Konten dari Pengguna

Olahraga untuk Semua: 4 Tips Latihan Tinju untuk Pemula

M Daffa Apriza

M Daffa Apriza

Sarjana Antropologi Sosial dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Berusaha mengenal dan memahami Indonesia melalui budayanya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Daffa Apriza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lebih dari sekedar olahraga. Petinju yang menguasai tiga dasar tinju ini akan semakin dekat ke sabuk juara. Sumber: Unsplash/Jonathan Tomas
zoom-in-whitePerbesar
Lebih dari sekedar olahraga. Petinju yang menguasai tiga dasar tinju ini akan semakin dekat ke sabuk juara. Sumber: Unsplash/Jonathan Tomas

Hampir 10 tahun menjadi fans tinju, saya bisa menjamin kalau olahraga ini pada dasarnya mudah dan murah: asalkan paham teknik dan tidak berlatih sampai cedera. Modal utama kalian jika ingin belajar tinju dari awal cukup dengan pelatih yang tepat dan badan kalian sendiri.

Testimoninya adalah pengalaman saya latihan boxing hanya dengan modal instruksi dari YouTube. Cukup dengan modal koneksi internet, kesungguhan, dan keinginan hidup sehat, olahraga ini bertahun-tahun membantu saya menjaga kesehatan fisik dan mental.

Setelah bertahun-tahun berlatih secara mandiri dan mencari guru yang pas, saya jadi terdorong untuk membagikan berbagai dasar tinju yang sudah saya pelajari dan praktikkan. Selama tidak punya riwayat penyakit pribadi, semua teknik yang saya sampaikan di sini tidak akan membuat kalian cedera dan berasal dari berbagai pelatih tinju profesional.

Simak baik-baik dan bisa praktikkan satu atau dua di depan cermin pas lagi gabut dan nggak ada orang.

1. Fondasi yang Kuat: Kuda-kuda Tinju (Boxing Stance)

Kuda-kuda dan gerakan adalah dasar tinju yang wajib jadi pelajar pertama bagi petinju. Sumber: Unsplash/Zachary Kadolph

Dari semua jenis boxing stance, saya menyarankan pemula untuk melatih high guard. Kelebihan utamanya adalah sifatnya yang simpel dan melatih hampir semua otot di badan.

Pertama, coba sebar seluruh berat badan untuk mengaktifkan otot tungkai. Penempatan kaki mengikuti tangan yang biasa kalian gunakan. Boxing stance kalian akan orthodox, kaki kanan di belakang dan kaki kiri di depan, jika kalian tidak kidal.

Bagi kalian yang kidal, kalian cukup melakukan kebalikan dari kuda-kuda orthodox (southpaw) dengan menaruh kaki kiri di belakang dan kaki kanan di depan. Kuda-kuda ini akan melatih otot tungkai, otot inti, hingga lengan karena harus aktif melindungi tubuh dari ujung kepala sampai perut.

2. Bergerak di Ring Tinju dengan Footwork yang Tepat

Setelah memiliki dasar yang kuat, langkah selanjutnya adalah dengan melatih cara bergerak. Sumber: Unsplash/Victor Marques

Menurut Tony Jeffries, pemegang medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 di bidang tinju, footwork tinju untuk pemula memiliki dua kaidah (abaikan tips ketiga karena sifatnya yang agak rumit untuk pemula).

Jika ingin bergerak, pastikan kaki kanan dan kiri tidak bersentuhan atau bersilang. Arah gerak kaki juga harus bergerak sesuai posisinya: kaki kanan hanya untuk bergerak ke kanan, kaki kiri ke kiri, kaki depan ke depan, dan kaki belakang ke belakang.

3. Defense: Pentingnya Bertahan Sebelum Menyerang

Setelah mengerti cara bergerak dan berdiri, petinju yang baik harus mengerti cara bertahan.. Sumber: Unsplash/Chris Kendall

Boxing stance jenis high guard otomatis memiliki pertahanan bawaan karena penempatan tangan dan lengan yang melindungi dari ujung pelipis sampai sampai otot inti. Cara melatih pertahanan bagi pemula adalah dengan konsisten mempertahankan posisi lengan untuk senantiasa melindungi kepala sampai perut.

Posisi ini berguna untuk melindungi hampir semua otot dari kepala sampai pinggang. Manfaat yang langsung terasa adalah otot-otot tersebut akan aktif dan akan semakin kuat setiap kalian menggunakan kuda-kuda tersebut.

3. Pukulan Dasar: Prioritaskan Jab

Setelah mampu berdiri, bergerak, dan bertahan, dasar tinju terakhir adalah memukul. Sumber: Unsplash/MARK ADRIANE

Tinju itu punya enam pukulan dasar: jab, cross, hook depan, hook belakang, uppercut depan, dan uppercut belakang. Dari enam pukulan ini, saya sangat menyarankan bagi semua pemula untuk menguasai jab terlebih dahulu.

Pukulan ini memerlukan tenaga yang kecil dan mudah kalian latih berulang-ulang menggunakan lengan yang posisinya sejajar dengan kaki depan. Setelah terbiasa menggunakan jab, kalian siap melemparkan power punches (cross, hook, uppercut).

Istilah tersebut secara harfiah berarti pukulan yang kuat karena mengaktifkan otot dari ujung kaki, otot inti, dan otot lengan. Perbedaannya hanya pada gaya pukulan saja. Cross itu jab tapi menggunakan tangan di posisi sebaliknya.

Kemudian ada pukulan dengan posisi lengan bengkok kurang lebih 90 derajat yaitu hook dan uppercut. Bedanya hanya dari arah pukulan saja: hook itu dari samping sementara uppercut itu dari bawah.

Demikian beberapa tips berlatih tinju untuk pemula dari pengalaman pribadi saya. Nggak perlu banyak duit dan peralatan, ternyata olahraga ini bisa kalian lakukan dengan ilmu dan kemauan yang cukup.