Konten dari Pengguna

Mengenal Strategi Marketing 4C

Maylaniy Wakhidah

Maylaniy Wakhidah

Mahasiswi Ilmu Komunikasi di Universitas Amikom Purwokerto

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maylaniy Wakhidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Strategi marketing 4C, apa itu?

Sumber : Gambar Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Gambar Pribadi

Dalam dunia bisnis terdapat berbagai macam strategi marketing di dalamnya. Ada strategi marketing 4P (Product, Price, Place, Promotion), 4C (Customer, Cost, Convenience, Communication), bahkan 4E (Experience, Exchange, Everywhere, Evangelism). Semakin pesatnya persaingan bisnis di zaman sekarang, pemilihan strategi marketing yang tepat tentu memiliki andil dalam keberhasilan bisnis tersebut.

Strategi marketing 4C (Customer, Cost, Convenience, Communication) dinilai sebagai salah satu strategi marketing yang bisa mendorong peningkatan profit dalam sebuah bisnis.

Dalam strategi marketing 4C (Customer, Cost, Convenience, Communication) terdapat 4 unsur di dalamnya, yaitu :

  1. Customer (konsumen), adalah bagaimana perusahaan atau pebisnis tidak hanya berfokus pada produk yang mereka jual namun bagaimana mereka bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh konsumen dari sebuah produk. Disini, produk atau jasa dibuat by riset.

  2. Cost (biaya), ketika pebisnis atau perusahaan sudah menentukan siapa target pemasarannya, mereka akan membuat produk atau jasa dengan anggaran biaya berdasarkan siapa target pemasarannya. Apakah dengan harga yang ditentukan terjangkau oleh konsumen, namun disini kualitas produk juga harus tetap dijaga.

  3. Convenience (kenyamanan), yang dimaksud dengan kenyamanan disini adalah bagaimana konsumen bisa mendapatkan produk dengan mudah. Perusahaan atau pebisnis sebisa mungkin menyediakan berbagai pilihan bagaimana konsumen bisa mendapatkan produk atau jasa. Seperti melakukan pembelian lewat offline store, online shop, atau website dengan alur pembelian yang mudah dipahami oleh konsumen.

  4. Communication (komunikasi), perusahaan atau pebisnis bukan lagi hanya melakukan sebuah promosi satu arah melainkan melakukan komunikasi secara dua arah. Komunikasi dengan konsumen dinilai memiliki peranan yang lebih besar dari sekedar promosi, hal ini karena dengan adanya komunikasi dengan konsumen perusahaan bisa mendapatkan feedback dari konsumen dan bisa mengetahui penilaian dari konsumen terhadap produk atau jasa mereka.

Sumber : Instagram @eminacosmetics

Contoh penerapan strategi marketing 4C (Customer, Cost, Convenience, Communication) terdapat pada produk skincare dan make up lokal Emina. Seperti yang kita ketahui, Emina adalah produk yang masih satu perusahaan dengan Make Over dan Wardah.

Disini tentu ada riset yang dilakukan oleh perusahaan kepada calon customer. Mereka melakukan riset kepada kalangan remaja seperti pelajar, skin care dan make up seperti apa yang diinginkan oleh remaja sekarang.

Karena target customernya adalah remaja, maka cost atau biaya produksi dan harga jualnya akan menyesuaikan dengan kantong remaja. Perusahaan akan melakukan riset berapa uang saku pelajar dan produk seperti apa yang harus mereka buat dan jual. Perusahaan tentu tidak akan menjual Emina dengan harga setinggi Wardah bahkan Make Over.

Unsur convenience juga diterapkan oleh Emina, dimana selain mereka menjual produknya secara offline, mereka juga menjual produknya di online shop dan e-official store mereka. Adanya online shop dan e-official store, akan memudahkan customer membeli produk tanpa harus berusaha pergi ke offline store.

Terakhir, unsur communication terlihat dengan adanya Emina yang sering membagikan berbagai tips kecantikan, mengadakan event, dan memberikan kesempatan bagi customer untuk menilai produk dan pengalaman mereka berbelanja melalui kolom review yang disediakan.