Lingkungan Kerja Rapi, Produktivitas Lebih Tinggi: UMKM Desa Tempak Terapkan 5S

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mazaya Adhika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang – (31/07/2024) Telah dilaksanakan Program mengenai Pencerdasan, Pendampingan dan Pelatihan Kaizen 5S: Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin) agar Lingkungan Kerja Aman dan Nyaman di lima UMKM oleh Mazaya Adhika Indrasari Mahasiswa dari jurusan Teknik Industri selaku mahasiswa Tim 2 KKN Undip 2024 di Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Program ini dilakukan dengan mendatangi pelaku UMKM di sekitar posko KKN.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tempak, saya bersama tim KKN telah melaksanakan program pencerdasan, pendampingan, dan pelatihan terkait penerapan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Program ini bertujuan untuk membudayakan prinsip-prinsip penataan yang baik di tempat kerja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional UMKM.

Selama sesi edukasi, tim KKN menggambarkan setiap prinsip 5R secara praktis:
1. Ringkas: Program ini membantu para pengusaha UMKM di Desa Tanon untuk melakukan bersih-bersih besar-besaran dengan membuang barang-barang yang tidak lagi berguna di tempat kerja mereka.
2. Rapi: Setelah memilah, barang-barang yang masih diperlukan kemudian disusun dengan rapi pada tempat yang telah ditentukan, sehingga mudah ditemukan saat dibutuhkan.
3. Resik: Tidak hanya barang-barangnya yang dibersihkan, namun seluruh lingkungan kerja juga dibuat kinclong dan bebas dari kotoran serta sampah.
4. Rawat: Para peserta diajak untuk berkomitmen menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja mereka agar kondisi yang baik ini dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lama.
5. Rajin: Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat menanamkan kebiasaan baik untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja mereka secara konsisten.
Salah satu fokus utama dalam program ini adalah penerapan prinsip Seiton (Rapi). Menyadari bahwa penataan yang baik akan memudahkan akses terhadap peralatan dan bahan baku, mengurangi waktu pencarian, serta mencegah terjadinya kualitas bahan yang lebih cepat menurun apabila tidak disimpan dengan baik. Untuk mendukung penerapan prinsip Seiton, kami telah membagikan rak susun kepada kelima UMKM yang menjadi target program. Dengan adanya rak susun, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengatur peralatan dan bahan baku mereka secara lebih rapi dan sistematis.
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, kami memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya penerapan 5S, khususnya prinsip Seiton. Demonstrasi secara langsung diterapkan dengan adanya pembagian rak susun berukuran kecil sebagai Langkah kecil memulai penerapan 5S. Selain itu, juga diberikan tips dan trik dalam merancang tata letak yang efektif dan efisien di tempat kerja mereka. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang 5S, tetapi juga berhasil membangkitkan semangat para pengusaha UMKM Desa Tempak untuk menerapkan prinsip-prinsip 5S dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dengan sedikit perubahan dalam kebiasaan, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan. Harapannya, dengan adanya program ini, para pelaku UMKM di Desa Tempak dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka, sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Penulis : Mazaya Adhika Indrasari
Dosen Pendamping : Dr. Aminah, S.H., M.Si
Lokasi KKN : Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang
