Konten dari Pengguna

Kreatif! KUKERTA MBKM FISIP UNRI Sulap Sampah Jadi Tempat Sampah Ecobrick

Maya Sasmita Sagala

Maya Sasmita Sagala

Mahasiswi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maya Sasmita Sagala tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasil karya mahasiswa Kukerta MBKM FISIP Unri berupa dua unit tempat sampah berbahan dasar ecobrick, siap digunakan di Kelurahan Sukajadi.
zoom-in-whitePerbesar
Hasil karya mahasiswa Kukerta MBKM FISIP Unri berupa dua unit tempat sampah berbahan dasar ecobrick, siap digunakan di Kelurahan Sukajadi.

Di Kelurahan Sukajadi, mahasiswa Kukerta MBKM FISIP Universitas Riau (Unri) menunjukkan cara kreatif mengatasi sampah plastik. Mahasiswa membuat tempat sampah berbahan dasar ecobrick, memanfaatkan botol dan sampah plastik rumah tangga menjadi produk fungsional yang bisa digunakan langsung oleh warga. Inisiatif ini tidak hanya menambah fasilitas kebersihan, tapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.

Gagasan ini muncul dari kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah plastik yang masih menjadi masalah serius di masyarakat. Plastik sekali pakai yang sulit terurai kerap menumpuk di lingkungan, sehingga diperlukan langkah kreatif untuk mengatasinya. Dengan ecobrick, limbah plastik yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi tempat sampah fungsional dan tahan lama.

Diskusi mahasiswa Kukerta MBKM FISIP Unri dengan pihak LPS Kelurahan Sukajadi, membahas penguatan kolaborasi dalam pengelolaan sampah plastik melalui ecobrick.

Mahasiswa melaksanakan kegiatan ini bermitra dengan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Kelurahan Sukajadi, yang membantu penyediaan botol dan sampah plastik. Masyarakat sekitar juga mendukung dengan mengumpulkan botol plastik dan sampah rumah tangga yang kemudian diserahkan kepada mahasiswa sebagai bahan pembuatan ecobrick. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan bisa lebih efektif jika dilakukan bersama-sama.

Mahasiswa Kukerta MBKM FISIP Unri sedang menyusun botol berisi sampah plastik menjadi ecobrick sebagai bagian dari pembuatan tempat sampah ramah lingkungan.

Proses pengumpulan bahan hingga pembuatan tempat sampah ecobrick berlangsung sejak awal Juli hingga awal Agustus 2025. Selama lebih dari sebulan, mahasiswa mengisi botol plastik dengan sampah non-organik hingga padat, menyusunnya, dan merangkainya menjadi dua unit tempat sampah yang kokoh. Tempat sampah ini kemudian ditempatkan di lingkungan Kelurahan Sukajadi agar bisa langsung digunakan masyarakat.

“Kami ingin tempat sampah ecobrick ini tidak hanya sekadar karya, tapi juga simbol bahwa sampah plastik bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan fungsional,” ujar salah satu mahasiswa Kukerta.

Pihak LPS Kelurahan Sukajadi pun menyambut baik inisiatif ini. “Kami dari LPS Kelurahan Sukajadi sangat mendukung kegiatan ini, karena sejalan dengan upaya kami mengurangi sampah plastik di lingkungan,” ungkap salah satu pengurus LPS.

Pemasangan nama pada Tempat Sampah ecobrick sebagai penanda hasil karya mahasiswa Kukerta MBKM FISIP Unri di Kelurahan Sukajadi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Kelurahan Sukajadi untuk terus berinovasi dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan. Harapannya, tempat sampah berbahan dasar ecobrick ini bisa mendorong warga lebih peduli terhadap sampah plastik, menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus memotivasi generasi muda untuk aktif berperan dalam inovasi ramah lingkungan.