Konten dari Pengguna

Kesedihan Setelah Datangnya Kebahagiaan

Sebastian Mehitabel

Sebastian Mehitabel

Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sebastian Mehitabel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak merupakan anugerah paling indah yang diberikan Tuhan kepada para orang tua. Tapi kenapa banyak orang tua, terutama ibu merasakan kesedihan setelah datangnya sang buah hati?

Setelah menikah, para suami dan istri di seluruh dunia menunggu satu hal yang spesial. Sebuah fenomena atau keajaiban yang akan mengubah hidup mereka, yaitu menunggu datangnya sang buah hati. Para ibu di seluruh dunia mengorbankan tubuh dan dirinya agar sang anugerah bisa terlahir ke dunia dengan selamat. Seharusnya saat sang buah hati terlahir para orang tua, terutama para ibu merasakan sebuah kebahagiaan yang sangat hebat. Tapi, banyak ibu di dunia merasakan kesedihan yang amat dalam dan perubahan emosi yang tidak terkendali pasca melahirkan sang buah hati. Mengapa bisa begitu? Itulah yang dinamakan sebagai Baby Blues Syndrome.

sumber : freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber : freepik.com

Lebih Dekat dengan Baby Blues Syndrome

Baby blues syndrome merupakan gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan perubahan emosi, kesedihan, kemurungan dan cemas dalam minggu pertama setelah melahirkan. Baby blues sendiri biasanya terjadi dalam 14 hari setelah melahirkan dan akan lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan. Hampir sebagian besar ibu yang baru saja melahirkan mengalami sindrom tersebut. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka akan berdampak pada perkembangan anak. Tanda awal kemunculan dari baby blues ini adalah perasaan cemas dan selalu menangis tanpa adanya sebab yang jelas. Mereka para ibu yang mengalami sindrom ini sebagian besar kurang percaya diri terhadap kemampuan menjadi seorang ibu. Mereka merasa khawatir dan merasa tidak mampu untuk merawat bayinya. Apa yang menyebabkan mereka seperti itu?

Pemicu Munculnya Baby Blues Syndrome

Menurut Ummu (2012) ada beberapa hal yang disebutkan sebagai penyebab munculnya baby blues ini, di antaranya :

1. Perubahan hormonal

Saat pasca melahirkan akan terjadi sebuah penurunan kadar estrogen dan progesterone yang sangat drastis, dan juga disertai dengan menurunnya kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menjadi alasan utama para ibu mudah sekali lelah, mood yang naik turun, dan perasaan tertekan.

2. Fisik

Kehadiran sang buah hati dalam keluarga pastinya akan menyebabkan perubahan ritme kehidupan dalam keluarga, terutama ibu. Ibu harus mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam tanpa henti sangat menguras energi sang ibu, yang menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadilah penurunan ketahanan dalam menghadapi suatu masalah.

3. Psikis

Ibu mempunyai beberapa kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus sang buah hati, ketidakmampuan mengatasi berbagai masalah, rasa tidak percaya diri karena adanya perubahan bentuk tubuh setelah dan sebelum hamil serta kurangnya perhatian dari keluarga terutama suami yang akan mempengaruhi terjadinya depresi.

4. Sosial

Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai seorang ibu tentunya butuh yang namanya adaptasi. Rasa keterikatan yang kuat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh lingkungan sekitar juga berperan penting dalam depresi.

5. Keadaan dan kualitas bayi

Kondisi sang buah hati juga dapat menyebabkan munculnya sindrom ini. Misalnya, jenis kelamin yang tidak sesuai dengan harapan, bayi dengan kondisi yang cacat atau kesehatan yang kurang baik.

6. Persiapan dan kesiapan

Kehamilan yang sama sekali tidak diharapkan seperti hamil di luar nikah, kehamilan akibat pemerkosaan, dan kehamilan yang tidak direncanakan dapat mempengaruhi juga munculnya sindrom tersebut. Karena tidak diinginkan, maka para wanita belum siap untuk menyambut datangnya sang buah hati. Siap atau tidaknya seorang wanita dapat dilihat dari respon emosionalnya dalam menerima sebuah kehamilan.

Penyebab-penyebab tersebut banyak ditemukan dalam keadaan saat ini, apabila baby blues tidak dapat diatasi dengan benar maka akan muncul sebuah dampak yang sangat besar.

Efek dari Baby Blues Syndrome

Dampak dari baby blues syndrome ini dapat terjadi jika tidak disikapi dengan benar, hubungan ibu dengan bayinya bisa saja menjadi renggang, bahkan anggota keluarga juga bisa merasakan dampak dari sindrom ini. Jika baby blues dibiarkan, ini dapat berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan yang berlangsung lebih dari hari ketujuh pasca persalinan. Depresi ini bisa berlangsung selama tiga sampai enam bulan, bahkan bisa sampai delapan bulan. Pada keadaan lanjut ini bisa mengancam keselamatan diri dan anaknya. Ada dua dampak yang terjadi, yaitu pada ibu dan pada anak. Di antaranya adalah :

1. Pada ibu

  • Menyalahkan kehamilannya.

  • Sering menangis.

  • Sering terganggu dalam istirahat atau insomnia.

  • Mudah sekali tersinggung.

  • Hilang percaya diri.

  • Muncul kecemasan ketika bayi menangis.

  • Muncul perasaan malas untuk merawat bayi.

  • Mengisolasi diri dari masyarakat.

  • Berupaya untuk bunuh diri.

  • Berupaya untuk mencelakakan bayinya sendiri.

2. Pada anak

  • Masalah perilaku.

  • Perkembangan kognitif terganggu.

  • Sulit untuk bersosialisasi.

  • Mempunyai masalah emosional.

Karena banyaknya dampak yang akan terjadi jika baby blues syndrome tidak diatasi dengan benar, maka para ibu harus bisa mencegah sindrom tersebut agar bayi dan dirinya bisa sama-sama bertahan di dunia.

Pelindung dari Baby Blues Syndrome

Menurut Pandji (2010), tindakan untuk mencegah atau meminimalkan baby blues syndrome adalah sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan dari jauh-jauh hari kelahiran yang sehat, ibu yang hamil harus dipersiapkan dari segi kesehatan janin, mental, finansial, dan sosial.

  2. Pembagian tugas antara suami dan istri saat merawat sang buah hati.

  3. Menanamkan sebuah pemikiran bahwa anak merupakan anugerah dari ilahi yang akan membawa berkah dan menambah cinta kasih di tengah-tengah keluarga.

  4. Meminta bantuan orang lain, misalnya kerabat atau teman untuk membantu merawat bayi.

  5. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang bernutrisi tinggi.

  6. Berbagi rasa kepada suami atau orang terdekat lainnya, dukungan dari mereka akan membantu dalam mengurangi depresi.

Agar terhindar dari sindrom tersebu para ibu harus bisa mempersiapkan dengan sangat matang hal-hal yang diperlukan saat kehamilan dan pasca persalinan untuk dirinya dan untuk sang buah hati.

Baby blues syndrome memang sekilas terlihat sangat menakutkan, tapi semua itu bisa diatasi jika tahu cara untuk mencegah sindrom tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa sindrom ini akan selalu ada pada setiap ibu pasca persalinan, dukungan moral dan dukungan sosial harus didapat pada setiap ibu setelah melahirkan. Ini adalah tugas sang suami untuk bisa mempertahankan keluarga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kesedihan setelah datangnya sebuah anugerah bisa diubah dengan sebuah kebahagiaan itu semua tergantung dari Anda apakah siap atau tidak.