Kebumen Geopark: Langkah Awal Menuju Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal

Universitas Pendidikan Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Maulana Arrozy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebumen, mendengar nama kota tersebut yang mungkin bisa kita bayangkan dulu adalah sebuah kota dengan tingkat kemiskinan nya yang cukup tinggi, UMR rendah, juga sebuah kota yang tertinggal dan terbelakang. Saat kota kota lain berlomba lomba membanggakan kemajuanya, berlomba lomba meningkatkan kualitas sumber dayanya, kota Kebumen cenderung stagnant dan tidak ada perubahan yang berarti. Hal hal yang selalu muncul dalam benak saya adalah sebenarnya apa yang salah dengan kota ini? apa yang kurang dari kota ini? Dari segi keindahan, kota ini tak pernah gagal dalam menyajikan birunya laut yang dijajari dengan oren matahari di garis pantai, dari segi kebudayaan pertunjukan tari cepet dan menoreng jadi daya tarik utama sebagai hal yang bersifat hiburan dan spiritualitas. Tuhan telah memberikan anugerah terhadap kota ini dengan sebaik baiknya anugerah, lalu cara terbaik untuk kita berterima kasih terhadap tuhan adalah dengan memanfaatkan anugerah tersebut untuk kesejahteraan bersama.
Unesco secara resmi menetapkan Geopark Kebumen sebagai UNESCO Global Geoparks (UGGs) pada Sidang Dewan Unesco ke-221 di Paris, Perancis pada tanggal 2-17 April 2025. Hal ini tentunya memberikan kabar yang sangat menyenangkan kepada seluruh rakyat indonesia, seperti yang kita tahu Geopark sendiri adalah sebuah kawasan yang memiliki nilai geologi dan keanekaragaman alam yang signifikan, di mana pengelolaannya bertujuan untuk melestarikan warisan geologi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan, dan mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
Dengan diresmikanya Geopark Kebumen ini tentunya harapan baru muncul kepada masyrakat daerah, potensi dan kesempatan terbuka untuk mencapai kesejahteraaan yang sesungguhnya, masyarkat lokal harus pintar pintar mencari celah dan peluang yang ada, sektor pariwisata harus dijadikan fokus utama karena mengingat urgensi dan kepentingan yang ada. Peresmian geopark ini membuka peluang baru bagi berbagai sektor ekonomi. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, usaha kecil dan menengah (UKM) di Kebumen, seperti penginapan, restoran, dan penjual kerajinan tangan, akan mendapatkan banyak keuntungan.
Masyarakat lokal tentu berkesempatan untuk terlibat dalam industri pariwisata secara langsung, mereka bisa menjadi pemandu wisata dan penyedia layanan transportasi, sehingga akan meningkatkan pendapatan mereka. Selain dari aspek ekonomi, geopark ini juga berfokus pada pemberdayaan komunitas. Program pelatihan dan pengembangan keterampilan harus dilaksanakan oleh pemerintah dan stakeholder agar bisa membantu masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut wisatawan. Kegiatan seperti pelatihan pembuatan kerajinan tangan dan kuliner khas Kebumen akan mengangkat produk lokal, sehingga nantinya geopark ini tidak hanya sekedar mendatangkan pengunjung tetapi juga memperkenalkan budaya dan tradisi setempat.
Namun disisi lain juga Geopark Kebumen ini menjadi sebuah tanggung jawab yang sangat besar bagi pemerintah dan masyarakat setempat, pelestarian lingkungan tentunya menjadi prioritas. Masyarakat akan dilibatkan dalam program konservasi, seperti menjaga kebersihan taman bumi dan perlindungan terhadap ekosistem lokal. Kesadaran akan pentingnya menjaga alam harus tumbuh, tanggung jawab ini tidak hanya ada pada masyarakat dan pemerintah setempat, namun para wisatawan yang datang juga memiliki peran yang sama penting guna menjaga warisan bumi ini bisa terus ada dan berkelanjutan. Dengan potensi wisata yang besar, keberadaan geopark ini diharapkan tidak hanya membawa keuntungan finansial tetapi juga memperkuat jati diri dan kebanggaan masyarakat Kebumen. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengunjung, Geopark Kebumen akan menjadi simbol keberhasilan dalam pelestarian alam dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.
