Tugas Baru Saat Magang: Menjemput Jamaah Pulang Umrah

Saya seorang Mahasiswa aktif Manajemen S1, yang aktif juga mengikuti organisasi kemahasiswaan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Maula Azzahra Ervita Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau di tulisan sebelumnya saya bercerita tentang mengantar jamaah berangkat dan menjadi MC, kali ini saya mendapat tugas baru: menjemput jamaah yang pulang dari umrah.
Menanti di Titik Jemput
Kami menunggu sekitar satu jam sebelum jamaah tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Begitu jamaah datang, kami menyambut dan mengarahkan mereka ke tempat yang sudah kami tentukan sebelumnya, area yang sekiranya sepi di bandara, supaya jamaah bisa duduk dan beristirahat lebih dulu setelah perjalanan panjang.
Suasana Haru Saat Jamaah Tiba
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika jamaah keluar dari pintu kedatangan. Wajah lelah mereka bercampur dengan rasa syukur dan bahagia. Sebagian jamaah bahkan terlihat menahan air mata ketika bertemu keluarga yang sudah menunggu. Melihat momen itu, saya ikut merasakan haru dan sadar bahwa perjalanan umrah bukan sekadar wisata religi, melainkan pengalaman spiritual yang sangat bermakna bagi mereka.
Menata Koper Sebelum Dibagikan
Setelah jamaah duduk beristirahat, koper-koper mereka mulai berdatangan. Sebelum dibagikan, kami menata koper tersebut terlebih dahulu, supaya tidak ada koper yang terlewat atau tertukar saat dibagikan kembali ke masing-masing jamaah
Membuat Vidio Testimoni Sambil Menunggu
Sambil menunggu koper datang, saya dan partner magang memanfaatkan waktu untuk mewawancarai beberapa jamaah. Kami menanyakan testimoni mereka tentang perjalanan umrah bersama SCM, serta kesan dan pesan selama menjalani ibadah. Selain jamaah, kami juga meminta testimoni dari pendamping atau tour leader yang mendampingi rombongan.
Kesan dan Pesan dari Jamaah
Dalam sesi wawancara, banyak jamaah mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan selama perjalanan. Mereka bercerita bahwa pendampingan dari tour leader membuat ibadah terasa lebih tenang dan terarah. Beberapa jamaah lanjut usia juga mengatakan merasa terbantu karena semua kebutuhan mereka diperhatikan dengan baik. Pesan-pesan yang mereka sampaikan menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
Pelajaran yang di Dapat
Dari tugas menjemput jamaah ini, saya belajar bahwa pelayanan yang baik tidak hanya soal hadir tepat waktu, tetapi juga soal ketelitian dan kepedulian. Menata koper dengan rapi, memilih area yang nyaman untuk jamaah beristirahat, hingga menyapa mereka dengan ramah adalah hal-hal kecil yang ternyata sangat berarti bagi orang yang baru menempuh perjalanan panjang.
Saya juga belajar pentingnya kerja sama tim. Selama bertugas, saya dan partner magang harus berbagi peran: ada yang mengarahkan jamaah, ada yang menata koper, dan ada yang menyiapkan wawancara. Tanpa komunikasi yang baik, pekerjaan ini pasti berjalan tidak lancar.
Selain itu, pengalaman mewawancarai jamaah dan pendamping melatih keberanian dan kemampuan komunikasi saya. Awalnya saya sedikit gugup, tetapi setelah mendengar cerita mereka yang tulus, saya jadi lebih percaya diri dan mampu mengajukan pertanyaan dengan lebih natural.
