Kehidupan Flora Istimewa Tali koja, Sang Inang Rafflesia

Melani Kurnia Riswati Riswati
Pranata Humas Ahli Muda-BRIN
Konten dari Pengguna
27 Desember 2022 12:36 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Melani Kurnia Riswati Riswati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sosok Tetrastigma, tumbuhan inang Rafflesia. Foto Dokumentasi : Melani Kurnia Riswati.
zoom-in-whitePerbesar
Sosok Tetrastigma, tumbuhan inang Rafflesia. Foto Dokumentasi : Melani Kurnia Riswati.
ADVERTISEMENT
Stigma parasit melekat dengan merugikan. Karena tumbuhan parasit kerap mengganggu tumbuhan lain sehingga menimbulkan kematian. Namun hal ini tidak berlaku bagi kehidupan Rafflesia dan inang nya. Walau dalam tubuh nya tumbuh Rafflesia sebagai parasit, nyatanya tidak mengakibatkan liana ini mengalami kematian. Hubungan yang berbeda antara beringin pencekik dengan inangnya. Walau dianggap merugikan, pada ekosistem hutan tumbuhan parasit memiliki peran penting sebagai penyeimbang.
ADVERTISEMENT
Relung hidup Rafflesia yang spesifik sangatlah unik. Peneliti Rafflesia Sofi Mursidawati, M.Sc menjabarkan bila kehidupan Rafflesia mutlak sebagai parasit. Dan pemenuhan kebutuhan hidup nya bergantung pada inang. Berupa tanaman yang tumbuh memanjat yang masih satu keluarga dengan anggur.
Istilah tumbuhan parasit merujuk pada tumbuhan yang mampu memodifikasi akar. Secara fisiologi dan morfologi hal ini terjadi terutama kepentingan dalam memperoleh nutrisi. Inang memasok seluruh kebutuhan hara tumbuhan bagi ‘pedompleng’ dalam tubuh nya.
Kehidupan Unik Nan Misterius
Secara biologi, kehidupan Rafflesia dan inang masih menyimpan misteri. Berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkap interaksi keduanya.
Di hutan, dijumpai pada tepi sungai. Tumbuh memanjat pada pohon dengan bantuan sulur yang akan melilit ranting atau batang. Panjang dapat mencapai 20 meter. Tidak dapat tumbuh tegak, sehingga untuk mendukung tajuknya membutuhkan tanaman penyokong. Tujuannya tentu untuk mendapatkan cahaya matahari. Pohon kiara kebo, huru dan ketapang seringkali ditemui sebagai tumbuhan menjadi penyokong nya. Keberadaannya dicirikan dengan batang yang tidak rata, tebal dan lunak, sulur tumbuh berhadapan dengan daun. Bunga jantan dan betina terpisah pada individu berbeda.
ADVERTISEMENT
Tumbuhan ini banyak tersebar pada kawasan Asia tropis. Di dunia genus Tetrastigma terdapat sekitar 97 jenis. Dan 57 spesies berada dalam kawasan Asia tenggara. Peneliti mengungkap, tidak semua jenisnya dapat terinfeksi Rafflesia, hanya 10 jenis yang diketahui sebagai inang Rafflesia. Kebun Raya Bogor memiliki koleksi inang yang berasal dari Pangandaran. Dalam bahasa lokal dikenal sebagai tali koja.
Mengungkap Misteri
Tidak semua jenis liana ini menjadi inang Rafflesia. Tali koja atau yang bernama latin Tetrastigma leucostaphyllum adalah jenis yang sering ditemukan terdapat Rafflesia. Sang parasit melekat pada akar atau batang inang.
Rafflesia yang tumbuh melekat pada akar dan batang inang. Foto Dokumentasi : Melani Kurnia Riswati.
Keberadaan inang Rafflesia umum dijumpai tumbuh pada tanah gembur dengan tekstur lempung berpasir. Peneliti belum dapat mengungkap hubungan harmonis antara keduanya. Dan kenapa Rafflesia hanya bersimbiosis dengan Tali koja masih terus mengundang tanya.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2012, tim peneliti Rafflesia Kebun Raya Bogor mencoba melakukan studi hubungan Rafflesia patma dalam inang. Pendekatan secara anatomi dilakukan untuk mengungkap asal mula hubungan kedua nya. Ilustrasi akan fase perkembangan infeksi hingga gambaran pertumbuhan calon bunga diharapkan memberikan jawaban. Sehingga, dari studi ini dapat memberikan pemahaman akan pertumbuhan dan perkembangan Rafflesia.
Sampel berupa akar yang diduga sudah terinfeksi. Preparat anatomi dihasilkan dari metode parafin. Tahapan nya berupa proses fiksasi, alkoholisasi, penempelan, pengirisan dan pewarnaan.
Sampel yang terbatas dan kecermatan dalam meminimalkan kerusakan yang terjadi menjadi perhatian peneliti. “Dalam praktek nya tak mudah mendapatkan sampel agar memberikan informasi yang menyeluruh”. Ungkap nya.
Di alam, agak sulit mendeteksi inang karena umumnya daun berada pada kanopi dan samar dengan daun tumbuhan lainnya. Keberadaan inang yang terinfeksi Rafflesia dapat dikenali melalui knop (calon bunga) yang tumbuh menonjol pada akar atau batang inang. Terkadang, bunga dapat dijumpai tumbuh pada batang inang yang cukup tinggi. Dalam satu batang seringkali dijumpai tumbuh knop yang cukup banyak (≥ 5 calon bunga). Walaupun tidak semua calon bunga tersebut pada akhirnya mekar semua.
Rafflesia patma saat mekar di Kebun Raya Bogor. Foto Dokumentasi : Melani Kurnia Riswati.
Unik nya, walaupun Rafflesia bersifat parasit dan knop cukup banyak tumbuh pada inang yang ditumpanginya, inang tidak sampai dibuatnya mati seperti layaknya beringin pencekik. Nampak nya Rafflesia memiliki strategi khusus terhadap inang demi kelestariannya. Walaupun ‘menguras’ nutrisi dari inang, tidak membuat nya mati menderita. Rafflesia seperti sadar, bila dia serakah kehidupan nya pun akan musnah Mengungkap misteri unik inilah yang terus menarik untuk bahan kajian lebih lanjut.
ADVERTISEMENT