Vrejiman: Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun

Penulis Novel, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Tjiandjur
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Isma Maulana Ihsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi beberapa orang mendengarkan lagu itu seperti sebuah meditasi, terapi dari dunia yang rumit dan ruwet. Juga dari rutinitas yang begitu-begitu saja, menjemukan dan memuakan. Bagi sebagian yang lain, musik itu adalah alat untuk perlawanan, mengkritik secara halus hingga kode-kode untuk gebetan. Bagi sebagian kecil yang lain, musik itu haram dan jelas harus dijauhi.
Aku sendiri ada di mazhab bahwa musik itu adalah obat yang ampuh untuk mengatasi kesepian hingga ketakutan menghadapi dunia yang semakin hari makin abu-abu. Kalian lihat perkembangan geopolitik, proxy Iran-Amerika hingga pemberitaan nasional. Semuanya telah menyebabkan asam lambung kita naik sepersekian persen.
Untungnya, ada lagu dari Dongker dan Jason Ranti alias Jeje dengan tajuk 'Disarankan di Bandung'. Lagu ini semacam menjadi mantra lanjutan setelah sebelumnya kita akrab dengan lagu Bongkar dari Iwan Fals, Paman Doblang dari Kentata Takwa atau Kami Belum Tentu hingga Bintang Masa Aksi ala .Feast.
Terutamanya pada lirik: Bajingan, kaparat, baiknya mereka masuk neraka. Ini macam mantra sihir atau doa paling tulus yang kita ucapkan atas suasana pelik kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang semakin hari berada dalam titik nadir peradabannya.
Lihat saja, bagaimana sebuah komedi diseriuskan. Hingga dijadikan headline berita, menjadi topik diskusi di banyak stasiun televisi, tidak sekali atau dua kali melainkan berkali-kali. Beribu kata keluar, tapi lupa pada substansi.
Di sisi lain, isu-isu penting: Pemulihan Sumatera, akses pendidikan, penambangan di Pulau Timur, Geothermal di Cianjur, semuanya seolah lenyap. Dibisukan oleh hal-hal lain yang kurang mendidik.
Tapi, orang-orang selalu berargumen. Kan semua tergantung perspektif. Maka tepatlah ungkapan sebuah quote dari instagram yang kalian sendiri sudah pasti pernah membacanya: Dalam persepktif setan, kesalehan itu sebuah kesalahan.
Dan mari kita kembali ke topik utama saja. Biarkanlah negara ini berjalan sebagaimana adanya. Bukankah negara ini dikepalai oleh seorang yang lebih tua dari kita. Umurku baru 23 tahun, bahkan tidak setengah-setengahnya dengan umur Presiden kita saat ini. Pasti dan tentu serta harus, beliau lebih tahu bagaimana memimpin negara ini.
Bahkan ketika aku belum tahu rasa garam, pemimpin kita sudah menyicipi segala asin-manis kehidupan. Jangan sok tahu, kita masih muda. Kata orang dulu pamali kalau sok-sok'an kasih nasihat buat orang tua. Nanti kewalat karena kelewatan.
Biarlah kita doakan semoga para pemimpin mendapat berkat dan karuniaNya. Atau paling tidak, jiwa kesenian mereka sedikit tumbuh sehingga jika memang musik adalah obat semoga mereka segera sembuh.
Berbicara soal musik. Aku punya saran lagu yang harus kalian dengar minimal sekali dalam seumur hidup. Sekali saja, karena bahkan sebelum kalian meninggal, dalam tujuh menit terakhir otak memutar kembali segala kenangan saat sakaratul maut. Lagu ini akan berputar sebagai soundtrack. Seperti dalam menit-menit akhir film Sore: Istri dari Masa Depan. Kalian tahu kan adegan fenomenal itu?.
Ada dua lagu yang harus kalian putar. Kalau perlu, sekarang juga kalian putar. Keluar dari browser lanjut ke spotify atau aplikasi lain yang serupa. Dua lagu ini punya karakteristiknya tersendiri dan akan cocok di segala situasi, kecuali situasi peperangan. Mana ada orang mau denger musik pas saling tembak-tembakan?.
Apalagi situasinya macam Indonesia hari ini, tatkala kalian butuh hiburan dan tentunya sedikit ketenangan dari prahara duniawi ini. Lagu ini akan menemanimu dalam jejak dan pikirmu. Tak berlebihan, kau coba saja dulu. Nanti komen dan ceritakan di bawah ya!.
Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan dari Payung Teduh
Ada banyak lagu tentang tema perempuan, percintaan dan lain sebagainya. Tapi, ini lain dari yang lain. Bukan untuk menggombal pasangan apalagi gebetan, setidaknya begitu kata Mas Istiqamah Djamad dalam salah satu siniar bersama Soleh Solihun.
Tapi, lirik, nada dan suara merdu vokalisnya membius sesiapapun dalam petikan pertama gitarnya. Ketika masuk bagian lirik awal, maka lenyap sudah segala prahara dan kebimbangan dunia.
