Konten dari Pengguna

Alasan Kenapa Jorginho Harus Jadi Pemain Terbaik Eropa

Aditya wahyudi

Aditya wahyudi

Freelance Writer di rumah

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aditya wahyudi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jorginho ketika mencium tropi Liga Champions. Sumber: Twitter
zoom-in-whitePerbesar
Jorginho ketika mencium tropi Liga Champions. Sumber: Twitter

Kenapa Jorge Luiz Frello Filho alias Jorginho harus jadi pemain terbaik eropa? Saya memiliki alasan yang kuat untuk itu.

Pertama, untuk pertama kalinya sejak 2012, Chelsea mencapai final Liga Champions dan menang. Tahun ini,untuk pertama kalinya sejak 2012 Italia mencapai partai final turnamen besar

Kedua, Chelsea mencatat clean sheet terbanyak (9) dan kebobolan paling sedikit (4) selama kampanye Liga Champions 2020/21. Pelayanan Jorginho memberikan keamanan di depan empat bek Chelsea menjaga pertahanan.

Ketiga, faktanya jika digabungkan Jorginho membuat lebih banyak tekel dan intersep dari pemain Chelsea selama Liga Champions musim lalu. Dia membuat 26 tekel dan 26 intersep. Yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana cara mengoper bola dengan lancar.

Keempat, Selama Piala Eropa 2020 Jorginho adalah pemain Italia yang paling banyak melakukan sentuhan bola, intersep, menguasai bola, melakukan operan, umpan ke sepertiga akhir lapangan lawan, umpan akurat, jarak tempuh di lapangan. Ya, dia adalah denyut nadi tim Azzuri. Bahkan dia melebihi rekan setimnya di Chelsea dalam hal intersep; Jorginho (21) dan N'golo Kante (14). Menjadikannya pemain paling banyak melakukan intersep di Piala Eropa 2020.

Dan jikalau dia gagal mengangkat Piala Eropa 2020 seharusnya tidak perlu khawatir, toh, Luka Modric pun mendapatkan gelar pemain terbaik eropa tanpa harus mengangkat tropi Piala Dunia 2018.

Tidak mengherankan kalau seorang Maurizio Sarri pun mendukung mantan anak buah kesayangannya.

Jika dia memenangkan Piala Eropa 2020, Dia adalah kandidat terkuat untuk memenangkan Ballon d'Or. Dia pemain yang sangat lembut dan itulah mengapa terkadang dia sulit untuk dipahami. Saat aku pergi menukangi Chelsea, kami berhasil merebutnya dari kejaran Manchester City.

Oh, jika itu tidak cukup, sebagai pengingat dia adalah top skor Chelsea musim lalu!. Tidak lupa saya mengingatkan "biar kuat minum Kuku Bima, Roso!" agar stamina terjaga untuk menonton partai puncak Piala Eropa 2020.

Biar kuat minum Kuku Bima, Roso!