5 Tempat Makan Murah buat Mahasiswa UNDIP, Tembalang

Sarjana Antropologi Sosial dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Berusaha mengenal dan memahami Indonesia melalui budayanya.
Β·waktu baca 5 menit
Tulisan dari M Daffa Apriza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dompet yang tipis nggak selalu berujung diet Promag dan mie instan. Kalo kalian lagi di sekitar UNDIP, Tembalang, banyak banget tempat makan yang kerap menyelamatkan mahasiswa pas tanggal tua.
Sebagai mantan mahasiswa perantauan dari Kalimantan yang dulu kuliah di sini, saya tahu betul rasanya harus mikir dua kali sebelum beli makan pas akhir bulan. Untung saja di sini penuh dengan tempat makan murah yang nggak cuma ramah di kantong, tapi juga bikin kangen setelah lulus.
Buat kalian para mahasiswa baru atau sepuh UNDIP yang dompetnya lagi tipis, bisa banget mampir ke warung-warung di sini pas lagi laper. Dari nasi sampai mie, dari gorengan sampai masakan berkuah, semuanya ada di Tembalangβtempat di mana perut kenyang dan dompet tetap aman.
1. Dapur Alana
Pada suatu siang di semester dua perkuliahan, saya dan teman-teman lagi mencari makan siang setelah seharian kuliah. Pas kami lewat Fakultas Hukum (yang letaknya berseberangan dengan kampus saya), tulisan warung prasmanan langsung mencuri perhatian kami.
Warung ini terletak sekitar 50 meter dari Fakultas Hukum dan terkenal karena nasi uduknya yang murah serta sistemnya yang prasmanan. Pengunjung bisa memilih nasi putih atau nasi uduk, tapi saya sarankan untuk datang agak pagi biar nggak kehabisan nasi uduk.
Seporsi nasi lengkap dengan sayur, orek tempe, dan sambal dibanderol sekitar 7β8 ribu rupiah (10β12 ribu kalo ambil nasinya agak banyak). Lauk tambahannya beragam, mulai dari telur hingga ayam geprek, dengan harga total 20 ribuan yang tetap ramah buat dompet mahasiswa.
2. Warung Ijo 27 Tembalang
Bagi seorang mahasiswa perantauan seperti saya, ikan termasuk lauk yang harganya cukup mahal. Makanya saya cukup kaget waktu ada warung prasmanan yang menjual lauk ikan dengan harga yang bersahabat dengan kantong mahasiswa.
Sekitar 10 menit naik motor dari Dapur Alana, di Jl. KH. Sirojudin terdapat Warung Ijo 27. Variasi menunya kurang lebih seperti Dapur Alana dengan konsep prasmanan yang harganya juga nggak jauh beda.
Yang bikin beda itu ada di variasi lauk sama nasinya. Di sini nggak ada nasi uduk kayak Dapur Alana, tapi ada menu andalan berupa ikan bakar yang ukurannya cukup besar.
Menu ini biasa tersedia sejak pukul 9 pagi dan biasanya habis menjelang siang. Bagi pecinta ikan, tempat ini cocok untuk sarapan karena bisa menikmati lauk lezat dengan harga tetap terjangkau.
3. Ayam Geprek Petir Banjarsari
Saya termasuk orang yang suka makan ayam goreng tepung kalo lagi stres selama kuliah. Kalo stresnya barengan sama tanggal tua, tentunya saya nggak bisa ke restoran fast food ternama biar duit saya nggak langsung habis.
Sekitar lima menit berkendara dari Warung Ijo ke arah Jl. Banjarsari Selatan, terdapat Ayam Geprek Petir Banjarsari (salah satu cabang franchise populer di Semarang). Seperti dua warung sebelumnya, tempat ini juga menerapkan sistem prasmanan. Bedanya di sini itu menunya spesialis ayam geprek.
Bagi saya keunggulan tempat makan ini dari warung ayam geprek lain di Tembalang adalah pilihan topping yang beragam seperti sambal matah, mozzarella, hingga saus barbeque.
Dengan harga terjangkau, pengunjung bisa mengambil nasi sepuasnya dan mendapat bonus semangkuk sop hangat. Cocok untuk pecinta ayam geprek yang ingin makan enak tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
4. Mie Ayam Jakarta Bang Mail
Sebagai orang yang menyukai aneka olahan mie, saya selalu terbuka untuk mencoba selama harganya nggak bikin dompet kering. Pas ada teman yang bilang kalau di area kampus ada warung mie ayam yang enak banget, tentu saya langsung menyempatkan untuk coba makan di sana paling nggak sekali.
Sekitar 10 menit jalan kaki dari Dapur Alana, terdapat Mie Ayam Jakarta Bang Mail, warung legendaris di Tembalang yang hampir tak pernah sepi. Mie ayamnya yang enak dengan harga per porsi yang bersahabat membuat tempat makan ini selalu ramai dengan mahasiswa dan driver ojol.
Cukup menyediakan 10β20 ribu rupiah dan kalian bisa menyantap mie dengan variasi dan topping yang beragam. Mulai dari mie ayam biasa, mie yamin, hingga pelengkap seperti pangsit dan bakso tersedia dengan harga yang terjangkau.
Warung ini buka sejak pukul 9 pagi hingga 6 sore, meski sering tutup lebih awal karena kehabisan mie. Sudah rasanya enak dan harganya murah, nggak heran Bang Mail selalu ramai setiap hari.
5. Warteg Ibu Dewi UNDIP Tembalang
Pas masih awal saya jadi mahasiswa, setiap pagi saya suka banget jogging di area stadion UNDIP. Tiap habis jogging, pasti saya mencari tempat makan buat sarapan habis ngebakar lemak.
Sekitar 10 menit naik motor dari Dapur Alana ke arah Stadion Undip, terdapat Warteg Ibu Dewi yang menjadi tempat makan favorit saya di Tembalang. Seperti lazimnya warteg, warung ini memiliki pilihan lauk yang sangat beragam mulai dari olahan tahu dan tempe hingga ikan, kerang, dan ayam.
Aneka sayurnya juga lezat, terutama sayur nangka dan tahu santan pedas. Dengan harga sekitar 8β20 ribu rupiah, pengunjung bisa menikmati makanan enak dan bervariasi yang membuat Warteg Ibu Dewi layak jadi pilihan utama.
Pokoknya selama kalian lagi ada di Tembalang, jangan takut susah makan pas akhir bulan. Udah makanannya beragam, kadang porsinya banyak, harganya juga murah banget.
