Konten Media Partner

BPBD Sumenep Sebut 5 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor

21 November 2018 10:19 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
BPBD Sumenep Sebut 5 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi
Sumenep, (Media Madura) – Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ada lima Kecamatan yang dinilai rawan banjir dan longsor.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah melakukan pemetaan terhadap  daerah-daerah yang dinilai rawan terjadi banjir dan longsor,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Senin (19/11/2018).
Yang masuk dalam zona merah bencana banjir yakni Desa Patean dan Babbalan, Kecamatan Batuan, Kecamatan Kota Sumenep, dan Desa Sendir, Kecamatan Lenteng.
Sedangkan, daerah yang rawan longsor adalah Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk dan Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.
“Tetapi, bencana alam bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, jadi kami imbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” ujarnya.
Lalu, untuk wilayah yang rawan terjadi angin puting beliung tidak hanya mengancam di wilayah pesisir saja, melainkan juga mengancam semua wilayah di Sumenep.
ADVERTISEMENT
“Setiap desa yang rawan bencana alam atau yang masuk dalam zona merah, kami telah menempatkan petugas di sana,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Rahman mengimbau kepada seluruh masyarakat pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan seperti saat ini, agar mewaspadai angin puting beliung.
Di samping itu, juga melakukan penebangan pohon tua atau pemangkasan ranting pohon, agar tidak membahayakan saat terjadi angin kencang.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, agar ada penebangan ranting-ranting pohon di pinggir jalan,” pungkasnya.
Reporter: Rosy Editor: Zainol