Bisnis Punya Rencana, SDM Jangan Sampai Ketinggalan

mahasiswa manajemen universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Maulida Yoga Yudistira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan biasanya punya banyak rencana. Mulai dari meningkatkan penjualan, membuka cabang baru, meluncurkan produk, sampai memperluas pasar. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: siapa yang akan menjalankan semua rencana tersebut?
Jawabannya tentu adalah sumber daya manusia (SDM). Sebagus apa pun strategi bisnis yang dibuat, semuanya tetap membutuhkan orang yang tepat untuk menjalankannya.
Karena itu, perencanaan SDM seharusnya tidak dibuat secara terpisah dari perencanaan bisnis. Keduanya perlu berjalan bersama agar tujuan perusahaan bisa dicapai dengan lebih terarah.
Ketika Rencana Bisnis Bertemu dengan Rencana SDM
Perencanaan bisnis pada dasarnya membahas ke mana perusahaan ingin pergi dan apa yang ingin dicapai. Sementara itu, perencanaan SDM membahas bagaimana perusahaan menyiapkan orang-orang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki target untuk membuka lima cabang baru dalam dua tahun. Target tersebut bukan hanya soal lokasi dan modal. Perusahaan juga harus memikirkan berapa banyak karyawan yang dibutuhkan, posisi apa saja yang harus tersedia, serta keterampilan apa yang harus dimiliki oleh karyawan tersebut. Artinya, ketika bisnis berkembang, kebutuhan SDM juga ikut berubah.
Kalau perusahaan hanya fokus pada target bisnis tanpa mempersiapkan SDM, bisa saja rencana yang sudah dibuat justru mengalami hambatan karena kekurangan tenaga kerja atau kurangnya kompetensi karyawan.
Bukan Sekadar Menambah Jumlah Karyawan
Pengintegrasian perencanaan SDM dengan bisnis bukan berarti perusahaan hanya menghitung berapa banyak karyawan yang harus direkrut.
Yang lebih penting adalah memastikan bahwa orang yang dimiliki perusahaan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Contohnya, perusahaan ingin memperkuat pemasaran digital. Maka perusahaan tidak cukup hanya menambah jumlah karyawan. Perusahaan juga perlu mencari atau mengembangkan SDM yang memiliki kemampuan dalam mengelola media sosial, membuat konten, membaca data, hingga memahami perilaku konsumen.
Dengan begitu, perencanaan SDM benar-benar mendukung arah bisnis, bukan hanya memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Perusahaan Berubah, SDM Juga Harus Berkembang
Dunia bisnis terus berubah. Teknologi berkembang, kebiasaan konsumen berubah, dan persaingan semakin ketat. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mampu beradaptasi.
Perubahan strategi bisnis tentu akan berdampak pada kebutuhan SDM.
Misalnya, sebuah perusahaan mulai menggunakan teknologi digital untuk mempercepat pelayanan. Karyawan yang sebelumnya terbiasa dengan sistem manual perlu mendapatkan pelatihan agar mampu menggunakan teknologi tersebut.
Di sinilah pentingnya pengintegrasian perencanaan SDM dengan perencanaan bisnis. Perusahaan tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan kemampuan SDM untuk menghadapi kebutuhan di masa depan.
SDM Bukan Hanya Biaya, tetapi Bagian dari Strategi
Menurut saya, salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menganggap SDM hanya sebagai biaya perusahaan.
Padahal, karyawan merupakan bagian penting dalam menjalankan strategi bisnis. Ide bisnis yang bagus tetap membutuhkan manusia untuk mengubahnya menjadi sebuah tindakan nyata.
Ketika perusahaan memiliki rencana bisnis yang jelas, tetapi tidak memiliki SDM yang sesuai, maka pelaksanaannya bisa menjadi tidak maksimal.
Sebaliknya, jika kebutuhan SDM sudah direncanakan sejak awal, perusahaan akan lebih siap dalam menghadapi perkembangan bisnis.
Perencanaan yang Terhubung Membuat Bisnis Lebih Siap
Pada akhirnya, perencanaan bisnis dan perencanaan SDM seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu saling terhubung.
Perusahaan perlu mengetahui tujuan bisnisnya, kemudian menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam kebutuhan SDM, mulai dari jumlah tenaga kerja, kompetensi, pelatihan, hingga pengembangan karier.
Dengan cara tersebut, perusahaan bukan hanya memiliki rencana bisnis, tetapi juga memiliki orang-orang yang siap menjalankan rencana tersebut.
Menurut saya, bisnis yang baik bukan hanya bisnis yang tahu ingin pergi ke mana, tetapi juga tahu siapa yang akan membawanya ke sana. Karena itu, ketika perusahaan menyusun rencana bisnis, jangan lupa untuk bertanya satu hal sederhana: “Apakah SDM kita sudah siap?”
