Lendir Bekicot sebagai Alternatif Penyembuhan Luka Ringan

Mahasiswa Kedokteran Universitas Islama Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari MAULANA IHZA MAHENDRA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di antara teman-teman pasti suka bermain, kan? Pastinya iya, karena bermain merupakan hal yang sangat asyik, apalagi bagi anak kecil. Kemudian pasti teman-teman pernah sampai kecelakaan saat bermain hingga terluka, kan? Bagaimana tidak? kecelakaan tidak bisa lepas dari permainan. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi saat kecelakaan : membersihkan luka, mengobati luka dengan sesegera mungkin, hentikan perdarahan dan pemberian antiseptik. Dalam proses penyembuhan luka ringan kita bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai pengobatan, seperti daun binahong dan juga lendir bekicot.
Tapi, teman-teman tahu enggak sih? Bekicot ternyata sudah lama digunakan sebagai alternatif penyembuh luka ringan oleh para kakek nenek kita dahulu. Sungguh sangat mengesankan.
Penasaran kan, bagaimana lendir bekicot bisa digunakan sebagai alternatif penyembuh luka ringan? Bagaimana proses penyembuhan luka? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
Bekicot atau Achatina fulica sering kita dapatkan disekitar lingkungan kita, baik di halaman rumah, tepi jalan, selokan, dan di persawahan serta perkebunan. Ternyata keberadaan Bekicot yang sangat mudah dicari memiliki manfaat dalam penyembuhan luka ringan. Kandungan protein pada lendir Bekicot memiliki peran dalam regenerasi sel, zat Glycosaminoglycan pada lendir bekicot memiliki potensi mempercepat proses penyembuhan luka.
Tapi, teman-teman tahu enggak sih? Di beberapa daerah, Bekicot atau Achatina fulica secara turun temurun telah banyak digunakan sebagai obat alternatif pengobatan penyakit ringan. Bahkan, masyarakat meyakini bahwa lendir dan daging bekicot bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit seperti sakit gigi, penyakit kulit, luka ringan, dan gatal-gatal. Masyarakat meyakini kandungan zat analgesik, antiseptik, dan anti mikroba pada lendir bekicot yang tersebar pada tubuh bekicot memiliki manfaat sebagai pembersih benda asing dan pembasmi bakteri.
Temen-temen! Perlu kita ketahui, umumnya pada proses penyembuhan luka melalui empat tahap, (1) Hemostasis (penghentian darah), (2) Inflamasi (proses peradangan), (3) Proliferasi (pembentukan jaringan baru), (4) Maturasi (pematangan jaringan). Dari keempat tahap tersebut tahapan proliferasi berperan sangat penting, apabila fibroblast yang dihasilkan semakin banyak, maka jumlah serat kolagen semakin banyak dan dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Beberapa penelitian membuktikan bahwa lendir bekicot berpengaruh pada pembentukan fibroblast.
Dari hasil pemaparan beberapa peneliti dapat dibuktikan bahwa tradisi pengobatan menggunakan bahan alami salah satunya lendir bekicot secara turun temurun dapat digunakan untuk penyembuhan luka yang baik dan mudah dalam mengaplikasikannya.
Bagaimana teman-teman bisa mendapatkan lendir bekicot untuk mengobati luka ringan?
Mudah banget teman-teman! Bekicot mengeluarkan lendirnya dari selaput lendir atau kelenjar mukosa yang ada di bawah mulut pada kaki bagian depan setiap saat untuk perlindungan diri dari serangan, sehingga teman-teman tidak perlu bersusah payah mengeluarkan lendir bekicot.
Tahukan teman-teman! Selain bisa digunakan sebagai alternatif penyembuh luka ringan, kandungan lendir bekicot juga bisa digunakan untuk perawatan kulit.
Jadi tunggu apa lagi, untuk teman-teman yang sedang dalam keadaan darurat bisa memanfaatkan lendir bekicot sebagai alternatif penyembuhan. Mari kita manfaatkan lingkungan sekitar kita dengan baik.
Daftar Pustaka :
1. MacKay, Douglas J, and Alan L Miller. 2003. “Nutritional Support for Wound Healing.” 2003.
2. Purnasari, Perez Wahyu, Dina Fatmawati, and Iwang Yusuf. 2012. “Pengaruh Lendir Bekicot (Achatina fulica) terhadap Jumlah Sel Fibroblas pada Penyembuhan Luka Sayat” 4 (2): 9.
3. Kumar, V., Abbas, A. K., & Aster, J. C. (2015). Robbins and Cotran pathologic basis of disease (Ninth edition.).
