Konten dari Pengguna

Ricky Elson dan Cara Membangun Talenta Indonesia dari Mobil Listrik

Maulida Yoga Yudistira

Maulida Yoga Yudistira

mahasiswa manajemen universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maulida Yoga Yudistira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar ilustrasi diambil dari AI
zoom-in-whitePerbesar
gambar ilustrasi diambil dari AI

Ketika membicarakan mobil listrik buatan Indonesia, nama Ricky Elson mungkin tidak asing bagi sebagian orang. Namanya pernah ramai diperbincangkan ketika ia terlibat dalam pengembangan mobil listrik nasional, termasuk Selo dan Gendhis. Namun, perjalanan Ricky Elson sebenarnya tidak hanya tentang menciptakan kendaraan listrik. Ada hal lain yang menarik untuk dilihat, yaitu bagaimana ia membangun dan mengembangkan talenta anak muda Indonesia.

Ricky Elson merupakan seorang teknokrat yang memiliki keahlian di bidang motor listrik. Ia pernah bekerja di Jepang dan berhasil menghasilkan berbagai teknologi yang kemudian dipatenkan. Pada 2011–2012, ia kembali ke Indonesia dan terlibat dalam upaya pengembangan mobil listrik nasional.

Bagi sebagian orang, keberhasilan seorang tokoh mungkin hanya dilihat dari hasil akhirnya. Mobil listrik yang berhasil dibuat, teknologi yang dikembangkan, atau berbagai prestasi yang diperoleh. Namun, Ricky Elson memiliki pandangan yang lebih luas. Ia tidak hanya ingin membuat sebuah produk, tetapi juga ingin menciptakan manusia yang mampu menguasai teknologi.

Hal tersebut terlihat dari aktivitasnya melalui Lentera Bumi Nusantara di Ciheras, Tasikmalaya. Tempat tersebut menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka, terutama dalam bidang teknologi dan energi. Ricky juga menyampaikan bahwa yang ingin dibangun bukan sekadar pabrik, tetapi manusia yang menguasai teknologi kendaraan listrik.

Dari sudut pandang manajemen talenta, apa yang dilakukan Ricky Elson menjadi menarik. Manajemen talenta pada dasarnya bukan hanya tentang mencari orang yang memiliki kemampuan, tetapi juga bagaimana kemampuan tersebut dikembangkan agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Talenta yang bagus tidak selalu langsung terlihat dari prestasi. Ada orang yang memiliki kemampuan tetapi belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, lingkungan belajar, mentor, pengalaman, dan kesempatan untuk mencoba menjadi bagian penting dalam proses pengembangan talenta.

Ricky Elson memberikan contoh bahwa seseorang yang memiliki keahlian dapat berperan sebagai mentor bagi generasi berikutnya. Anak muda tidak hanya diberikan teori, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari permasalahan nyata. Pendekatan seperti ini dapat membuat proses belajar menjadi lebih dekat dengan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.

Menariknya lagi, Ricky tidak hanya berfokus pada teknologi kendaraan listrik. Lentera Bumi Nusantara juga menjadi tempat untuk mempelajari berbagai kegiatan lain seperti energi angin, pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil alam.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan talenta tidak harus selalu dilakukan di ruang kelas. Seseorang dapat belajar melalui pengalaman, lingkungan, kerja sama, dan permasalahan yang dihadapi secara langsung.

Bagi dunia manajemen, kisah Ricky Elson dapat menjadi contoh bahwa talenta merupakan aset yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Sebuah organisasi atau perusahaan tidak cukup hanya memiliki orang-orang pintar. Mereka juga perlu menciptakan lingkungan yang membuat orang tersebut bisa belajar, berinovasi, bekerja sama, dan menghasilkan sesuatu.

Pada akhirnya, cerita Ricky Elson bukan hanya tentang mobil listrik yang pernah menjadi perhatian masyarakat. Lebih dari itu, kisahnya menunjukkan bahwa membangun teknologi juga berarti membangun manusia di belakang teknologi tersebut.

Mungkin sebuah mobil bisa dibuat dalam beberapa tahun. Namun, membangun manusia yang mampu menciptakan teknologi secara mandiri membutuhkan proses yang jauh lebih panjang.

Dan di situlah manajemen talenta menjadi penting: bukan hanya mencari siapa yang paling berbakat, tetapi bagaimana membuat talenta tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masa depan.

Ditulis Oleh:

ADINDA ROSLIANDA ( 231010503285 )

MAULIDA YOGA YUDISTIRA (231010505225)

NAZWA NAIMATUL NAFI'AH (231010503256)