Nilai Bagus Belum Tentu Belajar Efektif: Ini Penjelasan Psikologinya

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi yang aktif mengikuti kegiatan perkuliahan dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan di bidang pendidikan dan ekonomi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari melsaviantika38 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah nggak, belajar mati-matian, nilai ujian bagus, tapi seminggu kemudian materinya hilang entah ke mana? Tenang, kamu nggak sendirian. Psikologi pendidikan punya penjelasannya.
Saya sendiri pernah mengalaminya. Waktu belajar perpajakan dan akuntansi, saya menghabiskan berjam-jam membaca ulang catatan dan menyorot hampir semua baris. Rasanya sudah hafal, dan nilainya pun lumayan. Tapi beberapa minggu kemudian, saat materi itu muncul lagi di mata kuliah lanjutan, banyak konsep yang sudah hilang dan saya harus belajar dari nol. Dari situ saya mulai curiga: jangan-jangan cara belajar saya yang keliru.
Nilai Bukan Ukuran Pemahaman
Nilai ujian hanya menunjukan apa yang bisa kita keluarkan pada satu waktu tertentu. Ia tidak selalu mencerminkan seberapa dalam kita paham atau seberapa lama kita ingat. Menghafal semalam suntuk bisa menghasilkan nilai tinggi, tapi informasinya cepat menguap setelah ujian selesai.
Ini berkaitan dengan kurva lupa dari psikolog Hermann Ebbinghaus: tanpa pengulangan, ingatan terhadap informasi baru menurun cepat dalam hitungan hari. Tinjauan Dunlosky dkk. (2013) terhadap berbagai teknik belajar juga menyimpulkan bahwa menyorot dan membaca ulang kurang efektif, sedangkan latihan mengingat dan pengulangan berjarak termasuk yang paling bermanfaat,
Ada juga illusion of competence, yaitu ilusi merasa sudah menguasai materi. Ini sering muncul saat kita membaca ulang catatan berkali-kali. Materinya terasa familiar, lalu otak menyimpulkan bahwa kita sudah paham. Padahal familiar tidak sama dengan menguasai. Begitu diminta menjelaskan dengan kata-kata sendiri, baru terasa bahwa pemahamannya belum sedalam yang dikira.
Dua strategi yang paling sering dibahas:
Retrieval practice (mengingat aktif) Alih-alih membaca ulang, tutup catatanmu lalu coba tulis atau jelaskan apa yang kamu ingat. Mengerjakan latihan soal juga termasuk. Penelitian Roediger dan Karpicke(2006) menemukan bahwa siswa yang berlatih mengingat lebih banyak dalam jangka panjang dibandingkan yang hanya membaca ulang.
Spaced repetition (pengulangan berjarak). Mengulang materi di hari yang berbeda hasilnya lebih baik daripada mengulang semuanya dalam satu malam. Jeda antarsesi memberi otak waktu untuk memperkuat ingatan.
Kuncinya ada pada metakognisi, yaitu kesadaran akan cara kita belajar. Biasakan bertanya pada diri sendiri: "Bagian mana yang belum benar-benar saya paham?" dan "Strategi apa yang cocok untuk materi ini?" Kebiasaan kecil ini membantu kita berenti mengandalkan perasaan "sudah paham" dan mulai menguji pemahaman secara jujur.
