Prokrastinasi? Ini Sebenarnya yang Terjadi pada Otak

Mahasiswa psikologi Universitas Brawijaya
Tulisan dari Putri Maulidiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Prokrastinasi? Kita mungkin pernah mengalami momen yang semula berencana untuk menyelesaikan tugas, tetapi malah berakhir menonton serial drama seharian. Meskipun tumpukan pekerjaan menanti, kita cenderung berpikir, "Nanti saja, deh! Deadline-nya masih lama." Akibatnya, malah keteteran dan membuat kita merasa bersalah.
Sebenarnya, mengapa kita sering menunda-nunda hingga menit terakhir, ya? Yuk, kenalan sama yang namanya prokrastinasi!

Apa Itu Prokrastinasi?
Procrastination atau prokrastinasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku menunda pekerjaan yang semestinya diselesaikan pada waktu tertentu. Sering kali, kita cenderung menunda dan menganggapnya sebagai perilaku yang umum terjadi dikarenakan tidak efisiennya manajemen waktu. Meskipun demikian, ketika perilaku prokrastinasi ini berkembang menjadi kebiasaan dan kita harus menghadapi konsekuensi negatif jangka panjangnya, prokrastinasi dapat menimbulkan berbagai permasalahan, terutama dalam produkitivitas dan kinerja individu.
Mengapa Kita Sering Menunda-nunda?
Banyak orang berpikiran bahwa prokrastinasi terjadi karena rasa malas hingga inkompetensi dalam mengatur waktu, tetapi hal ini ternyata lebih kompleks. Sebuah studi tahun 2022 pada jurnal Nature Communications menyebutkan bahwa, akar penyebab dari kecenderungan kita dalam menunda pekerjaan mungkin terletak pada bias kognitif yang membuat kita meyakini bahwa mengerjakan tugas akan menjadi lebih mudah di esok hari.
Sebenarnya, apa yang terjadi pada diri kita? Mengapa kita sering menunda pekerjaan? Ternyata, ini merupakan hasil dari battle antara korteks prefrontal dan sistem limbik dalam otak kita.
Hampir dua abad yang lalu, seorang pria bernama Phineas Gage selamat dari kecelakaan di mana sebuah pipa besi menembus tengkorak kepalanya dan merusak sebagian besar lobus frontalnya (terletak pada otak bagian depan yang sejajar dengan tulang dahi). Sebelum insiden ini terjadi, Gage dikenal sebagai individu yang baik hati serta seorang ayah yang penyayang. Setelah insiden, Gage bagaikan dua orang yang berbeda, dia menjadi sosok yang agresif, tempramental, dan tidak bisa diandalkan karena sering meninggalkan rencana-rencana yang sudah ia rencanakan sebelumnya. Dikarenakan cedera yang terjadi pada bagian lobus frontal ini, para ilmuwan dapat memahami fungsi utama dari korteks prefrontal yang merupakan bagian penting dari lobus frontal yang dapat memengaruhi kepribadian seseorang.
Korteks prefrontal adalah bagian otak yang memiliki fungsi eksekutif, yaitu kemampuan untuk melakukan kontrol diri, kemampuan kognitif seperti pengambilan keputusan, hingga kemampuan untuk mengatur dan merencanakan sesuatu. Dengan kata lain, korteks prefrontal adalah bagian otak yang membantu kita mengendalikan impuls dalam pengendalian diri. Korteks prefrontal merupakan bagian otak yang paling muda dan belum sepenuhnya berkembang dan sebagai hasilnya korteks prefrontal menjadi lebih "lemah" daripada sistem limbik.
Selain itu, sistem limbik, salah satu bagian tertua dan memiliki porsi dominan dalam otak, yang dikenal sebagai bagian impulsif otak, berperan dalam motivasi dan respon emosional, terutama hal-hal yang berkaitan dengan survival, seperti kebutuhan fisiologis makan hingga respon fight or flight. Jadi, ketika kita merasa bahwa tubuh kita memberi tahu bahwa kita harus kabur dari situasi yang tidak nyaman, itu adalah sistem limbik kita yang sedang berbicara.
Prokrastinasi terjadi ketika sistem limbik overrides atau mengambil alih prefrontal korteks. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena sistem limbik lebih kuat daripada korteks prefrontal yang hasilnya adalah sistem limbik akan lebih sering memenangkan battle yang terjadi. Kita memberikan apa yang otak kita ingin rasakan, yaitu rasa menyenangkan untuk jangka waktu yang singkat.
