LDKM: Belajar Memimpin, Berorganisasi, dan Membangun Kepercayaan Diri

Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari maulida hida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) memberikan saya banyak pemahaman baru tentang kepempimpinan, organisasi, peluang karier, etika, moral, dan kepercayaan diri. Materi yang disampaikan membuat saya menyadari bahwa hal-hal tersebut tidak hanya penting selama masa perkuliahan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan setelahnya.
Dari materi tentang kepemimpinan, saya memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar memberikan arahan kepada orang lain. Seorang pemimpin harus mampu mendengarkan, menghargai pendapat, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab. Menurut saya, kemampuan memimpin juga tidak hanya diperlukan oleh seorang ketua. Setiap orang perlu belajar memimpin, setidaknya memimpin diri sendiri.
Materi tentang organisasi juga membuat saya memahami bahwa organisasi bukan hanya tempat untuk menjalankan kegiatan. Organisasi menjadi ruang untuk belajar bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda. Dari sana, kita dapat belajar menyampaikan pendapat, menyelesaikan masalah, dan menjalankan tanggung jawab.
Menurut saya, pengalaman tersebut juga berkaitan dengan peluang karier. Masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mencoba berbagai hal dan belajar dari kesalahan. Salah satu pemikiran yang saya dapatkan adalah kita perlu menghabiskan jatah kegagalan sebelum memasuki dunia kerja.Melakukan kesalahan dalam organisasi mungkin hanya akan mendapat teguran atau sindiran. Namun, saat sudah bekerja, tanggung jawab dan dampak dari sebuah kesalahan bisa menjadi lebih besar. Karena itu, keberanian untuk mencoba sejak kuliah dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Materi mengenai etika dan moral juga penting bagi saya. Kemampuan memimpin dan berorganisasi harus disertai sikap yang baik. Seseorang tidak cukup hanya mampu mengambil keputusan, tetapi juga harus memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan menghargai orang lain. Menurut saya, kemampuan tanpa etika dapat menjadi masalah jika tidak digunakan dengan baik.
Selain itu, LDKM membantu saya memahami pentingnya kepercayaan diri, terutama saat berbicara di depan umum. Berbicara di depan banyak orang membutuhkan keberanian dan kemampuan untuk menyampaikan pendapat dengan jelas. Saya belajar bahwa percaya diri bukan berarti selalu merasa benar, melainkan berani berbicara, menerima masukan, serta memperbaiki kesalahan.
Bagi saya, LDKM bukan hanya tentang mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga tentang mengambil pelajaran dari setiap materi yang disampaikan. Kepemimpinan, organisasi, etika, moral, kemampuan berbicara di depan umum, dan keberanian untuk mencoba adalah kemampuan yang dapat terus dikembangkan. Semua itu menjadi bekal untuk menjalani perkuliahan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
