Konten dari Pengguna

Dospulkam IPB 2026 Kenalkan Pupuk Hayati Unggulan kepada Petani di Garut

Tim Dosen Pulang Kampung IPB University (Dospulkam IPB 2026) memberikan pelatihan pemanfaatan pupuk hayati kepada 25 petani di Desa Jayamekar pada Kamis, 27 Agustus hingga 29 Agustus 2026.

Pelaksanaan kegiatan Dospulkam IPB di Garut | Sumber: LPA2I IPB University
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksanaan kegiatan Dospulkam IPB di Garut | Sumber: LPA2I IPB University

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengangkat tema “Implementasi Pupuk Hayati Unggulan IPB untuk Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Bibit Tanaman dan Buah”.

Dua dosen IPB University, Dr. Adi Hadianto, S.P., M.Si. dan Dr. Endang Gunawan, S.P., M.Si., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Focus group discussion bersama petani | Sumber: LPA2I IPB University

Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas praktik pemupukan serta kendala yang dihadapi petani dalam merawat tanaman.

Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan praktik pengaplikasiannya secara langsung di lahan petani.

Adi Hadianto mengatakan, keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit. Perawatan yang dilakukan setelah penanaman, termasuk pemupukan, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

“Bibit yang berkualitas tetap membutuhkan perawatan yang tepat. Jika pemupukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman, peluang keberhasilan pertumbuhan dan hasil panennya akan semakin tinggi,” kata Adi.

Menurut Dosen IPB tersebut, petani perlu memahami jenis pupuk, waktu pemberian, dan cara pengaplikasian yang sesuai. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tanaman hingga memasuki masa produksi.

Melalui kegiatan ini, petani juga diperkenalkan pada penerapan pupuk yang didasarkan pada hasil riset dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efektivitas perawatan tanaman sekaligus mengurangi risiko penggunaan pupuk yang kurang tepat.

Endang Gunawan menambahkan, ketepatan dosis perlu diperhatikan sejak proses pencampuran pupuk hingga pengaplikasiannya di lapangan.

Hal tersebut penting karena setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, terutama jika dilihat berdasarkan jenis dan kelas umurnya.

“Dosis saat pencampuran dan pengaplikasian pupuk tidak bisa disamaratakan. Tanaman yang masih muda memiliki kebutuhan berbeda dengan tanaman yang sudah memasuki fase produktif,” ujar Endang.

Ia menuturkan, penggunaan dosis yang tepat dapat membantu tanaman menyerap unsur hara secara optimal. Sebaliknya, pemberian pupuk yang tidak sesuai berpotensi menghambat pertumbuhan dan menurunkan efektivitas pemupukan.

Karena itu, petani didorong untuk memperhatikan kondisi tanaman sebelum menentukan dosis dan metode pemberian pupuk.

Salah seorang peserta, Asep, menilai kegiatan Dosen Pulang Kampung memberikan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan budidaya.

Menurut dia, pelatihan tidak hanya memberikan penjelasan mengenai pembuatan pupuk, tetapi juga memperlihatkan cara menentukan dosis dan mengaplikasikannya pada tanaman dengan umur berbeda.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sekarang kami lebih memahami cara membuat pupuk, menentukan dosis, dan mengaplikasikannya sesuai dengan umur tanaman,” kata Asep.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat membantu petani memperbaiki pola perawatan tanaman dan meningkatkan hasil panen.

Program Dosen Pulang Kampung di Desa Jayamekar diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Program ini juga menjadi sarana untuk membawa hasil riset IPB University agar dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan pertanian di tingkat petani.