Keluhuran dalam Novel “Re: dan Perempuan”

Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma. Suka menggambar dan membaca novel bertema perempuan.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Yunia Melia Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kekerasan bisa terjadi terhadap siapapun, termasuk pelacur. Seorang pelacur sering dipandang negatif oleh masyarakat. Namun, nyatanya dunia pelacuran tidak seperti yang mereka bayangkan. Seorang mahasiswa Jurusan Kriminologi, yaitu Maman Suherman meneliti suatu kasus pelacuran di Jakarta sebagai bahan skripsinya yang kemudian ditulis pada sebuah novel yang berjudul Re: dan Perempuan.
Novel Re: dan Perempuan menceritakan seorang pelacur lesbian bernama Re. Novel ini terbagi dalam dua bagian, yaitu bagian Re dan bagian Perempuan. Kisah hidup Re yang berliku menyeret Herman hingga jauh ke dalam. Herman terpaksa terlibat dalam sisi tergelap dunia pelacuran yang tersimbah darah, dendam, dan air mata. Novel ini mengangkat isu-isu yg cukup sensitif seperti, pelacur lesbian, kekerasan pada perempuan, dunia prostitusi, dan perdagangan manusia.
Esai ini bermaksud mengkaji novel tersebut dalam teori keluhuran (the sublime) dari Longinus. Perspektif ini dipilih karena keluhuran dalam pandangan Longinus bukan hanya keindahan yang mengenyangkan mata. Namun, bahasa yang mampu mengangkat jiwa pembaca melampaui sekadar kesenangan. Novel ini mampu membawa pembaca ke dalam keadaan ekstasi.
Keluhuran pada Cerita Re: dan Perempuan
Novel ini termasuk dalam kategori novel yang sangat cukup berat untuk dibaca dan menguras emosi. Melalui novel ini dapat dikaji melalui lima unsur keluhuran Longinus, yaitu daya pemikiran yang agung, emosi yang kuat, retorika yang unggul, pilihan kata yang istimewa, dan struktur komposisi yang unik. Setiap unsur terpenting dalam penciptaan seni sastra adalah kreativitas dalam jiwa pengarang. Sumber-sumber keagungan itu mengilhami dan merasuki kata-kata dengan semangat ilahi.
1. Daya Pemikiran yang Agung
Dalam novel ini, keagungan pikiran Herman termanifestasi dari Re: melalui surat yang ditulis Re untuk Herman. Re berpesan kepada Herman bahwa kisah yang dialaminya jangan hanya dijadikan sebuah skripsinya saja. Namun, Re ingin Herman menyebarkan kisahnya agar tidak ada perempuan yang mengalami penderitaan pahit yang dialami Re. Kisah tragis yang dialami Re merupakan bentuk kejamnya dunia pelacuran yang tidak diketahui banyak orang. Kisah ini bukan hanya tentang pelacuran, tetapi juga eksploitasi manusia dan kekerasan terhadap perempuan.Pemikiran agung di sini bukan hanya tentang seorang pelacur lesbian, melainkan pernyataan bahwa kehidupan pelacur itu jauh lebih kejam dari pandangan orang-orang. Para pelacur melakukannya bukan semata-mata senang dengan hobi tersebut, melainkan adanya tekanan yang memaksanya untuk melakukan pekerjaan itu.
2. Emosi yang Kuat dan Gairah yang Mulia
Longinus menekankan bahwa karya yang luhur harus berasal dari passion atau hasrat yang sangat kuat, bukan emosi palsu untuk mencari perhatian sementara. Dalam novel Re: dan Perempuan, emosi ini hadir dalam bentuk kekejaman dunia pelacuran hingga berakhir pembunuhan berantai. Pekerja pelacur atau biasa disebut PSK (pekerja seks komersial) bukan semata-mata keinginan mereka. Namun, masalah ekonomi yang mereka alami.
Emosi ini meluap-luap pada setiap bagian kekejaman yang dilakukan Mami Lani, pemilik bisnis pelacuran. Mami Lani bukan sekadar bos yang mempekerjakan orang, tetapi pekerja yang dijualbelikan tubuhnya, diancam, hingga dibunuh. Gairah ini bukan hanya bentuk kemarahan saja, tetapi ia melakukannya agar tidak merasa rugi dan mendapatkan keuntungan. Mami Lani berlagak layaknya penolong untuk perempuan-perempuan itu dengan memenuhi fasilitas dan kebutuhannya. Kebaikan yang dilakukan harus dibayar hutang berkedok perdagangan manusia yang sekali masuk tidak bisa keluar. Perilaku kejam ini membuat penawa terbawa emosi pada alur ceritanya.3. Gaya Bahasa dan Diksi
Retorika yang mudah dipahami dengan bahasa yang sederhana. Namun, terdapat beberapa bahasa yang menggunakan istilah-istilah dalam dunia seks, seperti threesome, sentul, dan kantil. Kata ini menggambarkan tentang polah dan sesuatu hal yang ada dalam dunia seks. Kata threesome yang berarti bermain tiga, sentul yang berarti lesbian yang berperan sebagai laki-laki, dan kantil sebagai lawannya sentul. Novel ini begitu kaya akan diksi yang menggambarkan banyak keberagaman dalam dunia seks. Bukan hanya laki-laki dan perempuan, tetapi hisa laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi seksual tidak hanya hetero (lawan jenis), tetapi juga ada yang homo (sejenis).
4. Komposisi yang Bermartabat
Struktur kata yang utuh dan alur yang diawali dengan konflik pembunuhan, lalu menceritakan perkenalan Re: dan Herman, lalu Herman masuk ke dunia pelacuran, dan hingga terdapat pembunuhan terhadap pelacur. Alur cerita disusun secara runtut dengan struktur kata yang utuh dan sederhana. Novel ini memang sederhana alurnya, namun pembahasan isinya yang cukup berat bagi pembaca.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis dengan menggunakan teori keluhuran Longinus, dapat ditegaskan bahwa novel Re: dan Perempuan tidak hanya tentang seksualitas dan kontroversial, melainkan sebuah pencapaian sastra yang luhur. Keluhuran yang ada pada novel tersebut terletak pada keberanian pengarang untuk mengangkat kasus sensitif, penindasan, kekerasan, dan marginal pada pembaca yang dapat mengguncang jiwa.
Melalui novel ini, Maman Suherman memberikan ekspresi terkait fakta yang dilihat oleh matanya tentang Re, seorang perempuan yang ditindas oleh sistem patriarki. Dengan berdiri di pihak Re yang tertindas, Herman menunjukkan setiap manusia itu layak untuk mendapatkan keadilan tanpa melihat status sosialnya. Pelacur juga manusia yang tidak seharusnya disingkirkan dan dianggap menjijikkan. Novel Re: dan Perempuan layak dipandang sebagai karya yang luhur sebab memiliki kekuatan untuk pendorong pembaca ke tahap sublimasi, membela para kaum marginal seperti pelacur dari penindasan yang dialami.
