Konten dari Pengguna

Peneliti BRIN Berbagi Teknik Mudah Budidaya Flora Begonia

Melani Kurnia Riswati Riswati

Melani Kurnia Riswati Riswati

Pranata Humas Ahli Muda-BRIN

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Melani Kurnia Riswati Riswati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keindahan koleksi Begonia sebagai aksen taman indoor. Foto Dokumentasi : Melani Kurnia Riswati
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan koleksi Begonia sebagai aksen taman indoor. Foto Dokumentasi : Melani Kurnia Riswati

Begonia termasuk dalam keluarga Begoniaceae. Merupakan kelompok tumbuhan berbunga yang tumbuh pada hutan tropis. Ciri khasnya terletak pada bentuk daun yang tidak simetris. Variasi bentuk dan corak daun serta bunga aneka warna, menarik minat masyarakat untuk menjadikan nya sebagai tanaman hias. Namun seringkali pengetahuan cara perawatan dan perbanyakan tanaman kurang dipahami.

Ragam corak daun yang menjadi daya pikat untuk dijadikan tanaman hias. Foto Dokumentasi : Hartutiningsih Siregar.
zoom-in-whitePerbesar
Ragam corak daun yang menjadi daya pikat untuk dijadikan tanaman hias. Foto Dokumentasi : Hartutiningsih Siregar.

Merawat tanaman Begonia sebetulnya tidak sulit. Begitu pula cara membudidayakan nya. Di sela kesibukan riset nya, Hartutiningsih M.Siregar yang merupakan peneliti ahli utama BRIN berbagi tips memperbanyak tanaman eksotis ini.

Pilih Cara Yang Mana?

Secara umum perbanyakan tanaman terbagi dalam dua cara, yaitu secara seksual melalui perbanyakan dengan biji dan aseksual melalui perbanyakan vegetatif. Untuk memudahkan proses perbanyakan Begonia, peneliti membagi ke dalam empat kelompok. Hal ini dilakukan berdasarkan tampilan bentuk dan sifat hidup nya.

Kelompok pertama, perbanyakan melalui stek. Dilakukan dengan memotong bagian tanaman seperti pucuk, batang dan akar. Sehingga menghasilkan tanaman baru. Teknik ini paling umum dan mudah dilakukan. Pemegang breeder award LIPI tahun 2017 ini menyarankan, bahan untuk stek sebaiknya tidak terlalu tua atau terlalu muda. Batang tua memiliki pertumbuhan sel yang kurang aktif. Sehingga proses membentuk akar akan lama. Sedangkan batang muda memiliki proses penguapan sangat cepat. Akibatnya tanaman cepat layu, lemah dan akhirnya mati. Stek pucuk diambil dari cabang atau batang yang masih muda dan sedang dalam masa pertumbuhan.

Kelompok kedua, pemotongan daun. Cara perbanyakan vegetatif ini mudah membentuk akar. Namun beberapa jenis sukar membentuk akar. Untuk mempercepat perakaran dapat dilakukan pemberian zat pengatur tumbuh, seperti IBA. Cara penggunaan sudah tertera dalam kemasan.

Perbanyakan stek daun. Foto Dokumentasi : Hartutiningsih M. Siregar.

Stek daun pada umumnya dapat dilakukan pada jenis-jenis Begonia yang mempunyai struktur daun yang tebal berdaging, mengandung air dan karbohidrat yang tinggi. Jenis-jenis yang mudah diperbanyak dengan stek daun antara lain adalah Begonia yang termasuk golongan Begonia rex (Begonia rex “Christmas”, Begonia rex “Brilliance”, Begonia rex “Rosy Morn”, Begonia masoniana). Perbanyakan dengan stek daun pada beberapa jenis Begonia rex dapat dilakukan dengan daun lengkap, torehan daun dan irisan daun. Untuk media tanam dapat berupa padat dan cair. Media padat yang umum digunakan adalah campuran tanah, kompos dan pasir atau media pasir saja.

Perakaran yang dihasilkan dari perbanyakan stek. Foto Dokumentasi : Hartutiningsih M. Siregar.

Kelompok ketiga, perbanyakan dengan umbi. Dapat dilakukan pada jenis yang mempunyai umbi, seperti Begonia tuberosa. Jenis tersebut mempunyai umbi yang disebut umbi akar. Merupakan modifikasi dari akar tanaman yang berdaging dan berfungsi sebagai penyimpan makanan. Pada periode tertentu umbi mengalami dorman atau “tidur”. Untuk mendapatkan individu baru, dapat dilakukan dengan membelah umbi. Cara ini telah umum diterapkan seperti pada jenis-jenis Gloxinia yang mempunyai tunas.

Perbanyakan dengan menanam langsung dari umbi atau dapat juga memotong umbi menjadi beberapa bagian. Foto Dokumentasi : Hartutiningsih M. Siregar.

Kelompok keempat, perbanyakan dengan biji. Secara generatif dengan biji dapat dilakukan pada hampir semua jenis Begonia berbunga. Tidak semua jenis Begonia dapat terjadi proses penyerbukan. Hal ini disebabkan karena bentuk morfologi bunga yang kecil-kecil dan mudah rontok sehingga sulit terjadi penyerbukan. Selain itu, masaknya benang sari dan putik tidak bersamaan. Tanaman yang tidak atau sulit menghasilkan bunga juga menjadi kendala untuk bisa terjadi penyerbukan.

Pemanenan buah dilakukan pada saat buah masak fisiologis yang ditandai dengan buah berwarna kuning kecokelatan, tangkai buah sudah layu dan biji belum pecah. Biji Begonia mempunyai ukuran yang sangat kecil, halus seperti tepung. Penggunaan media yang tepat sangat membantu untuk mempercepat perkecambahan biji. Akan sangat baik menggunakan media kompos halus kaya akan hara dalam kondisi steril. Biji akan tumbuh pada 11–40 hari setelah tanam.

Teknik Perawatan

Begonia dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang lembab dan sejuk. Mendapatkan cukup sinar matahari namun tidak terpapar langsung. Untuk menghindari panas, dapat pula ditambahkan pelindung. Bagaimana bila iklim sekitar rumah kita tidak mendukung untuk syarat tumbuh nya? Tuti menyarankan untuk memilih jenis yang memilki batang kokoh, seperti Begonia maculata atau sering orang menyebutnya polkadot. Selain itu, jenis yang memilki umbi dapat menjadi pilihan. Seperti Begonia heracleifolia. Tangkainya kokoh berbulu dan adaptif.

Perawatan yang tepat menghasilkan tampilan tanaman yang sehat dan indah. Foto Dokumentasi : Hartutiningsih M. Siregar.

Media dengan campuran daun lapuk sangat baik untuk pertumbuhannya. Penyiraman cukup dilakukan pada pagi hari atau disesuaikan dengan kondisi cuaca. Media yang terlalu basah dapat menimbulkan busuk. Bila media kering, daun dapat cepat layu dan akhirnya tanaman mati. (MKR)