Mahasiswa KKN R29 Untag Surabaya Gelar Pelatihan bagi Guru TK di Desa Lasem

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari maurs hmd tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh : Maurheen Queena Hamada dan Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Mahasiswa Sub Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat Reguler (PMR) 29 menggelar program pelatihan bertajuk "Guru Aktif, Anak Kreatif: Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Alat Permainan Edukatif (APE) bagi Guru TK di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik." Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru taman kanak-kanak dalam menyusun modul ajar yang kreatif dan inovatif melalui pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai media pembelajaran.
Pelatihan menghadirkan Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa proses pembelajaran pada anak usia dini perlu dirancang sesuai dengan tahapan perkembangan anak serta mengedepankan aktivitas belajar yang menyenangkan melalui bermain.
Materi yang disampaikan meliputi konsep penyusunan modul ajar sesuai prinsip pembelajaran anak usia dini, strategi pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) dalam kegiatan belajar mengajar, serta contoh implementasi modul ajar yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran serta berbagi pengalaman dalam mengembangkan media belajar yang kreatif.
Ketua pelaksana dari Sub Kelompok 2 KKN PMR 29 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Lasem. Menurutnya, guru merupakan ujung tombak pendidikan sehingga peningkatan kompetensi guru menjadi langkah penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menyusun modul ajar yang lebih sistematis, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan APE juga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan anak selama proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna.
Para peserta menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru PAUD dan TK, terutama dalam menghadapi tuntutan pembelajaran yang lebih kreatif dan berpusat pada anak. Diskusi yang berlangsung secara interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan modul ajar.
Program pelatihan ini menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa KKN PMR 29 kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Diharapkan, kolaborasi antara mahasiswa, tenaga profesional, dan para pendidik dapat terus terjalin sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Desa Lasem secara berkelanjutan.
