Konten dari Pengguna

Bulan Muharram Sebagai Momen Muhasabah Dan Pendekatan Diri Kepada Allah

Mawan Hardika

Mawan Hardika

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mawan Hardika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/id/photos/bepergian-pariwisata-abu-dhabi-4604499/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/id/photos/bepergian-pariwisata-abu-dhabi-4604499/

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di balik kesuciannya, bulan ini penuh akan makna dan keutamaan yang menjadikannya momen penting bagi umat muslim untuk melakukan muhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keutamaan Bulan Muharram yang membedakannya dengan bulan-bulan lain, di antaranya:

  • Bulan Haram: Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan haram adalah bulan yang diharamkan melakukan peperangan dan tindakan anarkis lainnya. Bulan ini menjadi momen untuk membangun kedamaian dan persaudaraan antar umat manusia. Allah Swt berfirman dalam Surat At-Taubah Ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."

  • Bulan Hijrah: Pada bulan Muharram inilah Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah, sebuah peristiwa penting yang menandai awal mula berdirinya agama Islam. Hijrah menjadi simbol pengorbanan, keteguhan iman, dan tekad untuk menyebarkan Islam.

  • Bulan Dibukanya Pintu Taubat: Allah SWT membuka pintu taubat selebar-lebarnya di bulan Muharram. Ini merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan kembali ke jalan yang benar.

  • Bulan Berlipat Ganda Pahala: Amalan-amalan yang dilakukan di bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Ini merupakan motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan ketaatan dan memperbanyak ibadah di bulan ini.

https://pixabay.com/id/photos/anak-berdoa-muslim-islam-keyakinan-1077793/

Amalan-amalan Utama di Bulan Muharram

Berbagai amalan dianjurkan untuk dilakukan di bulan Muharram, di antaranya:

  • Puasa Asyura: Puasa pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang besar, di mana diyakini dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Dalam hadis Nabi bersabda:

عن أبى قتادة رضى الله عنه، أن رسول صلى الله عليه وآله وسلم سئل عن صيام يوم عاسوراء، فقال: يُكَفِّرَ السَّنَةَ الماضية

"Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

  • Puasa Tasu'a: Puasa pada tanggal 9 Muharram juga dianjurkan untuk menambah pahala dan menunjukkan rasa syukur atas kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ، فَوَجَدَ الْيَهُودَ يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَسُئِلُوا عَنْ ذَلِكَ؟ فَقَالُوا: هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي أَظْهَرَ اللهُ فِيهِ مُوسَى، وَبَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى فِرْعَوْنَ، فَنَحْنُ نَصُومُهُ تَعْظِيمًا لَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَأَمَرَ بِصَوْمِهِ. (رواه مسلم)

"Dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata: 'Rasulullah SAW hadir di kota Madinah, kemudian beliau menjumpai orang Yahudi berpuasa Asyura. Mereka ditanya tentang puasanya tersebut, lalu menjawab: 'Hari ini adalah hari dimana Allah SWT memberikan kemenangan kepada Nabi Musa AS dan Bani Israil atas Fir'aun. Maka kami berpuasa untuk menghormati Nabi Musa'. Kemudian Nabi SAW bersabda: 'Kami (umat Islam) lebih utama memuasai Nabi Musa dibanding dengan kalian'. Lalu Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura." (HR Muslim)

  • Membaca Al-Qur'an: Memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Muharram merupakan cara untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Sedekah: Bersedekah di bulan Muharram menjadi ladang pahala yang berlipat ganda dan dapat membantu meringankan beban orang lain.

  • Zikir dan Doa: Memperbanyak zikir dan doa di bulan Muharram merupakan bentuk permohonan ampunan, pertolongan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Bulan Muharram sebagai Momentum Introspeksi Diri

Di tengah kemeriahan dan keistimewaan Bulan Muharram, penting bagi umat Islam untuk menjadikannya sebagai momen introspeksi diri. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dan berbagai peristiwa penting lainnya di bulan Muharram dapat menjadi refleksi untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas hidup spiritual.

Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk merenungkan dosa-dosa yang telah diperbuat, memohon ampunan Allah SWT, dan memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan memanfaatkan bulan penuh berkah ini dengan optimal, umat Islam diharapkan dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Maka dari itu, gunakan waktu kita sebaik-baiknya untuk muhasabah dan mendekatkan diri kita kepada Allah di Bulan Muharram yang mulia ini.