Grand Narratives dan Tahap Fall: Saat Cerita yang Manis Mengalami Kerusakan

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan. Tulisan bisa dilihat di https://linktr.ee/meicky.shoreamanis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Meicky Shoreamanis Panggabean tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tulisan Kedua dari Lima Tulisan
Jika tahap Creation menegaskan bahwa dunia dimulai dalam keadaan yang baik, maka Fall adalah tahap ketika keburukan menciderai kebaikan itu. Dalam teologi Kristen, pada tahap Fall relasi Tuhan dengan manusia mengalami keretakan karena manusia berbuat dosa. Ini menyebabkan kehancuran moral dan hubungan antar manusia pun juga jadi buruk.
Kerusakan ini menembus struktur sosial dan budaya. Dalam mitologi Yunani, perjalanan dari Golden Age menuju Iron Age menggambarkan kemerosotan bertahap: dari dunia yang penuh kebaikan menjadi dunia yang dipenuhi konflik, tipu daya, dan kekerasan.
Amat banyak film yang bergerak dari Creation ke Fall. Descendants of the Sun, dibintangi oleh Song Joong-Ki dan Song-Heng Kyo, merupakan contoh menarik tentang bagaimana kerusakan bisa muncul dalam beberapa lapisan hidup.
Pada awal cerita, dunia Yoo Si-Jin dan Kang Mo-Yeon dibangun dengan kehangatan: ada ketertarikan dan masa depan yang sarat dengankebaikan. Keretakan pertama muncul ketika keduanya menyadari bahwa mereka hidup di dunia nilai yang berbeda: Si-jin bekerja dengan kekerasan yang dibenarkan dalam konteks militer, sementara Mo-Yeon sebagai dokter berpegang pada etika menyelamatkan nyawa tanpa kompromi.
Perbedaan ini menimbulkan Fall pada level relasi personal. Sesuatu yang awalnya indah menjadi renggang karena kenyataan hidup yang keras.
Fall kemudian meluas ketika mereka berada di Urk. Gempa bumi yang meluluhlantakkan bangunan, penyanderaan yang menegangkan, dan kemunculan Argus.
Kehadiran penjahat yang satu ini adalah simbol korupsi moral yang membuat dunia yang diawali dengan optimis berubah menjadi dunia yang kacau, tidak stabil, dan berpotensi menghancurkan. Bahkan tim medis yang semestinya fokus menyelamatkan nyawa ikut terbelit dilema etis, tekanan struktural, dan rasa tidak berdaya.
Film ini memperlihatkan bahwa Fall bukan hanya krisis tunggal, tetapi keretakan bertahap yang merusak struktur hubungan, institusi, bahkan rasa aman manusia terhadap dunia. Kita merasa pedih karena kita sudah melihat Creation-nya: penuh kebaikan, rasanya manis, serta tertata. Kini, berantakan.
Bagaimanapun, tak semua film diawali dengan tahap Creation yang lalu bergerak menuju Fall. Film Pangku karya Reza Rahadian, langsung lompat ke tahap Fall:Sosok yang muncul di adegan pembuka adalah seorang perempuan yang hamil tua. Ia berwajah amat letih karena kelelahan mencari kerja untuk menyambung hidup.
Fall dalam Pendidikan: Ketika Idealisme Tergeser oleh Realitas
Pendidikan memiliki tahap Fall-nya sendiri.
Sekolah-sekolah awal lahir dari niat yang luhur: menjadi ruang belajar, pembentukan karakter, dan pencarian kebenaran. Revolusi Industri mengubah orientasi itu:Logika pabrik yaitu standarisasi, efisiensi, dan keseragaman diterapkan di sekolah.
Pendidikan yang awalnya berpusat pada pembentukan manusia berubah menjadi sistem produksi tenaga kerja. Sekolah jadi lebih menyerupai mesin industri daripada komunitas pembelajaran.
Seiring dengan berjalannya waktu, sistem pendidikan semakin rusak karena kian banyak dinodai oleh hal yang tidak ada dalam tahap Creation. Kita pasti familiar dengan ruwetnya dunia pendidikan masa kini: politik anggaran, birokrasi yang kaku, tekanan administratif, dan logika pasar yang sering kali menggeser kepentingan murid.
Kerusakan ini secara signifikan membuat tujuan awal didirikannya sekolah menjadi sangat kabur: Guru yang ingin membimbing anak malah tenggelam dalam laporan dan akreditasi.
Relasi belajar digantikan oleh obsesi pada angka dan ranking. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang pertumbuhan berubah menjadi arena kompetisi.
Tahap Fall menunjukkan bahwa sistem yang awalnya baik kini berhadapan dengan tantangan yang membuat idealisme awal sulit diwujudkan. Kita menyebut kondisi ini sebagai sebuah kerusakan karena kita mengenal tahap Creation-nya yaitu tujuan awal yang penuh harapan.
Mengapa Fall Perlu Dikenali?
Fall adalah sebuah tahap gelap dalam Grand Narratives, ia menjelaskan bahwa dunia tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dengan memahami Fall, kita memahami mengapa manusia terluka, mengapa lembaga bisa menyimpang, dan mengapa usaha pemulihan diperlukan.
Dalam film, Fall membuat alur cerita bergerak. Dalam kehidupan, Fall membuat kita bertanya: bagian mana yang tidak lagi sesuai dengan tujuan awalnya? Dalam kekristenan, tahap Fall dinyatakan dengan eksplisit melalui Roma 3:23,"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah".
Dalam Descendants of the Sun, garis pemisah antara tahap Creation dan Fall juga ditarik dengan tegas. Kita bisa lihat garis demarkasi yang memisahkan dua tahap ini dalam adegan diabaikannya Moo Yeon oleh Kapten Si Jin saat mereka berada di landasan pacu pesawat. Peristiwa ini meneguhkan fakta bahwa relasi keduanya sudah sungguh rusak.
Tanpa hadirnya Fall, tidak ada alasan bagi Redemption untuk berproses.
Catatan Penutup: Sebuah Perjalanan Pribadi
Tulisan ini dipublikasikan untuk memenuhi keperluan internal yang mencakup kebutuhan beberapa komunitas berskala sangat kecil. Artikel ini bukan hasil riset melainkan karya yang lahir dari personal quest dan academic journey penulis.
Banyak gagasan muncul dari bacaan, perbincangan dengan beberapa pendeta yang berlatar belakang formal teologi, lamunan acak, dan pengalaman sehari-hari. Fungsi tulisan ini bukanlah untuk meluaskan wawasan akademik pembaca melainkan untuk mengajak kita semua melihat dunia melalui struktur cerita yang relatif utuh dan lebih bermakna.