Banyak dari pendengar terhipnotis dengan penggalan lirik: sedikit cemas banyak rindunya. Ini sih, memang puitis, sangat puitis. Cocok bagi kalian yang memang ingin menggombal pasangan.
Walaupun bagiku ada lirik lain yang lebih magis di dengar: kadang juga ia takut, tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya. Ini lirik magis yang ku maksud. Dalam tafsiranku, bolehkan aku menafsir? meskipun bukan ahli tafsir macam imam-imam itu.
Dalam lirik di atas aku menemukan pemaknaan tentang, katakanlah, seorang pendosa yang kerap malu untuk kembali berpapasan denganNya. Padahal, mungkin Dia telah merindukanmu. Jika rumah adalah bagian dari anggota keluarga yang turut menangis saat kau bersedih dan berjingkrak bahagia tatkala kau mendapat kebahagiaan.
Maka, rumah ibadah; masjid, gereja, vihara dan lain semacamnya adalah bagian dari hatimu yang ikut rindu saat kau kehilangan sesuatu dan juga turut senang saat kau menemukan kembali sesuatu yang kau inginkan.
Aku sedang tidak bermanis-manis, ini hanya yang aku rasakan. Jika kau merasakan sesuatu yang lain. Itu bagus, kita bisa berbagi perspektif yang lebih luas di kolom komen. Dan ya, kalian tahu, rasa malu itu hadir bukan karena kita sudah jauh tak pulang melainkan kita merasa tak pantas.
Padahal sejak kapan cinta sejati selalu membuat kita merasa tak pantas? tak pernah ada dan tidak mungkin ada. Cinta sejati akan memelukmu, erat, lebih erat dari yang kau inginkan, lebih hangat dari yang kau ingat.
Lalu: Di malam hari menuju pagi, sedikit cemas, banyak rindunya. Adalah ungkapan lain jika momen-momen spiritual memang kerap datang pada malam hari. Aku pun menulis ini pada malam hari, menjelang ramadhan, di penghujung sya'ban. Bayangkan, sebentar lagi mungkin aku bakal jadi ustaz. Dan kalian harus jadi pengikutku ya? macam Mama Gufron nanti ceramahku.
Biar aman saja kayak dia. Soalnya ulama-ulama lain yang tidak menyepelekan Al-Qur'an, tiada menistakan agama lain, berdakwah sesuai dengan tuntunan Sunnah kerap dikriminalisasi. Tapi yang jelas-jelas melecehkan ajaran Tuhan dibiarkan begitu saja. Ini menurut keyakinan saya saja. Semoga salah.
Vrejiman dari Sore
Lagu selanjutnya adalah dari Sore. Vrejiman adalah lagu kedua yang menurutku wajib kalian dengar minimal sekali dalam seumur hidup. Bukan hanya karena liriknya magis dan penuh kehororan tentang segala hal yang bisa kalian pahami saat mendengarnya, juga karena ketukan drum, petikan gitar serta bass yang mengirinya terasa bagai tarian semesta yang memberi kedamaian.
Nasibmu indah di sana / melukiskan praha. Adalah ungkapan paradoks-kontradiksi yang kalian temui dalam lirik Vrejiman ini. Sebuah ungkapan yang absurd tetapi punya maknanya tersendiri.
Pas masuk lirik: Preman kudisan di alam bahagia, melupakan neraca sang kodrat, adanya...
Ini bikin perasaan hanyut lebih jauh. Menciptakan momen puitik yang manis. Ditambah, jika Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan memiliki keindahan instrumen yang lebih indah saat intro, lagu ini punya daya ledak yang sendu namun menggetarkan hati di akhir lagu.
Ini bukan peres. Tapi, kenyataannya memang begitu. Lagu ini bagiku jelas membicarakan tentang kehidupan yang fana dan menyebalkan ini. Dengan sentuhan khas ala Sore; intim, hangat juga indah bagai langit saat tak hujan menjelang maghrib.
Lagu-lagu ini setidak dan sekurangnya harus kalian dengar minimal sekali dalam seumur hidup. Memang ini subjektif saja, tafsiran dan rekomendasiku. Menyesuaikan preferensi musikku sendiri.
Kalian tentu punya versi terbaik kalian sendiri. Tapi, jika kalian menganggap versiku rendahan aku berdoa semoga Allah SWT mengkaruniakan telinga kalian untuk mendengar hal-hal yang indah, macam dua lagu ini. Terima kasih. Salam hangat!.
*Rencananya tulisan ini akan dibuat seri saat Ramadhan. Macam curhat begitu, terapi kesepian dan kesenduan. Besok-besok kita bahas persoalan lain. Misalnya cara jatuh cinta, tutorial rindu yang benar atau kiat-kiat ternak lele dan hidup sukses menjadi ASN. Apapun, asal kalian senang.
