Jejak Sejarah Kejayaan Bioskop di Madura

Gedung Bioskop Irama yang terletak di sisi timur Monumen Arek Lancor Pamekasan kini dibiarkan terbengkalai. Foto : Putri Kusuma / MM
Pamekasan, (Media Madura) - Tidak banyak yang tahu bahwa pulau Madura pernah mempunyai bioskop megah bahkan salah satu yang terbaik di Jawa Timur.
Gedung Bioskop megah itu berada di Kabupaten Pamekasan. Tidak hanya satu, tetapi ada tiga bioskop, yakni Irama, Jaya, dan Maduratna.
Dari 3 bioskop tersebut yang paling populer di masanya dan paling megah, yakni bioskop Irama yang letaknya berada di sisi timur Monumen Arek Lancor. Disusul bioskop Irama yang berada di Jalan Trunojoyo dan Maduratna yang terletak di Jalan Diponegoro.
Hingga saat ini bangunan-bangunan bioskop berarsitektur Eropa tersebut masih berdiri kokoh, meskipun kondisinya sudah menua dimakan waktu. Bahkan bangunan yang menjadi penanda sejarah kejayaan bioskop di Madura ini nampak tidak terawat.
Salah satu warga Pamekasan Muchsin menuturkan, semasa masih menempuh pendidikan sekolah dasar tahun 1974, ia sering nonton film di bioskop Irama bersama teman-teman dan keluarganya.
Diceritakan, ia masih ingat betul bagaimana sauasana saat menonton film di bioskop di Irama. Termasuk fasilitas mewah yang bisa dinikmati oleh pengunjung. "Dulu saya sering nonton di sana, filmnya Rhoma Irama, Rano Karno, dan film-film lainnya. Fasilitasnya lumayan mewah, tempat duduknya terbuat dari sofa, empuk dan nyaman," katanya.
Warga Jalan Raya Teja ini menuturkan, harga tikut masuk pada tahun itu masih Rp1.500 untuk 1 orang. Sementara kapasitas gedung diperkirakan mencapai 500 penonton jika dihitung dengan kursi VIP di lantai 2.
Sementara warga Pamekasan lainnya, Rahman menceritakan, pemutaran film di ketiga bioskop tersebut dimulai pukul sembilan pagi, sore hari, dan malam hari. "Dalam sehari itu filmnya tetap sama. Misalnya film Rhoma Irama, ya film dengan judul yang sama itu yang diputar terus. Pagi diputar, sore diputar, malam diputar lagi. Tetapi, tetap saja ramai yang nonton," terangnya.
Bahkan, kata dia, dalam seminggu paling banyak hanya memutar 3 judul film yang berbeda. Tetapi yang terbanyak adalah film Rhoma Irama, Rano Karno, dan film-film India.
Rahman juga menuturkan, gedung bioskop Irama dan Jaya milik satu orang, yakni pengusaha sukses saat itu, warga Pamekasan keturunan Arab, Umar Bauzir. Sementara bioskop Maduratna milik pengusaha bernama Wahdin. "Kalau tahun pendiriannya saya tidak tahu, tetapi sejak kecil sudah ada," kata bapak yang sudah berusia lanjut ini.
Sayangnya, tahun 1997 bioskop-bioskop tersebut berhenti beroperasi. Penyebab tutupnya banyak faktor, selain karena sedikitnya penonton juga karena tingginya biaya operasional. "Tutupnya mungkin karena pengelolanya rugi terus, karena mulai tahun 90 sampai 97 itu penonton terus berkurang," kata Rahman.
Sayangnya mediamadura.com belum bisa mewawancarai pemilik maupun keluarganya. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, keluarga pemilik bioskop Irama dan Jaya saat ini sudah tidak tinggal di Pamekasan.
Penulis : Arif
Editor : Ist
