Peran Gizi Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa

Mahasiswa S1 Gizi di Institut kesehatan Helvetia Medan Tahun 2023
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mayang Ayuni Gemasih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jumlah kasus kesehatan mental di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2024, diperkirakan jumlah penderita masalah kesehatan mental mencapai 3,24 juta orang. Faktor-faktor seperti perubahan lingkungan, materialisme, dan industrialisasi terkait teknologi memicu stres danisolasi sosial yang dapat memunculkan gangguan mental.
Kesehatan jiwa/ mental memiliki peranan yang sangat penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan perkuliahannya yang baru. Tentunya kehidupan di lingkungan kampus dan sekolah jauh berbeda. Mahasiswa baru akan menemukan berbagai macam pergaulan yang sangat beragam serta akan menemukan metode pembelajaran yang berbeda dibanding masa sekolah. Oleh karena itu, secara tidak langsung mahasiswa baru dituntut untuk bisa beradaptasi terhadap lingkungan barunya, namun banyak juga mahasiswa yang tidak peduli dengan kesehatan mental mereka karena mahasiswa tergolong masih pada usia yang belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi. Bahkan terkadang terdapat mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah karena adanya kebiasaan yang dibawa dari rumah atau pola asuh yang membuat remaja menjadi pribadi bergantung. Sejalan dengan karakteristik dari generasi-Z yang mudah dalam mendapatkan keinginan sebagai bagian dari gaya hidup instan dan modern. Sehingga pola berperilaku sabar, menunggu proses dan menerima apa yang terjadi sebagai bagian dari pembelajaran dalam hidup menjadi sebuah PR besar di kalangan generasi Z.
Selain lingkungan, faktor usia, pola asuh dan pola makan juga sangat berpengaruh, mahasiswa umumnya berpikir apa saja dapat di makan asal kenyang tanpa melihat manfaat bagi diri mereka dan waktu makan yang sangat berantakan. Meskipun bukan satu-satunya faktor, pola makan berkualitas buruk telah dianggap sebagai faktor risiko masalah kesehatan mental, dan beberapa berpendapat bahwa masalah kesehatan mental juga dapat memengaruhi kualitas pola makan. Memahami hubungan ini dapat memiliki implikasi penting dalam praktik pendidikan kesehatan. Praktik saat ini untuk menangani kesehatan mental mahasiswa mencakup konseling, serta intervensi kognitif, perilaku, dan kesadaran. Baru-baru ini, intervensi di atas tersedia melalui internet selain sesi tatap muka oleh konselor universitas. Mendidik mahasiswa tentang kesehatan mental juga terbukti efektif. Dalam beberapa kasus, mahasiswa memanfaatkan pilihan farmakologis, seperti antidepresan yang diresepkan oleh dokter umum atau psikiater. Namun, intervensi farmakologis dan psikologis mungkin tidak selalu dapat mencegah atau mengatasi masalah kesehatan mental; oleh karena itu, pola makan dapat menjadi target potensial untuk pencegahan dan pengobatan tambahan untuk kecemasan dan depresi mahasiswa.
Selain para psikiater atau konselor ahli Peran ahli gizi pada mahasiswa yang terkena gangguan mental juga di perlukan karena ahli gizi dapat membantu mahasiswa memahami pola makan yang seimbang dan sehat, yang dapat membantu mengurangi stres dan depresi. Makanan yang seimbang dapat meningkatkan kesehatan mental dengan cara mengurangi kelelahan, meningkatkan kemampuan berpikir, dan mempertahankan suasana hati yang stabil. Ahli gizi juga dapat membantu mahasiswa memahami hubungan antara status gizi dan kesehatan mental. Status gizi yang seimbang dapat membantu mengurangi risiko gangguan mental seperti depresidan stres. Ahli gizi juga dapat memberikan pendidikan mengenai kaitan gizi dan kesehatan mental, serta cara mengelola stres dan depresi melalui pola makan yang seimbang dan sehat dengan demikian, ahli gizi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami hubungan antara gizi dan kesehatan mental, serta cara mengelola stres dan depresi melalui polamakan yang seimbang.
Berikut adalah beberapa rekomendasi bahan makanan yang di rekomendasikan ahli gizi untuk mengurangi dampak stres pada mahasiswa.
Alpukat: Kandungan vitamin B6 dan magnesium dalam alpukat membantu mengurangi stres dan depresi.
Kacang mede: Kacang mede mengandung vitamin E yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.
Oatmeal: Oatmeal mengandung serat yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Berry: Berry mengandung antioksidan yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Jeruk : Jeruk mengandung vitamin C yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Yoghurt : Yoghurt mengandung probiotik yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Cokelat hitam : Cokelat hitam mengandung flavonoid yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Sayuran : Sayuran mengandung antioksidan yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan.
