Konten dari Pengguna

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Mengapa Bisa Terjadi

maulidiadlyn

maulidiadlyn

mahasiswa informatika di universitas muhammadiyah surabaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari maulidiadlyn tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi quarter life crisis. sumber:pexels.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi quarter life crisis. sumber:pexels.

Belakangan ini kerap kali muncul istilah "Quarter Life Crisis" di kehidupan sehari hari. Namun, beberapa dari kita mungkin masih belum mengetahui apa itu Quarter Life Crisis dan mengapa bisa terjadi.

Quarter Life Crisis atau krisis seperempat abad adalah fase yang dialami orang orang di usia 18-30 tahun yang merasa bingung, cemas, khawatir akan masa depan dalam hidup akan menjadi teman dalam fase ini.

Quarter Life Crisis biasanya terjadi karena tekanan atau ekspektasi yang terlalu tinggi dari sekitar. Namun, ada juga beberapa faktor yang bisa menyebabkan Quarter Life Crisis, yakni:

1. Krisis Identitas.

Muncul pertanyaan terhadap diri sendiri seperti tentang siapa diri kita, apa mau kita, dan apa yang ingin dicapai.

2. Kecemasan Akan Masa Depan

Cemas terhadap keputusan yang akan dipilih kedepannya sehingga jika dihadapkan dengan pilihan pilihan akan sulit menjawabnya.

3. Perbedaan Sosial

Tekanan dalam lingkungan sekitar dan juga rasa iri terhadap pencapaian teman sebaya juga bisa menyebabkan Quarter Life Crisis.

Wajar jika dalam usia 18-30 tahun mengalami fase ini, akan tetapi banyak cara yang bisa dilakukan agar fase ini tidak berlanjut terus menerus. Berikut adalah cara cara yang bisa diterapkan:

1. Bersyukur

Belajar bersyukur untuk menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri tanpa membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

2. Mencintai Diri

Berusaha untuk mencintai dan menghargai diri sendiri atas pencapaian pencapaian yang telah diraih dan berhenti untuk membandingkan dengan pencapaian orang lain.

3. Eksplor Hal Baru

Mencoba hal-hal baru dapat membantu untuk menemukan bakat yang terpendam. Daripada membandingkan diri terhadap orang lain lebih baik mencoba hal-hal baru yang berarti dan bermanfaat bagi diri sendiri.

Maulidia Dliyaun N.

20241337058