Konten dari Pengguna

Jadi MC di Acara Manasik, Ini Ceritanya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maula Azzahra Ervita Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulis membawakan acara manasik umrah sebagai MC. (Foto: Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Penulis membawakan acara manasik umrah sebagai MC. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Setelah sebelumnya berkutat dengan video dan desain, kali ini saya mendapat tugas yang sama sekali baru: menjadi MC di acara manasik umrah. Setelah sebelumnya berkutat dengan video dan desain, kali ini saya mendapat tugas yang sama sekali baru: menjadi MC di acara manasik umrah. Acara ini menjadi bagian penting sebelum jamaah berangkat, karena di situlah mereka belajar tata cara ibadah yang akan dijalani di Tanah Suci.

Ditunjuk oleh Teman Sendiri

Saya menjalani magang berempat bersama teman-teman. Suatu hari, mentor magang menyampaikan bahwa pada acara manasik, salah satu dari kami akan menjadi MC. Syaratnya sederhana: siapa saja yang sudah pernah menjadi MC sebelumnya.

Teman-teman saya langsung menunjuk saya, karena saya pernah punya pengalaman menjadi MC. Saya diberi waktu sekitar seminggu untuk bersiap sebelum tampil di depan jamaah.

Persiapan Santai, Tidak Formal

Berbeda dari bayangan saya, persiapan menjadi MC ternyata tidak seberat itu. Saya tidak menghafal naskah atau latihan khusus. Pagi hari sebelum berangkat, saya hanya membaca sekilas susunan acaranya, sekadar memastikan saya paham urutan dan isi acara manasik hari itu.

Mentor magang memang berpesan agar acara dibawakan santai, tidak perlu terlalu formal. Yang penting, MC paham apa yang akan disampaikan ke jamaah. Berbeda dari bayangan saya, persiapan menjadi MC ternyata tidak seberat itu. Saya tidak menghafal naskah atau latihan khusus. Pagi hari sebelum berangkat, saya hanya membaca sekilas susunan acaranya, sekadar memastikan saya paham urutan dan isi acara manasik hari itu.

Mentor magang memang berpesan agar acara dibawakan santai, tidak perlu terlalu formal. Yang penting, MC paham apa yang akan disampaikan ke jamaah. Bagi saya, ini justru menjadi pelajaran tersendiri: bahwa persiapan yang baik tidak selalu berarti persiapan yang rumit, selama inti acaranya sudah dipahami.

Gugup di Awal, Enjoy di Tengah Acara

Begitu berdiri di depan jamaah, rasa gugup sempat muncul. Namun saya teringat pesan mentor untuk membawakan acara dengan santai. Ditambah pengalaman saya yang sudah beberapa kali menjadi MC sebelumnya, rasa gugup itu perlahan hilang, dan saya bisa membawakan acara dengan lebih enjoy. Acara pun berjalan lancar dari awal hingga akhir. Begitu selesai, saya merasa lega. Tidak ada komentar atau catatan perbaikan dari mentor maupun pimpinan, yang bagi saya menjadi tanda bahwa saya berhasil menjalankan tugas ini dengan baik.

Pelajaran yang Didapat

Menjadi MC memberi saya pelajaran yang tidak saya dapat dari mengedit video atau mendesain brosur, yaitu berbicara langsung di depan orang banyak. Pengalaman ini menambah kepercayaan diri saya untuk berbicara di depan umum, sesuatu yang ternyata juga penting dimiliki oleh seorang mahasiswa manajemen.

Perjalanan magang saya belum selesai. Di tulisan berikutnya, saya akan membagikan pengalaman lain selama magang di sini.Dengan ini, tulisan keduamu sudah lengkap dari judul sampai penutup. Kalau mau, saya bisa susun ulang keseluruhannya sekali lagi supaya kamu tinggal salin ke editor.