Pengaruh Ketergantungan AI terhadap Pengembangan Soft Skill Mahasiswa

Mahasiswi prodi Sistem Informasi, Universitas Pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Maulidia Mhadza Rabbani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital yang serba memudahkan ini, mahasiswa sudah banyak yang mengenal teknologi. Salah satu yang paling populer yaitu kecerdasan buatan (AI) seperti Chatgpt, dan Google Gemini. Banyak di antara kita yang menggunakan dan memanfaatkan AI untuk mencari referensi, merangkum materi, bahkan sampai mengerjakan tugas kuliah. Hal ini di karenakan terasa lebih efisien, mudah, dan sangat membantu, apalagi saat tugas datang bertubi-tubi.
Namun, tanpa disadari, kebiasaan untuk mengandalkan AI terus-terusan bisa berdampak besar khusunya terhadap perkembangan keterampilan diri kita. Banyak soft skill yang seharusnya bisa berkembang selama masa kuliah justru malah semakin menurun atau bahkan tidak berkembang sama sekali. Padahal soft skill seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan rasa percaya diri adalah aset penting di dunia kerja dan kehidupan sosial.
Dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), mahasiswa diajarkan untuk menjadi warga negara yang cerdas dan juga bertanggung jawab, termasuk dalam penggunaan teknologi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menimbang terlebih dahulu akan ketergantungan kita terhadap ketergantungan kita terhadap AI. Apakah itu mempengaruhi perkembangan kemampuan kita atau tidak, khususnya sebagai generasi muda di era digital saat ini.
Ketergantungan AI di kalangan Mahasiswa
Penggunaan AI di kalangan mahasiswa semain meningkat karena sejumlah alasan. Pertama, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara tugas, kuliah, dan kegiatan lainnya. Sehingga mahasiswa melihat AI sebagai jalan untuk menyelesaikan tugas yang didapat dengan cepat dan efisien. Kedua, beberapa mahasiswa kurang percaya diri dengan kemampuan dirinya sendiri untuk menulis ataupun berpikir kristis, sehingga mereka lebih memilih AI untuk memberikan jawaban yang mereka inginkan. Ketiga, generasi muda terbiasa dengan budaya "instan" sehingga tentu, lebih memilih menggunakan AI karena dianggap cara yang paling mudah.
kebiasaan penggunaan AI semakin mengakar karena AI dapat memberikan jawaban yang cepat dan terstruktur. Akhirnya, mahasiswa menjadi lupa bahwa proses mencari informasi sendiri, membaca, berdiskusi, dan mengalami kesalahan adalah proses penting dalam pengembangan kemampuan mahasiswa.
Dampak Ketergantungan AI pada Soft Skill
Menurun-nya Kemampuan Berpikir Kritis
Untuk dapat beripikir kritis kita membutuhkan kemampuan untuk menganalisis, membandingkan, dan menilai informasi. Kalau setiap kali dapat tugas kita langsung menggunakan jawaban dari AI tanpa memeriksa ulang dulu dan langsung menelan mentah-mentah jawaban itu, kemampuan untuk menganalisis, membandingkan, dan menilai lama-lama akan melemah bahkan menghilang.
Menurun-nya Kreativitas
AI memang hebat, tapi sebagian besar jawaban yang diberikan adalah kombinasi dari pola data yang sudah ada sebelumnya. jika mahasiswa terlalu sering bergantung pada AI, kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan ide baru, berpikir unik, dan mengekspresikan sudut pandang akan menurun. Kreativitas tidak akan berkembang dan tumbuh jika tidak dilatih.
Menurun-nya Kepercayaan Diri
Ketika terlalu sering bergantung pada AI, mahasiswa lama-kelamaan dapat merasa diri mereka tak punya kemampuan untuk menyelesaikan tugas tanpa bantuan AI. Lama-lama rasa percaya diri menurun, mahasiswa takut salah menjawab, bahkan takut menjawab jika tidak ada bantuan jawaban dari AI.
Hubungan-nya dengan Pendidikan Kewarganegaraan
Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya membahas tentang konstutional dan hak-hak warga negara saja, tetapi juga tentang pementukkan karakter yang bertanggung jawab dalam dunia digital. Salah satu aspek penting dalam PKn adalah literasi digital, kemampuan untuk memahami, memanfaatkan, dan menilai informasi yang didapat dari internet.
ketergantungan pada AI tanpa kemampuan literasi digital dapat membuat mahasiswa terjebak dalam informasi yang salah, plagiarisme, dan perilaku akademik yang tidak etis. PKn mengajarkan nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian. Mengandalkan AI tanpa berpikir sendiri bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
PKn juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan global. Mahasiswa dituntut untuk dapat memilah informasi, mengambil keputusan yang tepat, dan bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan. Jika ketergantungan pada AI semakin kuat, pengembangan kemampuan tersebut akan sulit berkembang.
Upaya Mengatasi Ketergantungan pada AI
Pakai AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan pribadi
AI digunakan untuk membantu bukan mengerjakan seluruh proses, misal, untuk mencari sumber inspirasi dan referensi awal, tapi, untuk bagian analisis dan kesimpulan dikerjakan sendiri.
Latih diri untuk menulis dan berpikir mandiri
Biasakan diri untuk terlebih dahulu mengerjakan tugas sendiri sebelum bertanya pada AI. Ini membantu melatih berpikir dan mengembangkan gaya penulisan.
Meningkatkan literasi digital
Biasakan untuk periksa terlebih dahulu kakuratan sebuah informasi, bandingkan informasi yang didapat dari berbagai sumber, dan analisis setiap jawaban dari AI.
Ikut kegiatan yang membantu mengembangkan Soft Skill
Kegiatan seperti organisasi, diskusi kelompok, dan presentasi dapat membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan kepemimpinan. Semakin sering melakukannya, soft skill akan semakin berkembang.
Kesimpulannya, AI memang memudahkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas lebih cepat dan efisien. Namun, kalau terlalu bergantung, justru bisa melemahkan soft skill penting seperti berpikir kritis, berkomunikasi, problem solving. Karena itu, sebagai mahasiswa di era digital ini, kita perlu bijak dan tahu kapan baiknya menggunakan AI.
Dalam PKn kita diajarkan bahwa menjadi warga negara yang baik bukan hanya tentang mematuhi peraturan yang ada, tapi juga tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. AI hanyalah alat, manusia lah yang menentukan hasil akhirnya.
---
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan dosen pengampu Pak Mawardi Nurullah.
