Ibu PKK Cilangkap Belajar Kelola Keuangan di Tengah Kenaikan Harga

Mahasiswi Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Marwati Rahayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta Timur – Ibu PKK Cilangkap diajak cermat mengatur keuangan rumah tangga melalui edukasi literasi keuangan keluarga yang dilakukan mahasiswa Universitas Pamulang di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, pengeluaran yang terencana, serta kebiasaan menabung secara bijak.
Kegiatan yang berlangsung di RPTRA Taman Plas Bambu, Jalan Raya Cilangkap 5, Jakarta Timur, ini diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga dan kader PKK. Melalui program edukasi bertajuk “Jago Atur Uang Dapur, Mahir Hitung Untung Usaha Rumahan”, peserta diberikan pemahaman mengenai cara sederhana mengelola keuangan keluarga agar pengeluaran rumah tangga menjadi lebih terarah dan terkontrol.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengeluaran sehari-hari. Peserta juga diperkenalkan pada langkah sederhana dalam menyusun anggaran rumah tangga, mengatur prioritas pengeluaran, menyisihkan dana tabungan, serta membangun kebiasaan keuangan yang lebih disiplin.
Selain itu, peserta dikenalkan dengan metode pengelolaan keuangan sederhana, seperti pembagian anggaran ke beberapa pos kebutuhan dan metode amplop, yaitu cara mengalokasikan pendapatan berdasarkan kebutuhan tertentu agar pengeluaran tidak melebihi kemampuan keuangan keluarga. Edukasi ini diberikan agar peserta dapat lebih mudah menerapkan pengelolaan keuangan sesuai kondisi ekonomi masing-masing rumah tangga.
Salah satu peserta, Ibu Dawiyah (50), kader PKK RW 05, mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pengelolaan keuangan keluarga tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam menentukan prioritas kebutuhan.
“Sebelumnya saya berpikir mengatur keuangan itu sulit. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami bagaimana cara membagi pengeluaran dan menentukan mana kebutuhan yang lebih penting untuk keluarga,” ujarnya.
Tidak hanya membahas pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk mulai membangun pola pikir yang lebih produktif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Para peserta diajak memahami peluang usaha sederhana berbasis rumah tangga serta pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti menanam kebutuhan pangan sederhana untuk membantu mengurangi pengeluaran harian.
Kegiatan PKM ini mendapat pendampingan dari Desy Purwasih selaku dosen pembimbing yang turut memberikan arahan, motivasi, dan masukan kepada mahasiswa selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi keluarga untuk membantu pengelolaan pendapatan secara lebih bijak, terencana, dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti selama pelaksanaan program berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membantu masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang sehat dan terencana.
