Konten dari Pengguna

Stres Belajar UTBK: Antara Tekanan dan Harapan Masa Depan

Marly harta Surya

Marly harta Surya

Mahasiswa Administrasi publik Universitas Sriwijaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Marly harta Surya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tekanan ujian masuk perguruan tinggi sering memicu kecemasan berlebih pada siswa, namun dapat dikelola dengan strategi yang tepat.

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sering kali menjadi momen yang paling menegangkan bagi siswa kelas 12. Tidak hanya karena tingkat kesulitannya, tetapi juga karena UTBK dianggap sebagai penentu masa depan. Tekanan untuk mendapatkan skor tinggi, ekspektasi dari orang tua, serta persaingan yang ketat membuat banyak siswa mengalami stres selama masa persiapan.

Ilustrasi pelajar laki-laki yang mengalami stres dan tekanan saat mempersiapkan UTBK di tengah tumpukan materi belajar dan tuntutan akademik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelajar laki-laki yang mengalami stres dan tekanan saat mempersiapkan UTBK di tengah tumpukan materi belajar dan tuntutan akademik.

Stres belajar UTBK biasanya muncul dalam berbagai bentuk, seperti sulit fokus, kelelahan mental, hingga rasa cemas yang berlebihan. Tidak sedikit siswa yang merasa takut gagal, bahkan sebelum ujian dimulai. Padahal, kondisi ini justru dapat mengganggu performa belajar dan menurunkan kepercayaan diri.

Di sisi lain, stres sebenarnya merupakan hal yang wajar. Dalam kadar tertentu, stres bisa menjadi pendorong untuk belajar lebih giat dan disiplin. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, stres justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan mental dan fisik.

Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mengenali batas diri dan menerapkan strategi belajar yang sehat. Mengatur waktu istirahat, menjaga pola tidur, serta tidak membandingkan diri dengan orang lain adalah langkah sederhana yang bisa membantu mengurangi tekanan. Selain itu, dukungan dari lingkungan sekitar, seperti keluarga dan teman, juga sangat berperan dalam menjaga kondisi psikologis siswa.

Pada akhirnya, UTBK hanyalah salah satu jalan menuju masa depan, bukan satu-satunya penentu keberhasilan hidup. Setiap individu memiliki jalannya masing-masing, dan keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh satu ujian saja.