Maraknya Perilaku Cyberbullying di Media Sosial

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Satya Negara Indonesia
Tulisan dari Meliana Radita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu perkembangan teknologi informasi di era globalisasi saat ini ialah media sosial. Media sosial merupakan sebuah media online dimana para penggunanya dapat dengan bebas dan mudah berbagi serta menciptakan isi pesan yang diinginkan. Melalui media sosial memungkinkan informasi menyebar dengan mudah dan cepat sehingga mempengaruhi cara pandang, gaya hidup, serta budaya manusia.
Namun perkembangan teknologi informasi ini juga tentunya membawa dampak negatif bagi para penggunanya. Salah satunya yaitu cyberbullying. Cyberbullying merupakan tindakan mengintimidasi atau perundungan menggunakan media (perangkat elektronik) di media sosial yang disengaja oleh pelaku dengan tujuan menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Walaupun tidak terjadi secara face to face, cyberbullying juga bisa memakan banyak korban. Seseorang yang menjadi korban cyberbullying biasanya memiliki masalah sebelumnya dengan pelaku, seperti pelaku memiliki perasaan iri, dendam dan kebencian kepada korban atau bisa saja pelaku hanya sekedar menjadi bahan bercandaan dalam melakukan cyberbullying.
Penyebab Terjadinya Cyberbullying
Perilaku cyberbullying biasanya diawali dengan candaan. Salah satu contohnya seperti ejekan melalui foto atau gambar seseorang yang telah mengalami bentuk perubahan atau editing, sehingga dimodifikasi sesuai dengan keinginan, selanjutnya diposting pada media sosial. Alhasil postingan tersebut akan mengundang reaksi orang-orang untuk memberikan komentar negatif yang cenderung memberi sindiran atau melecehkan. Pelaku mungkin mengaggap itu hanya sebagai candaan dan hal yang lucu, namun tidak bagi korban. Korban akan merasa sedih, kehilangan kepercayaan diri, dan takut ketika melihat komentar-komentar negatif tentang dirinya.
Cyberbullying biasanya terjadi pada anak-anak atau remaja di media sosial, karena sedang berada pada usia dimana mereka senang mencari perhatian dan membangun pencitraan diri yang baik. Mereka yang tidak mengerti tentang etika yang baik secara online biasanya sulit untuk mengontrol perilaku mereka di media sosial. Terlebih lagi tidak ada persyaratan yang wajib dilakukan bagi orang-orang yang hendak beraktivitas di internet, khususnya di media sosial, bagaimana mereka harus beretika dalam menggunakan media sosial dan hal-hal apa yang sebaiknya tidak dilakukan dalam menggunakan media sosial. Kebebasan penggunaan media sosial inilah yang menyebabkan terjadinya cyberbullying.
Dampak Cyberbullying
Bentuk dan macam-macam tindakan cyberbullying sangat beragam. Tentu saja hal itu sangat merugikan dan menimbulkan dampak yang besar bagi korban. Dapat berupa dampak sosial yaitu kehilangan kepercayaan diri dan menarik diri dari orang-orang terdekat, juga dampak psikologis yang membuat depresi, cemas, bahkan sampai mengakhiri hidupnya.
Namun ternyata dampak cyberbullying tidak hanya dirasakan korban saja, melainkan juga pelaku. Biasanya pelaku akan mendapatkan dampak seperti dirundung oleh orang sekitarnya karena disalahkan atas perbuatan yang dilakukan pelaku kepada korban. Tapi tidak jarang juga pelaku justru merasa superior dan membenarkan perilaku yang dilakukannya terhadap korban.
Cara Mencegah Cyberbullying
Cyberbullying bukanlah hal yang bisa dinormalisasikan dalam penggunaan media sosial. Banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa dilakukan di media sosial dibanding merundung orang yang mana akan berdampak juga pada diri sendiri. Untuk itu maka gunakanlah media sosial dengan bijak sebagaimana mestinya. Berikut beberapa cara mencegah terjadinya cyberbullying :
Membatasi Penggunaan Media Sosial
Kita harus menetapkan waktu terbatas di media sosial. Dibandingkan menghabiskan waktu untuk hal tidak penting atau malah merugikan di media sosial, sebaiknya melakukan sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat di kehidupan nyata.
Blokir
Kita bisa memblokir siapa saja orang yang pernah menunjukkan perilaku negatif dan tidak membuat kita nyaman sebelum orang tersebut membahayakan kita di media sosial.
Selektif Dalam Memposting Foto dan Berkomentar
Sebelum memposting foto atau video, pikirkan terlebih dahulu postingan tersebut layak diposting atau tidak, dan hati-hati dalam memberikan komentar kepada orang lain. Jangan sampai komentar kita berdampak buruk pada diri kita sendiri.
Melindungi Data Diri
Jangan memposting informasi pribadi karena informasi pribadi bisa saja menjadi objek atau bahan bully bagi pelaku cyberbullying. Hal ini juga dapat menghindari doxing yang berbahaya bagi diri kita.
Mengatur Privasi Akun
Siapa saja di media sosial dapat melihat akun kita. Untuk itu kita bisa mengatur akun kita bersifat publik atau privat. Hal ini bisa dilakukan untuk menghindari orang tidak bertanggungjawab yang akan melakukan cyberbullying kepada kita.
