Konten dari Pengguna

Manfaat Daun Pepaya: Solusi Alami untuk Atasi Hama Tanaman

Marnia Toding

Marnia Toding

Anggota Kelompok 10 KKN Bina Desa 2025. Mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman

·waktu baca 4 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Marnia Toding tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini, semakin banyak orang yang khawatir dengan dampak penggunaan pestisida kimia terhadap kesehatan dan lingkungan. Karena itu, solusi yang lebih alami dan aman mulai banyak dicari. Salah satu alternatif yang cukup menarik adalah pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida alami. Selain mudah didapat, daun pepaya juga punya kandungan senyawa aktif yang bisa membantu mengendalikan hama tanpa mencemari lingkungan. Berangkat dari kepedulian terhadap penggunaan bahan kimia dalam pertanian, saya melaksanakan program kerja individu KKN berupa “Sosialisasi Pemanfaatan Daun Pepaya sebagai Pestisida Alami” di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat serta cara pembuatan pestisida alami dari daun pepaya, sekaligus mendorong warga sekitar Tanah Datar agar mulai beralih menggunakan pestisida yang lebih ramah lingkungan dalam kegiatan pertanian maupun berkebun.

Kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida alami telah dilaksanakan sebanyak dua kali di dua lokasi berbeda. Pertama, pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, bersama ibu-ibu Desa Tanah Datar, Dusun Selatan. Sosialisasi ini dilaksanakan setelah kegiatan senam pagi yang rutin dilakukan warga, sehingga suasananya santai namun tetap penuh semangat. Kegiatan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Juli 2025, bersama dengan Kelompok Tani dalam Program PPM Pertamina Sangatta Field – Lapangan Semberah kolaborasi dengan KKN Bina Desa Universitas Mulawarman.

Kegiatan sosialisi bersama warga Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan sosialisi bersama warga Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sebelum sesi praktik dimulai, saya terlebih dahulu menjelaskan kepada warga tentang apa itu pestisida alami. Secara sederhana, pestisida alami adalah bahan pengendali hama yang berasal dari sumber hayati, seperti tumbuh-tumbuhan atau bahan organik lainnya. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah daun pepaya. Daun ini ternyata mengandung berbagai senyawa aktif, seperti papain, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang semuanya bersifat toksik bagi serangga dan hama tanaman. Tak hanya itu, saya juga memperkenalkan bawang putih sebagai bahan tambahan. Kandungan senyawa antimikroba dan anti-insektisida yang membuat bawang putih efektif untuk mengusir hama dan jamur tanaman. Kombinasi antara daun pepaya dan bawang putih ini terbukti ampuh sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Setelah sesi pengantar, kami pun beranjak ke praktik langsung pembuatan pestisida. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah didapat, yaitu:

• 5 lembar daun pepaya segar

• 2 siung bawang putih

• 1 liter air

• Blender atau alat tumbuk

• Ember atau wadah

• Saringan

• Botol semprot (saya menggunakan botol parfum bekas yang sudah dicuci bersih)

Cara pembuatannya cukup sederhana: daun pepaya dan bawang putih dicuci bersih, dipotong kecil, lalu dihaluskan dengan blender atau ditumbuk. Setelah itu dicampur dengan air dan didiamkan selama 12–18 jam. Larutan ini kemudian disaring dan dimasukkan ke dalam botol semprot untuk siap digunakan.

Saya juga menjelaskan cara penggunaannya, yaitu cukup disemprotkan ke bagian daun dan batang tanaman. Waktu terbaik untuk menyemprot adalah pagi atau sore hari, dan bisa dilakukan setiap 3 hari sekali. Pestisida ini paling baik digunakan dalam waktu 2–3 hari setelah dibuat dan sebaiknya disimpan di tempat sejuk.

Untuk memudahkan warga, saya membagikan pamflet berisi panduan praktis pembuatan dan penggunaan pestisida alami ini. Bahkan sehari sebelum sosialisasi, saya sudah menyiapkan pestisida jadi, yang kemudian kami aplikasikan langsung ke tanaman bersama-sama. Beberapa warga turut mencoba menyemprotkan cairan tersebut ke tanaman secara langsung, praktik ini ternyata cukup menyenangkan dan membuat suasana jadi lebih interaktif.

Sebagai penutup kegiatan, pestisida yang telah dibuat juga saya bagikan kepada warga. Tak disangka, antusiasme warga begitu besar. Banyak yang berebut ingin membawa pulang cairan pestisida alami tersebut. Dari sini saya menyadari bahwa pendekatan sederhana dan praktis seperti ini sangat efektif untuk mengajak masyarakat beralih ke pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuktikan bahwa solusi pertanian yang ramah lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Melalui pemanfaatan daun pepaya dan bawang putih sebagai pestisida alami, masyarakat diajak untuk lebih mandiri dan kreatif dalam merawat tanaman tanpa harus bergantung pada bahan kimia. Harapannya, langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar menuju pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan bersahabat dengan alam. Yuk, mulai beralih ke cara alami dan lebih peduli pada lingkungan!

"Mudah, murah, dan ramah lingkungan. Ayo buat pestisida alami sendiri di rumah!"