Konten dari Pengguna

Inovasi Pengharum Alami dari Kulit Jeruk untuk Mendukung Desa Wisata Ngadireso

Meita Zahara

Meita Zahara

Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Meita Zahara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi penulis selama kegiatan MMD berlangsung
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi penulis selama kegiatan MMD berlangsung

Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya terus mendorong implementasi inovasi berbasis potensi lokal sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan oleh Kelompok 32 MMD di Desa Ngadireso adalah pelatihan pembuatan pengharum ruangan alami berbahan dasar kulit jeruk. Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan limbah kulit jeruk yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan bertujuan untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang mendukung desa wisata ramah lingkungan.

Program ini mengusung tema “Pemanfaatan Kulit Jeruk Menjadi Pengharum Ruangan sebagai Daya Tarik Desa Wisata Ramah Lingkungan” dengan target utama dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Ngadireso yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengelolaan rumah tangga sekaligus penggerak ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Juli 2025 pada pukul 10.30 WIB, bertempat di Balai Desa Ngadireso. Mahasiswa memperkenalkan teknik sederhana pembuatan pengharum ruangan dari kulit jeruk dengan menggunakan bahan tambahan seperti alkohol dan air, yang mudah ditemukan serta aman bagi kesehatan dan lingkungan.

Program ini dilaksanakan dengan bimbingan langsung dari Bapak Yuniar Ponco Prananto, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku dosen pembimbing lapangan. Total jumlah tim pelaksana adalah 13 orang mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Brawijaya.

Sumber: Dokumentasi penulis selama kegiatan MMD berlangsung

Melalui pelatihan ini, peserta diajak untuk memahami potensi kulit jeruk sebagai bahan baku ramah lingkungan sekaligus sebagai peluang usaha. Respon yang diberikan masyarakat sangat positif, sebagaimana disampaikan oleh Bu Lika, salah satu anggota PKK: “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan pelatihan ini, semoga bermanfaat bagi ibu-ibu semuanya dan dapat diimplementasikan serta bisa dipasarkan lagi”.

Sumber: Dokumentasi penulis selama kegiatan MMD berlangsung

Output dari program ini berupa produk pengharum ruangan berbahan dasar kulit jeruk yang dibagikan kepada peserta. Outcome yang diharapkan adalah terbentuknya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dan munculnya inisiatif kewirausahaan berbasis potensi lokal, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi sirkular di lingkup desa, serta membuka peluang kolaborasi dengan sektor pariwisata setempat.

“Kami ingin program ini tidak berhenti di pelatihan saja, tapi bisa menjadi langkah awal masyarakat untuk berinovasi dan mandiri secara ekonomi,” ungkap Meita Zahara, Penanggung Jawab Program Kerja. Dengan pendekatan partisipatif, program ini menjadi salah satu bukti konkret bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

#MMDUB2025

#Kelompok32Ngadireso

#SDGs8PertumbuhanEkonomiDesaMerata

#SDGs12KonsumsidanProduksiDesaSadarLingkungan