyatakan “Saya sangat senang dengan adanya sanggar si Jampang ini. Karena dengan adanya sanggar ini, para pemuda di sini menjadi terarah dan juga lebih cinta terhadap budaya, mereka tidak hanya menghabiskan masa mudanya untuk berfoya-foya. Apalagi kegiatan yang dilakukan sanggar ini sangat positif dan menjadi patokan tingkah laku masyarakat di sini. Itulah yang membuat masyarakat di sini nyaman dengan berdirinya sanggar si Jampang ini. Dan memilih Amirudin sebagai ketua RT di sini.”
Selain itu, Amirudin juga bercerita tentang Sanggar si Jampang yang telah menorehkan segudang penghargaan baik itu festival, lomba lokal maupun lomba nasional. “Saya pernah menjuarai festival tingkat provinsi Banten itu juara 3, pernah pula saya lomba di al-Kamal itu mendapat juara umum untuk tingkat lokal,” katanya.
Kini, Sanggar si Jampang sudah membuka banyak cabang di daerah Jakarta dan Tangerang, karena syarat masuknya tidak macam-macam untuk saat ini, Sanggar si Jampang telah memiliki puluhan anggota.
Sebelum menutup wawancaranya, Amirudin memberikan saran kepada masyarakat terutama para pemuda di Jakarta agar lebih memerhatikan kebudayaan Betawi. “Saran saya untuk para pemuda Betawi, daripada kalian nongkrong, main gitar di jalan, bahkan sampai narkoba lebih baik bergabung bersama Sanggar si Jampang dan latihan bersama. Kita mengembangkan budaya Betawi baik itu silat, palang pintu, marawis dan lain sebagainya,” ucap Amirudin menutup pembicaraan.
