Konten dari Pengguna

Ibu Aku Akan Menggapai Mimpi yang Kau Titipkan

Melati Nainggolan

Melati Nainggolan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Melati Nainggolan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar by: Melati Nainggolan
zoom-in-whitePerbesar
gambar by: Melati Nainggolan

Saya adalah seorang anak petani yang tinggal di sebuah desa kecil bernama Pematang Jering. Sebagai anak pertama dari seorang petani sejak kecil saya sudah terbiasa melihat ayah dan ibu bekerja keras di ladang berusaha mencukupi kebutuhan keluarga dengan hasil panen yang mereka tanam. Menjadi anak pertama tentu bukan hal yang mudah karena saya memiliki tanggung jawab besar bukan hanya untuk membantu orang tua tetapi juga untuk menjadi contoh yang baik bagi adik saya.

Ketika duduk di bangku sekolah dasar saya selalu berusaha belajar dengan giat dan penuh dengan semangat. Setiap tahun saya berhasil meraih juara kelas dan mendapat penghargaan sebagai siswa terbaik. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua saya karena saya masih ingat betapa bahagianya mereka saat melihat saya berdiri di depan kelas menerima penghargaan sebagai siswa terbaik dan melihat senyum bangga mereka menjadi kebahagiaan terbesar bagi saya. Sebagai seorang anak kecil saya tidak mengerti banyak hal tetapi satu hal yang saya tahu pasti yaitu saya ingin terus membuat orang mereka dapat tersenyum bangga.

Semenjak mengetahui bahwa saya memiliki ketertarikan dalam hal belajar ayah dan ibu mendaftarkan saya di salah satu tempat kursus bahasa Inggris karena mereka merasa bahwa bahasa Inggris sangat diperlukan untuk masa depan. Semenjak mengikuti kursus tersebut saya semakin bersemangat untuk belajar dan semakin percaya diri untuk tampil lebih berani di depan umum.

Saya bersyukur dapat terlahir di tengah-tengah keluarga yang penuh kehangatan dan kebahagiaan. Ibu selalu memiliki harapan besar agar saya dan adik saya dapat berkuliah dan dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Saat duduk di kelas 1 SMA saya berhasil mendapatkan juara 1. Hal ini membuat kedua orang tua saya bangga terutama ibu. Saya masih ingat kata-kata beliau saat itu yang mengatakan, "Kalau dapat juara seperti ini, ibu sangat senang dan membuat ibu akan panjang umur." Kata-kata itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus berusaha lebih baik lagi.

Namun kehidupan memiliki jalan yang tak selalu bisa kita duga dan terkadang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan. Sebelum lulus SMA ibu saya meninggal dunia. Kehilangan beliau adalah pukulan terberat dalam hidup saya. Harapan ibu untuk melihat saya dan adik saya berkuliah seakan menjadi tanggung jawab besar yang harus saya wujudkan. Meskipun sempat merasa kehilangan semangat dan motivasi saya tidak ingin mengecewakan harapan ibu. Untuk itu saya ingin menunjukkan bahwa perjuangan beliau selama ini tidak pernah sia-sia.

Setelah lulus SMA saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi namun masalah biaya menjadi tantangan besar, namun walaupun demikian saya tidak pantang menyerah. Saya percaya bahwa keinginan yang baik pasti akan menemukan jalannya. Dengan penuh keyakinan saya mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN tanpa sepengetahuan ayah dan syukurnya saya lulus dan diterima di UNPAD. Perasaan haru dan bahagia bercampur menjadi satu karena saya tahu bahwa ibu pasti tersenyum bangga di atas sana melihat pencapaian saya.

Perjalanan di dunia perkuliahan tidaklah mudah karena selain menghadapi berbagai mata kuliah saya juga ingin mengembangkan diri di luar kelas. Oleh karena itu saya bergabung dengan dua organisasi kampus, yaitu Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta beberapa kepanitiaan seperti CSI dan Desa Cerdas. Dari sanalah saya belajar banyak hal mulai dari kepemimpinan, kerjasama, hingga bagaimana menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab.

Kini saya sudah memasuki semester 6 dan semakin dekat dengan dunia kerja. Harkenyataan saat ini adalah mendapatkan tempat magang terbaik agar saya bisa lebih siap menghadapi dunia profesional. Saya sadar bahwa kuliah bukan sekadar mendapatkan gelar, tetapi juga mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Pada dasarnya saya berjuang untuk kuliah bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk mewujudkan impian ibu saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang petani dari desa kecil pun bisa meraih mimpi dan membawa perubahan bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah saya dapatkan. Saya akan terus berusaha, terus belajar, dan terus berjuang. Saya ingin suatu hari nanti bisa kembali ke desa saya, menginspirasi anak-anak di sana untuk bermimpi lebih besar dan meyakinkan mereka bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha. Saya ingin mewujudkan harapan ibu tidak hanya dengan menyelesaikan kuliah, tetapi juga dengan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang. Perjalanan saya masih panjang tetapi saya siap untuk melaluinya. Saya yakin bahwa selama saya terus berusaha dan tidak menyerah impian saya akan menjadi kenyataan.