Konten dari Pengguna

Tiga Strategi Branding dalam Dunia Marketing

Maylaniy Wakhidah

Maylaniy Wakhidah

Mahasiswi Ilmu Komunikasi di Universitas Amikom Purwokerto

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maylaniy Wakhidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tiga Strategi Branding Sumber : Gambar Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Tiga Strategi Branding Sumber : Gambar Pribadi

Branding dalam dunia marketing sangat penting diketahui dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha. Kesuksesan sebuah produk di pasaran juga berkaitan erat dengan strategi branding yang diterapkan pada strategi dan aktivitas marketingnya. Dalam aktivitas marketing, perusahaan harus pintar dalam mengenalkan produknya sehingga produknya dapat dengan mudah dikenali masyarakat dan memiliki daya beli yang tinggi.

Branding, Apa Itu?

Branding adalah bentuk aktivitas komunikasi yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan bisnis untuk mengenalkan dan memasarkan produk atau jasa yang mereka jual kepada masyarakat agar produk atau jasa mereka bisa menarik dan melekat dalam benak masyarakat. Tujuan utama dari branding adalah untuk mengenalkan brand, membangun citra positif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

Dalam dunia marketing terdapat tiga macam branding, yaitu Corporate Branding, Product Branding, dan House Branding. Dari ketiga macam branding tersebut tentu ada perbedaannya satu dengan yang lain.

  1. Corporate Branding, adalah strategi branding dimana nama perusahaan dijadikan sebagai nama brand atau produk dari perusahaan. Strategi ini juga dinilai sebagai strategi branding yang hemat biaya promosi dan pengiklanan. Corporate branding memberikan jaminan kualitas, nilai, dan keaslian produk kepada masyarakat.Contoh perusahaan yang melakukan strategi ini adalah Apple. Ketika masyarakat mendengar kata Apple, yang langsung muncul di benak masyarakat adalah logo buah apelnya yang khas. Ketika Apple mengeluarkan produk baru maka tidak perlu diragukan kualitasnya lagi.

  2. Product Branding, adalah dimana masing-masing produk dari sebuah perusahaan memiliki nama dan posisinya sendiri di masyarakat. Nama perusahaan hampir tidak ada sehingga perusahaan memberi kesempatan pada produk-produknya untuk bermain di lingkungan marketing masing-masing. Kesuksesan produknya tergantung pada posisi yang didapatkan di masyarakat. Contoh perusahaan yang melakukan strategi ini adalah PT. Paragon Technology and Innovation yang memiliki brand Emina, Wardah, dan Make Over yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat bahwa ketiga brand tersebut satu perusahaan. Masing-masing produk memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti Emina yang memiliki ciri khas sebagai produk make up dan skin care untuk remaja.

  3. House Branding, adalah penggabungan antara Corporate Branding dengan Product Branding dimana nama perusahaan dicantumkan di samping nama brand sebuah produk. Dengan kata lain, sebuah produk menggandeng sebuah nama perusahaan untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat. Biasanya yang menggunakan strategi ini adalah produk-produk baru yang muncul di pasaran. Mereka mungkin membentuk ciri khas dan identitasnya sendiri, namun mereka membawa nama sebuah perusahaan agar kualitas produk lebih mudah dipercaya oleh masyarakat. Contoh salah satu produk yang menggunakan strategi ini adalah susu formula Datita yang menempatkan Nestle di sampingnya. Banyaknya susu formula di pasaran yang lebih dulu ada daripada Datita akan sedikit menyulitkan Datita untuk memasuki pasaran. Maka dengan itu Datita menempatkan nama Nestle di sampingnya sehingga masyarakat akan mempercayai kualitas Datita karena dibawa oleh Nestle yang merupakan perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia