Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Setan Kredit: Psikologi di Balik Adiksi Pembelian dengan Kredit
31 Maret 2025 8:21 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Maulana Kasetra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mengapa pembelian dengan kartu kredit dan opsi pay later terasa begitu mudah, menyenangkan dan adiktif? Ini bukan soal disiplin, melainkan sistemnya sudah dirancang untuk mengeksploitasi kita secara psikologis.
ADVERTISEMENT
Efek Dopamin dan "Pain of Buying"
Membayar secara tunai mengaktifkan bagian otak pregenual anterior cingulate cortex yang berfungsi untuk memproses rasa sakit. Proses ini dikenal dengan istilah psikologis “pain of buying”.
Sedangkan skema "beli sekarang, bayar nanti" memisahkan rasa kesenangan berbelanja dari rasa sakit kehilangan uang.
Saat menggesek kartu kredit atau mengeklik tombol pay later, otak melepaskan dopamin — zat yang terkait dengan kesenangan dan kepuasan. Gratifikasi instan inilah yang membuat kita terus membeli tanpa berpikir panjang.
Bahasa Pemasaran yang Menggiurkan
Perusahaan kredit merancang bahasa pemasaran yang membuat utang terasa seperti peluang dan keuntungan, bukan beban finansial.
Kata-kata seperti "Selamat! Aplikasi Anda Telah Disetujui!" memberi ilusi pencapaian yang membuat kita merasa istimewa, padahal pada momen itulah beban utang dimulai. Sementara promosi seperti "Cicilan Ringan" dan "Bunga 0%" membuat utang tampak lebih ringan dan menggiurkan.
ADVERTISEMENT
Strategi lain, seperti "Tingkatkan Limit Anda untuk Kenyamanan Lebih!" serta "Dapatkan Cashback dan Poin Reward!", menawarkan imbalan dan kenyamanan semu yang justru mendorong konsumsi berlebihan tanpa mempertimbangkan konsekuensi finansial yang dapat berujung kepada adiksi.
Stay Calm and Train Your Brain
Menyadari bahwa upaya melepaskan diri dari adiksi ini adalah hal yang sangat sulit dan membutuhkan proses, The Journal of Ecomomic Pyschology menyarankan beberapa cara untuk mulai melatih otak kita agar terhindar dari jeratan beban utang kredit:
ADVERTISEMENT
Dalam suasana bulan suci Ramadan dan Lebaran ini, semoga kita semua dihindari dari godaan setan kredit yang terkutuk. Daripada menghabiskan waktu liburan untuk berbelanja dengan kartu kredit atau pay later, lebih baik menikmatinya bersama keluarga dengan menonton kembali film Setan Kredit Warkop DKI.