Kontribusi Perempuan untuk Indonesia

Dosen Muda - Jurusan Kimia UMRI
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Meidita Kemala Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa perempuan berarti jenis kelamin yakni orang atau manusia yang memiliki rahim, mengalami menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Sedangkan kata “wanita” digunakan untuk menunjukkan perempuan yang sudah dewasa. Pengertian perempuan tentunya tidak bisa lepas dari persoalan fisik dan psikis. Dari sudut pandang fisik perempuan merupakan satu jenis kelamin yang ditandai oleh alat reproduksi berupa Rahim, sel telur dan payudara sehingga dapat hamil, melahirkan, dan menyusui. Sedangkan dari sudut pandang psikis, perempuan didefinisikan sebagai sifat yang melekat pada seseorang untuk menjadi feminim.
Feminim berasal dari bahasa Prancis, femininine merupakan sebuah kata sifat yang berarti “kewanitaan” atau menunjukkan sifat perempuan yaitu;
Pintar membawa diri
Pantang menyerah
Sabar
Memiliki sifat murah senyum
Memiliki beragam keahlian yang unik
Berempati tinggi
Mudah tersentuh
Memiliki intuisi yang tajam
Dapat disimpulkan bahwa perempuan merupakan manusia yang memiliki kodrat (ketentuan tuhan) untuk menstruasi, hamil dan melahirkan, serta memiliki kematangan secara emosinal dan afeksi.
Setiap perempuan memiliki kepribadian yang kuat, sehingga perempuan juga mampu menjadi seorang pemimpin layaknya laki-laki. Banyak persepsi yang mengatakan bahwa perempuan lebih mementingkan emosi dibanding logika. Nyatanya, saat memimpin kita memang perlu menggunakan emosi dan logika secara bersamaan sesuai porsi yang tepat. Tujuannya agar dapat mengambil keputusan yang manusiawi dan logis.
Kepribadian perempuan yang kuat dan sifat feminim yang ada padanya dapat mendorong optimalisasi peran perempuan dalam pembangunan keluarga, masyarakat dan Negara. Setiap perempuan Indonesia mengambil bagian dalam peningkatan kesejahteraan dan penggerak dalam pembangunan bangsa.
Adapun peran utama perempuan untuk Indonesia adalah;
• Mendidik generasi hebat
Perempuan merupakan madrasah pertama bagi anaknya. Keberlangsungan pendidikan dimulai dari ranah keluarga pada saat masa keemasan pertumbuhan otak anak, khususnya ibu memegang peran penting terhadap keberlangsungan pendidikan anak dalam keluarga.
• Menjaga kelestarian lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan juga perlu diperhatikan oleh perempuan dengan ikut menjadi agen penghijauan alam, maka perempuan turut melestarikan alam Indonesia sebagai warisan anak cucu generasi penerus bangsa.
• Membangun perekonomian
Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam seminar nasional “Ekonomi dan Keungan Syariah” menyampaikan bahwa “Di Indonesia, peranan perempuan dalam perekonomian semakin hari makin signifikan. Pada sektor Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM), 53,76% pelakunya perempuan dan 97% pekerjanya pun perempuan. Sementara itu, kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional ialah 61%. Pada bidang investasi, kontribusi perempuan 60%”.
• Mengembangkan sains dan teknologi
Perempuan Indonesia juga turut berperan aktif dalam pengembangan sains dan teknologi. Kegiatan pengembangan sains dan teknologi di era Milenial ini mulai banyak dilakukan oleh perempuan. Seperti; dr. Davrina Rianda seorang dokter peneliti berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Kegiatan penelitian dr. Davrina didasari pengalaman beliau sebagai seorang perempuan yang saat melahirkan anak pertamanya dengan berat badan yang rendah; dan Prof. Adi Utarini seorang dosen dan peneliti UGM yang mendapatkan penghargaan oleh Nature sebagai 10 peneliti berpengaruh di dunia tahun 2020, dengan kiprahnya dalam penelitian tentang pengurangan demam berdarah dengue melalui intervensi nyamuk yang telah diinokulasi bakteri Wolbachia.
Bekal utama perempuan dalam berkontribusi terhadap Indonesia adalah pendidikan. Di era Milenial ini perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk merasakan pendidikan agar menjadi cerdas, bijaksana dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan memiliki kualitas tinggi.
