LIKE IT di UNPAM: Pentingnya Literasi Keuangan Digital bagi Mahasiswa

Mahasiswi Ekonomi Syari'ah Fakultas Agama Islam Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Siti Maryam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan edukasi finansial di era digital tidak lagi terasa kaku dan membosankan. Hal tersebut terbukti dari antusiasme ratusan mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) saat menghadiri program edukasi interaktif "LIKE IT" (Literasi Keuangan Inklusif untuk Anak Muda).
Kegiatan yang diinisiasi lewat kolaborasi strategis antara DJSPSK Kementerian Keuangan RI, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini memberikan wawasan berharga bagi generasi muda agar lebih cerdas, bijak, dan sigap dalam mengambil keputusan finansial.
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital seperti menjamurnya financial technology (fintech), investasi berbasis aplikasi, hingga pembayaran nontunai mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga mampu memetakan potensi risiko dan peluang.
Mendorong Generasi Muda Cerdas Finansial
Program LIKE IT hadir untuk membangun fondasi literasi keuangan sejak dini. Lewat pemaparan langsung dari para regulator keuangan nasional, para peserta dibekali pemahaman penting terkait bahaya pinjaman online ilegal, potensi kejahatan siber (cybercrime), hingga strategi memilih instrumen investasi yang legal dan terdaftar.
Langkah ini dinilai krusial agar mahasiswa memiliki ketahanan finansial di tengah gempuran tren gaya hidup konsumtif digital.
Perspektif Mahasiswa Ekonomi Syariah
Partisipasi aktif dari berbagai program studi turut memeriahkan jalannya acara, tak terkecuali mahasiswa dari Ekonomi Syariah UNPAM.
Salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah UNPAM yang berpartisipasi menyampaikan pandangannya mengenai relevansi acara ini terhadap disiplin ilmu yang ditekuninya:
"Acara LIKE IT memberikan perspektif yang sangat kaya bagi kami, khususnya mahasiswa Ekonomi Syariah. Pemahaman dasar literasi keuangan dari empat regulator utama Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS merupakan pondasi awal yang sangat penting sebelum kita bicara skala ekonomi yang lebih luas."
"Secara substansi, prinsip inklusi dan edukasi keuangan digital ini sejalan dengan nilai-nilai Ekonomi Syariah yang mengedepankan transparansi, keadilan, serta kehati-hatian dalam bermuamalah. Melalui kegiatan interaktif seperti ini, kami tidak hanya memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga melihat langsung bagaimana mengintegrasikan prinsip syariah ke dalam ekosistem keuangan digital secara bijak, aman, dan membawa maslahat bagi masyarakat."
Langkah Kecil untuk Masa Depan Cerah
Acara ditutup dengan keseruan diskusi interaktif dan kuis yang menguji pemahaman peserta. Lewat edukasi ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan perencanaan keuangan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, sebagaimana pesan utama yang digaungkan dalam kegiatan ini: Masa depan yang baik dimulai dari keputusan keuangan yang baik hari ini.
