Angkat Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Latih Warga Racikulon Produksi Abon Nila

Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Marsha Bintang Pertiwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melihat potensi ikan nila sebagai komoditas unggulan Desa Racikulon yang belum dimanfaatkan secara optimal, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga menyelenggarakan program kerja “Pelatihan Pengembangan Produk UMKM melalui ABON NILAKU (Abon Nila Lokal Kualitas Unggul).” Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis sumber daya lokal. Pelatihan dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) bertempat di Balai Desa Racikulon dengan sasaran utama masyarakat Desa Racikulon yang berminat pada pengolahan hasil perikanan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan potensi ikan nila sebagai sumber daya unggulan desa yang dapat dikembangkan menjadi produk UMKM lokal.
Pelatihan Berbasis Praktik dan Potensi Lokal Penanggung jawab program kerja, Andre Surya Saputra Tambunan, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) menjelaskan bahwa pelatihan dirancang dengan metode praktik langsung agar mudah dipahami oleh peserta. Mulai dari pengenalan bahan, pengolahan ikan, peracikan bumbu hingga proses memasak abon, seluruh tahapan dilakukan bersama-sama. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa ikan nila tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk abon yang tahan lama dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan Angkatan 2023 tersebut.
Dorong Kemandirian UMKM Desa Selama pelatihan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan. Mahasiswa BBK 7 juga mendampingi peserta saat praktik untuk memastikan proses pembuatan abon dapat dilakukan dengan benar dan higienis. Salah satu peserta pelatihan, warga Desa Racikulon, mengaku kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat. “Biasanya ikan nila langsung dijual ke pasar. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi tahu kalau ikan nila bisa diolah lagi dan hasilnya punya nilai jual lebih,” ungkapnya. Program ABON NILAKU ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), melalui penguatan ekonomi masyarakat desa dan penciptaan peluang usaha baru. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Racikulon dapat mengembangkan produk olahan ikan nila secara mandiri dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan UMKM lokal.
