Konten dari Pengguna

Public Speaking di Era Digital: Skill Sederhana yang Penting bagi Mahasiswa

Maulida Yoga Yudistira

Maulida Yoga Yudistira

mahasiswa manajemen universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maulida Yoga Yudistira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi diambil dari ai
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi diambil dari ai

Di era digital seperti sekarang, mahasiswa dituntut bukan hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menyampaikan ide dengan baik. Salah satu kemampuan yang semakin penting adalah public speaking. Kemampuan berbicara di depan orang lain sering dianggap hanya dibutuhkan oleh orang yang bekerja sebagai pembicara, presenter, atau pemimpin. Padahal, dalam kehidupan mahasiswa, public speaking sudah digunakan hampir setiap hari.

Mulai dari presentasi tugas, menyampaikan pendapat dalam diskusi, mengikuti organisasi, melakukan wawancara, hingga berbicara dengan dosen, semuanya membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Karena itu, public speaking seharusnya tidak dianggap sebagai kemampuan tambahan, tetapi sebagai salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan mahasiswa.

Masih banyak mahasiswa yang merasa gugup ketika harus berbicara di depan kelas. Ada yang takut salah, lupa materi, berbicara terlalu cepat, atau bahkan memilih diam meskipun sebenarnya memiliki ide yang bagus. Menurut saya, rasa gugup tersebut merupakan hal yang wajar. Public speaking bukan kemampuan yang langsung dikuasai sejak pertama kali mencoba. Kemampuan tersebut membutuhkan latihan dan pengalaman.

Menariknya, perkembangan teknologi juga membuat kesempatan untuk melatih public speaking semakin luas. Mahasiswa sekarang dapat berlatih berbicara melalui video, podcast, webinar, live streaming, maupun berbagai platform media sosial. Tidak harus langsung berbicara di depan banyak orang. Latihan sederhana seperti merekam diri sendiri ketika menjelaskan suatu topik selama beberapa menit juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri.

Selain meningkatkan kepercayaan diri, public speaking juga berkaitan dengan kemampuan menyampaikan gagasan. Memiliki ide yang bagus tidak akan maksimal jika kita kesulitan menjelaskannya kepada orang lain. Dalam dunia kerja, seseorang mungkin memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik, tetapi tetap perlu mampu menyampaikan ide kepada rekan kerja, atasan, pelanggan, atau masyarakat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa public speaking juga menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia. Mahasiswa sebagai calon tenaga kerja perlu mempersiapkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan komunikasi. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga orang yang dapat bekerja sama, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Menurut saya, cara paling sederhana untuk mulai meningkatkan public speaking adalah dengan berani berbicara. Tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar percaya diri. Justru rasa percaya diri dapat tumbuh setelah seseorang terbiasa mencoba. Mulailah dari hal kecil, seperti aktif bertanya di kelas, menyampaikan pendapat ketika berdiskusi, menjadi presenter kelompok, atau mengikuti kegiatan yang memberikan kesempatan untuk berbicara.

Kesalahan ketika berbicara juga tidak perlu dianggap sebagai kegagalan. Salah mengucapkan kata, lupa materi, atau merasa gugup merupakan bagian dari proses belajar. Semakin sering seseorang mendapatkan pengalaman berbicara, semakin banyak pula hal yang dapat dievaluasi dan diperbaiki.

Pada akhirnya, public speaking bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara atau siapa yang paling percaya diri. Public speaking adalah tentang bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan dengan jelas sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Bagi mahasiswa, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan.

Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja yang semakin luas, mahasiswa perlu mempersiapkan diri bukan hanya dengan nilai akademik, tetapi juga dengan kemampuan berkomunikasi. Karena itu, mulai berlatih public speaking dari sekarang merupakan salah satu bentuk investasi sederhana untuk meningkatkan kualitas diri di masa depan.