Jika prokrastinasi ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan berkembang menjadi kebiasaan hal ini akan membahayakan dalam level emosional. Pasti kita sering mendengar seseorang mengatakan, "Saya lebih efektif mengerjakan sesuatu ketika dikejar deadline, kinerja otak saya menjadi lebih lancar." Stres yang dikarenakan tekanan tinggi dapat menyebabkan penurunan kapasitas working memory, yaitu memori jangka pendek yang menyimpan informasi sementara. Kemampuan korteks prefrontal untuk berkonsentrasi memiliki hubungan dalam menentukan jumlah ruang dalam working memory kita. Jika stres menurunkan kapasitas dari working memory, maka itu juga akan memengaruhi penuruan dari aktivitas prefrontal korteks.
Prokrastinasi dan Kesehatan Mental
Prokrastinasi tidak dapat disamakan dengan rasa malas, tetapi ketika prokrastinasi menjadi kronis, hal ini dapat dikaitkan dengan tantangan kesehatan mental. Individu yang sering menunda pekerjaan cenderung memiliki level anxiety yang tinggi.
Selain itu, ketika kita menunda pekerjaan atau procrastinate, ini dikarenakan antisipasi diri kita dari timbulnya stres, frustasi, hingga perasaan tidak nyaman ketika melakukan suatu pekerjaan. Mungkin kita pernah merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan dari tugas tersebut atau kita membayangkan bahwa tugasnya akan lebih sulit dan tidak menyenangkan dari yang sebenarnya. Jadi, alih-alih menghadapi emosi negatif tadi, kita malah berakhir menunda tugas tersebut, mengatakan pada diri kita bahwa kita akan mengerjakannya ketika kita sudah merasa lebih baik.
Emosi negatif yang ditimbulkan tidak akan hilang ketika kita tidak menghadapinya, mereka akan tumbuh. Semakin banyak menunda maka waktu yang kita miliki semakin sedikit, maka ketika menghadapi deadline kita akan meragukan kemampuan diri kita dan merasa kewalahan yang berakibat timbulnya rasa stres.
Bagaimana Cara dari Prokrastinasi?
Perlahan dan Bertahap. Selesaikan pekerjaan dengan membaginya menjadi bagian-bagian kecil. Dengan melakukan selangkah demi selangkah, ini akan mengurangi tingkat stres.
Eliminasi Distraksi. Kenali hal apa yang mendistraksi diri ketika melakukan sesuatu, maka ketika kita sudah mengetahui apa yang medistraksi, kita dapat meminimalisir dan mengeliminasi distraksi-distraksi ini.
Apresiasi Diri. Pastikan untuk memberikan diri sendiri apresiasi karena telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Berikan waktu break dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan. Daripada mengatakan, "Kalau aku enggak ngerjain ini, maka aku enggak bisa nonton", tetapi coba katakan, "Aku akan ngerjain ini, lalu aku akan menonton drama kesukaanku setelahnya". Memikirkan hadiah sebagai imbalan lebih memotivasi daripada hukuman.
Referensi
Cunff, A.-L. L. (2023, July 26). The Neuroscience of Procrastination: A Short primer. Ness Labs. https://nesslabs.com/neuroscience-of-procrastination
Cherry, K. (2022, November 14). What Is Procrastination?. VeryWell Mind. https://www.verywellmind.com/the-psychology-of-procrastination-2795944#citation-1
Klein, A. (2021, July 19). How to (Finally) Break the Cycle of Chronic Procrastination. Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/chronic-procrastination#link-to-mental-health
Maued, D. (2023, September 27). School Entry: Do we really work better under pressure?. Murray Edwards College. https://www.murrayedwards.cam.ac.uk/news/our-blogs/she-talks-science/school-entry-do-we-really-work-better-under-pressure
MD, R. G. (2023, October 30). Prefrontal cortex. Kenhub. https://www.kenhub.com/en/library/anatomy/prefrontal-cortex
Medical Team, M. (2022, December 4). Why you put things off until the last minute. McLean Hospital. https://www.mcleanhospital.org/essential/procrastination
Roomer, J. (n.d.). The Neuroscience Behind Procrastination (And How To Easily Overcome It). Personal Growth Lab. https://www.personalgrowthlab.co/blog/the-neuroscience-behind-procrastination-and-how-to-easily-overcome-it
Siloam Hospitals, T. M. (2023, November 10). Mengenal Prokrastinasi, Perilaku Ketika Menunda Pekerjaan. Siloam Hospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-prokrastinasi
Sima, R. (2023, January 5). What causes your brain to procrastinate and how to face it. The Washington Post. https://www.washingtonpost.com/wellness/2023/01/05/procrastination-help-brain-tasks/
