PT KCI Berfokus Menambah KRL Rangkaian Panjang untuk Tingkatkan Daya Angkut Hingga 2020

Tulisan dari Masajeng Rahmiasri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
(Suasana di Stasiun Jakarta Kota pada Jumat, 3 November 2017)
Daya angkut adalah tantangan yang masih harus dijawab oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI). Berdasarkan data oleh PT KCI, diketahui bahwa rata-rata penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) pada tahun 2017 mencapai sebanyak 970.000 hingga 1 juta orang per hari. Sementara, perbandingan antara volume penumpang dengan kapasitas daya angkut kereta yang belum seimbang dapat terlihat setidaknya melalui kondisi kereta yang penuh-sesak pada jam-jam sibuk.
Eva Chairunisa, Vice President Corporate Communications PT KCI mengatakan pihaknya masih akan terus berfokus menambah jumlah KRL rangkai panjang untuk mengatasi masalah daya angkut tersebut. Ia menyebutkan bahwa PT KCI menargetkan untuk mencapai pengadaan 20 rangkaian KRL dengan 12 kereta untuk dipakai pada jalur lintas Bogor atau Depok-Jakarta Kota, Cikarang atau Bekasi - Jakarta Kota, Tangerang-Duri, serta Tanah Abang - Rangkasbitung pada Desember 2017. PT KCI juga berencana untuk terus menambah jumlah kereta-kereta dengan rangkaian panjang hingga tahun 2020 mendatang.
"Kita harapkan meskipun perjalanannya tidak bertambah signifikan, perpanjangan dari rangkaian itu menambah kapasitas angkut," ujarnya. Eva menjelaskan bahwa saat ini jumlah perjalanan belum dapat ditambah karena adanya pembangunan-pembangunan infrastruktur yang masih berlangsung, contohnya revitalisasi Stasiun Manggarai.
Selain itu, Eva juga menanggapi mengenai keluhan masyarakat mengenai keterlambatan jadwal kereta. Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak terhindarkan. "Misalnya dulu perjalanan KRL hanya 400, sekarang 918. (..) Kira-kira, dengan kondisi peningkatan dua kali lipat itu akan macet, tidak?" ujarnya sembari menyebutkan bahwa jumlah jalur di Stasiun Manggarai tidak bertambah hingga kini, sementara jalur yang ada dipakai untuk beberapa jenis kereta. "Makanya sekarang Manggarai sedang dibangun," tambahnya.
Eva menjelaskan saat ini pihaknya berusaha menyiasati masalah keterlambatan dengan memberikan informasi posisi kereta secara real-time kepada pengguna aplikasi KRL access. "Karena memang ketepatan jadwal untuk saat ini sulit didapat," ujarnya.
