Konten dari Pengguna

Sejarah Peninggalan Wisata Benteng Pendem di Kota Cilacap, Jawa Tengah

Meisya Nur faizah

Meisya Nur faizah

Mahasiswa S1 Keperawatan di Universitas AL-Irsyad Cilacap

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Meisya Nur faizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(sumber : milik pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
(sumber : milik pribadi)

Benteng Pendem merupakan salah satu wisata budaya bersejarah yang dimiliki Indonesia, tempat dimana kita bisa mengenal dan mempelajari kisah-kisah sejarah yang menarik sekaligus melihat jejak peninggalan kolonial secara langsung. Benteng Pendem ini terletak di tepi pantai Teluk Penyu, Kota Cilacap, Jawa Tengah. Benteng ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang masa penjajahan Belanda di Nusantara, keberadaannya hingga kini memberikan gambaran nyata tentang strategi pertahanan kolonial pada masa itu.

Mengapa Benteng ini disebut dengan Benteng Pendem?

Istilah kata "Pendem" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "terpendam" atau "terkubur". Nama tersebut muncul karena pada masa penjajahan Belanda, sebagian struktur benteng sengaja ditimbun oleh tanah dan pasir. Tujuannya adalah agar bangunan lebih tersembunyi dari musuh sekaligus memiliki pertahanan yang lebih kuat menjadikan lapisan tanah yang tebal, bahkan ketebalannya mencapai sekitar 3,5 meter dibeberapa bagian. Cara ini membuat benteng tampak seperti bangunan bawah tanah yang kokoh dan sulit untuk dihancurkan.

(sumber : milik pribadi)

Benteng Pendem dibangun sekitar tahun 1679 oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai benteng pertahanan untuk memperkuat kekuasaan mereka di wilayah Jawa. Peresmian benteng dilakukan oleh Pieter The Header, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa. Secara arsitektur, benteng ini memiliki desain khas kolonial tembok yang tebal dan tinggi terbuat dari bata merah dan batu kapur serta terdapat beberapa ruangan khusus seperti barak tentara, penjara, ruang senjata, klinik, hingga gudang amunisi. Setiap ruangan memiliki cerita mengenai kehidupan militer dan strategi perang dimasa kolonial.

Kini Benteng Pendem tidak hanya berperan sebagai jejak sejarah, tetapi juga menjadi destinasi wisata populer di Cilacap. Suasana yang eksotis, perpadu dengan pemandangan laut lepas, dan keberadaaan rusa liar yang terdapat di dalam area benteng, menjadikannya tempat favorit untuk berfoto, belajar sejarah, atau sekedar menikmati suasana. Untuk dapat memasuki area benteng, kalian cukup membayar dengan harga tiket masuk Rp 7.500 per orang dan jam operasional setiap hari mulai dari pagi hingga sore menjadikan tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun teman.